Industri Pakai BBM Subsidi

Bikin Kelangkaan Pasokan di Daerah

Industri Pakai BBM Subsidi
Industri Pakai BBM Subsidi
JAKARTA - Dugaan adanya penyelewengan BBM subsidi ke sektor industri makin menguat. Ini setelah PT Pertamina (Persero) merilis data tentang penjualan BBM nonsubsidi ke sektor industri yang tidak mencapai target. Direktur Pemasaran Pertamina Djaelani Sutomo mengatakan, hingga akhir April 2011 penjualan BBM nonsubsidi ke sektor industri (di luar PLN) hanya 87 persen dari target. "Itu untuk non-PLN," ujarnya kemarin (24/6).

Data Pertamina menunjukkan, sepanjang Januari?April 2011, penjualan BBM industri non-PLN baru 2,59 juta kiloliter (KL). Padahal, berdasar Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP), Pertamina menargetkan penjualan 2,97 juta KL hingga April dan 8,90 juta KL sampai akhir tahun.

Menurut Djaelani, rendahnya penjualan BBM ke sektor industri dipicu tingginya harga BBM nonsubsidi yang sempat mencapai hampir lipat dua dari BBM subsidi (solar) yang seharga Rp 4.500 per liter. "Tingginya disparitas harga itu menyebabkan banyak industri beralih ke BBM subsidi. Padahal, seharusnya mereka menggunakan BBM nonsubsidi," katanya.

Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Tubagus Haryono mengatakan, tingginya disparitas harga BBM nonsubsidi dan BBM subsidi membuat banyak oknum menyelewengkan BBM subsidi ke sektor industri. "Itu pula yang menyebabkan kelangkaan BBM di beberapa daerah. Terutama di daerah yang di situ terdapat industri pertambangan atau kelapa sawit," terangnya.

JAKARTA - Dugaan adanya penyelewengan BBM subsidi ke sektor industri makin menguat. Ini setelah PT Pertamina (Persero) merilis data tentang penjualan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News