Inggris Bantah Beri Suaka Menlu Libya

Anti-Kadhafi Kian Terdesak, CIA Turun Tangan

Inggris Bantah Beri Suaka Menlu Libya
Inggris Bantah Beri Suaka Menlu Libya
LONDON - Perkembangan yang kontras terkait Libya terjadi sepanjang hari kemarin (31/3). Secara politik, kubu pemberontak dan koalisi "menang" setelah Moussa Koussa, menteri luar negeri sekaligus tangan kanan Muammar Kadhafi, membelot dengan terbang ke Inggris dan menyatakan mundur dari jabatan. Tetapi, secara fisik di medan pertempuran, rezim sang kolonellah yang justru "berjaya".

Sebagaimana dilaporkan BBC, pasukan Kadhafi terus merangsek ke wilayah timur Libya yang sempat beberapa hari dikuasai pemberontak. Setelah merebut Bin Jawad dan Ras Lanuf, loyalis Kadhafi juga memukul mundur kekuatan anti-Kadhafi dari Brega. Kabar terakhir hingga berita ini ditulis, pasukan pemerintah sudah mendekati perbatasan Ajdabiya, kota terdekat dari Benghazi, ibu kota kubu oposisi.

Pasukan Kadhafi yang lebih terlatih dan bersenjata lebih lengkap sulit ditandingi kelompok pemberontak yang kebanyakan pejuangnya tidak punya pengalaman tempur. Keberhasilan mereka merebut Ajdabiya, Brega, Bin Jawad, dan Ras Lanuf sebelumnya semata berkat bantuan serangan udara koalisi.

"Problem kami adalah kami membutuhkan bantuan, mulai peralatan komunikasi, radio, hingga senjata," kata Mayjen Suleiman Mahmoud, wakil komandan pemberontak, kepada BBC. 

LONDON - Perkembangan yang kontras terkait Libya terjadi sepanjang hari kemarin (31/3). Secara politik, kubu pemberontak dan koalisi "menang"

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News