Komunitas Tari Hula yang Anggotanya Para Perempuan Ekspatriat Jepang

Tak Mau Ikut Penari Hawaii yang Pakai Coconut Bra

Komunitas Tari Hula yang Anggotanya Para Perempuan Ekspatriat Jepang
GEMULAI: Ishan Odelia (paling depan) memimpin latihan tari khas Hawaii hula di sebuah fitness center apartemen di Pondok Indah, Jakarta Selatan, Kamis (24/3). Foto: Agung Putu Iskandar/Jawa Pos
Sejumlah perempuan Jepang di Jakarta bergabung dalam satu komunitas belajar menari hula (tari khas Hawaii). Ketika Negeri Sakura tersebut dilanda bencana gempa dan tsunami, mengapa yang bergabung di komunitas itu justru semakin banyak?

 
==============================
  AGUNG PUTU ISKANDAR, Jakarta
==============================

 

RUANGAN tersebut tak seberapa luas. Kira-kira 20 meter persegi. Itulah fitness center di Apartemen Pondok Indah, Jakarta Selatan. Ketika Jawa Pos ke sana kemarin (24/3) sekitar pukul 10.00, terdapat empat perempuan Jepang. Mereka yang rata-rata paro baya itu adalah para istri ekspatriat Jepang yang bekerja di Jakarta.

 

Dengan mengikuti alunan musik mele yang terdengar di ruangan tersebut, empat perempuan Jepang tersebut menggoyang pinggulnya ke kiri dan ke kanan. Musik mele adalah irama khas yang mengiringi tari hula, tarian asli Hawaii.

Tari hula sangat khas: Dengkul sedikit ditekuk, dua lengan direntangkan menyamping di depan dada, dan dua tangan melambai-lambai. Meski sedang menari hula, empat perempuan Jepang itu tidak berpakaian seperti penari Hawaii dalam film-film Hollywood. Yakni, mengenakan coconut bra (kutang dari tempurung kelapa) dan grass skirt (rok dari anyaman rumput).

Sejumlah perempuan Jepang di Jakarta bergabung dalam satu komunitas belajar menari hula (tari khas Hawaii). Ketika Negeri Sakura tersebut dilanda

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News