Jumat, 31 Oktober 2014 | 06:51:14
Home / Kriminal / Perawan Pembantu Direnggut Majikan Hingga Hamil

Sabtu, 25 Juni 2011 , 09:32:00

BERITA TERKAIT

SUMBER – Perlakuan kasar dan pelecehan seksual terhadap pembantu rumah tangga (PRT), belakangan ini sering kali terjadi. Seperti yang dialami Bunga (bukan nama sebenarnya). Perawan gadis berusia 16 tahun ini, direnggut keperawanannya oleh ZA, majikannya sendiri dengan paksa. Akibat perbuatannya itu, Bunga mengandung janin darah daging ZA.
 
Tindakan biadab warga Desa Warujaya, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon ini, kali pertama dilakukan pada Januari 2011 lalu.
Menurut keterangan korban, saat itu ZA nekat menyetubuhi dirinya di malam hari. Sampai akhirnya, dipertengahan Maret 2011, korban dipastikan positif hamil setelah memeriksakan diri ke sebuah Puskesmas di kawasan Palimanan. “Dari hasil pemeriksaan, dinyatakan positif hamil, persis 3 bulan setelah kejadian," ujar korban kepada wartawan.

Masih pengakuan Bunga, perbuatan asusila itu bahkan berulang sampai tiga kali di tempat yang sama. Pelaku kata Bunga, sempat memaksa agar kandungannya itu digugurkan. Karena terpaksa, Bunga pun meminum ramuan penggugur kandungan, berupa minuman bersoda, ragi dan jamu merek tertentu.

Upaya pelaku untuk menutupi aibnya itu, terbilang berhasil. Itu dibuktikan setelah hasil pemeriksaan lanjutan yang menyebut Bunga negatif hamil. Meski begitu, persoalan antara kedua keluarga pelaku dan korban belum usai. Dua hari setelah itu, kedua keluarga tersebut mengadakan pertemuan. Yang intinya, ZA bersedia untuk menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan. Pelaku menawarkan kepada keluarga Bunga untuk menikahinya secara siri serta membayar ganti rugi sebesar Rp50 juta. Sebagai jaminan, pelaku bersedia menyerahkan 1 unit mobil Daihatsu Xenia kepada keluarga korban.

Namun, keluarga Bunga menolaknya. Bahkan meminta ganti rugi yang lebih besar, yakni Rp 100 juta. Meski naik dua kali lipat, ZA tetap menyanggupinya. Namun saat itu, ZA hanya bersedia membayar “uang muka” senilai Rp 3 juta. Sisanya, akan dibayar sebulan kemudian atau saat itu disepakati pada 19 April 2011. Sayangnya, hingga kini janji ZA untuk membayar penuh ganti rugi itu, belum terealisasi.

Sementara itu, pengacara korban, Agung Fatahila mengatakan, atas perbuatannya, pelaku bisa dijerat pasal 81 ayat (1) dan (2) Undang-Undang No 23 tahun 2002 tentang Perlidungan Anak junto pasal 299 tentang Delik Aborsi. “Kami juga akan menunjukkan bukti kuitansi penerimaan sebesar Rp3 juta, keterangan pemeriksaan kehamilan dari Puskesmas Palimanan, keterangan pemeriksaan kehamilan dari RS Arjawinangun dan visum etrepertum RS Pelabuhan. Secara resmi, kasus tersebut sudah kami laporkan ke unit PPA Polres Cirebon pertanggal 16 Juni lalu," paparnya. (mul/awa/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 25.06.2011,
        23:03
        Tinus
        Apakah radar news bisa pancarkan semua berita nusantara kusunya wilayah maluku dan sekitarnya?
      2. 25.06.2011,
        22:44
        Tinus
        Apakah bisa di tambahkan berita tentang perkembangan habitad makluk hdp yg hmpir punah di negara kita? Dan cara melestarikan lingkungan di jaman yg moderen ini. Makasih..
      3. 25.06.2011,
        14:00
        ardie
        Ga beda jauh antara Arab ma Cirebon!