Selasa, 07 Juli 2015 | 11:55:53

Selasa, 21 Juni 2011 , 16:41:00

BERITA TERKAIT

TANGSEL - Musibah penerjun tewas kembali terjadi. Kali ini, nasib naas dialami Serka Wahyu Dilianto (35). Penerjun yang juga anggota Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) Marinir, TNI AL itu, tewas setelah tubuhnya menghantam lahan kosong di Perumahan Geria Agung Mulatama Blok A5/7 RT 01/12, Pondok Cabe Ilir, Pamulang, Kota Tangsel, Senin (21/6) kemarin.

Tewasnya Wahyu diduga terjadi lantaran parasutnya tidak mengembang sempurna saat dia melakukan penerjunan. "Kejadiannya pukul 09.30. Saat menghantam tanah, tubuh tentara itu suaranya keras sekali," terang Asmadi, 48, warga sekitar yang melihat peristiwa itu.

Dari informasi yang dihimpun Indopos (grup JPNN), Wahyu tewas di tempat akibat benturan kepala ke paving block di lokasi dia jatuh. Sementara, tali parasut melilit tubuh korban. Diketahui, akibat peristiwa itu kepala korban remuk, tangan dan kaki serta leher pun patah.

Apalagi, lokasi jatuhnya Wahyu itu membekas lubang berdiameter 50 cm dan kedalaman 20 cm. Bahkan sepatu yang digunakan korban sempat terlepas dari kaki korban sejauh beberapa meter. Setelah sekitar 15 menit korban jatuh, petugas Polsek Pamulang pun tiba bersama anggota TNI.

"Korban tewas di tempat dengan luka parah di kepala. Termasuk patah tulang di tangan, leher, dan kaki. Ini musibah," terang Kompol Zulkifli Muridu, Kapolsek Pamulang, kemarin. Dia juga menjelaskan, sejak 7 bulan menjabat Kapolsek Pamulang, sudah dua kasus musibah penerjun tewas di wilayahnya.

Sementara itu, Danramil 06 Ciputat-Pamulang, Kapten (Inf) Nurulhuda menjelaskan, korban merupakan anggota pasukan elite Denjaka TNI AL Cilandak dengan nomor 91907. Setelah dievakuasi jasad korban dibawa RS Cilandak. (kin/ito/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar