Waspadai Makanan Impor dari Jepang

Waspadai Makanan Impor dari Jepang
Seorang pria tengah mengamati bayam dalam kemasan di sebuah pusat perbelanjaan di Chiba Prefecture. Pemerintah Jepang telah mengumumkan adanya kontaminasi terhadap sayuran dan susu akibat kebocoran PLTN di Fukushima setelah gempa diserta tsunami. Foto : AP
JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperketat pengawasan terhadap makanan impor asal Jepang. Langkah itu ditempuh untuk memastikan bahwa produk asal Negeri Sakura bebas dari kontaminasi radiasi nuklir. Terutama makanan yang dikapalkan dan dikirim ke Indonesia setelah reaktor nuklir di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima Daiichi mengalami kebocoran pada Jumat (11/3) silam.

      

Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih mengatakan, pihaknya sedang membahas kriteria produk impor dari Jepang yang harus diwaspadai. Endang mendukung langkah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memprioritaskan produk yang harus dideteksi bebas radiasi. "Proritas yang ditentukan pemerintah saat ini adalah produk makanan kering," kata Menkes ketika dihubungi, Minggu (20/3).

Beragam produk makanan asal Jepang memang berpotensi terpapar radiasi nuklir. Karena itu, penagwasa terhadap produk-produk makanan dan minuman tersebut menjadi wewenang penuh BPOM dengan kooordinasi dengan Kemenkes. Namun, pemerintah memastikan bahwa pengetatan itu tidak berlaku untuk produk industri, Gusmardi mengatakan tak perlu khawatir.

Sejauh ini, ujarnya, tak ada produk industri yang terpapar radiasi. "Kami pun tidak ada kebijakan pengetatan pengawasan terhadap produk-produk industri dari Jepang yang masuk," kata dia.

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperketat pengawasan terhadap makanan impor asal Jepang. Langkah itu ditempuh untuk memastikan bahwa

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News