Jumat, 31 Oktober 2014 | 17:44:07
Home / Berita Daerah / Kep. Riau / Polda Kepri Ancam Tutup Jasa Pengamanan Nakal

Jumat, 24 Juni 2011 , 01:21:00

BERITA TERKAIT

BATAM - Polisi dan Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (Abujapi) Kepri akan menutup perusahaan jasa pengamanan yang beroperasi tak sesuai peraturan Kapolri. Saat ini, dari dari sekitar 100 usaha jasa pengamanan hanya separuhnya yang memiliki sertifikasi.

Karena terkesan membandel, Polda Kepri menegaskan bakal menindak dengan melakukan pencabutan izin serta penutupan Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) tersebut. "Dalam Peraturan Kapolri nomor 24 tahun 2011 serta Perkap Nomor 24 tahun 2007 sudah jelas. Bagi yang nakal akan kami tutup," ujar Direktur Bimbingan Masyarakat Polda Kepri Kombes Ricky Wakano saat membuka sosialisasi dan sertifikasi dua peraturan Kapolri tersebut bagi anggota Abujapi Kepri di Hotel Harmoni One, Kamis (23/6).

Menurut Ricky, perusahaan jasa pengamanan merupakan perpanjangan tangan polisi secara terbatas. "Mereka wajib disertifikasi agar bisa melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai peraturan yang ada," ujarnya seperti dikutip Batam Pos.

Dikatakannya, BUJP juga harus memahami sistem manajemen pengamanan serta audit badan usahanya agar profesional dan berkompeten di masyarakat. Untuk mengaplikasikan sistem tersebut, Wakano menyatakan bahwa penting bagi jajarannya untuk mensosialisakan dua peraturan kapolri di atas ke staf BUJP di Kepri mengingat banyaknya BUPJ yang berseliweran.

BUJP nakal itu menurut Wakano adalah badan usaha yang tidak bersertifikat dari Polda dan tidak memiliki manajemen yang jelas.

Sementara Wakil Ketua Abujapi Kepri Irmansyah menyambut baik kegiatan sosialisasi dan sertifikasi bagi anggota Abujapi Kepri tersebut dalam rangka peningkatan kinerja di lapangan. Ia juga menghimbau ke BUJP lain di Kepri yang belum terdaftar sebagai anggota asosiasi agar bergabung untuk kebaikan bersama.(spt/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar