Rabu, 17 September 2014 | 16:34:11
Home / Nasional / Humaniora / JK: Azwar Anas Teladan yang Susah Diteladani

Rabu, 03 Agustus 2011 , 11:29:00

BERITA TERKAIT

JAKARTA - Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) mengatakan Letjen (Purn) Ir Azwar Anas Dt Rajo Sulaiman merupakan teladan tapi susah untuk diteladani. Dibilang susah, kata JK karena terlalu banyak profesinya.

"Buku beliau berjudul 'Teladan Dari Ranah Minang'. Tapi Pak Azwar susah diteladani karena profesinya terlalu banyak dan selalu top profesinya. Sehingga menjadi tidak jelas, beliau kita kenal sebagai apa?," kata JK saat peluncuran buku biografi 80 tahun Azwar Anas, di hotel Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (2/8) malam.

Tapi terlepas dari hal tersebut, memperingati hari kelahiran sekaligus meluncurkan buku tentu sangat bermakna karena buku artinya belajar dari pengalaman. Katanya ada dua guru, guru pertama ya guru dan guru kedua yakni pengalaman. Orang mengatakan pengalaman lebih baik dari pada guru, cuma bedanya kalau guru mengajar dulu baru menguji kalau buku menguji dulu baru mengajar. Jadi kita belajar dari pengalaman, jelas JK.

Lebih lanjut, JK mencatat setidaknya ada sembilan top profesi Azwar Anas sementara JK hanya punya lima profesi. "Bapak Azwar sembilan. Tapi semua profesi itu penuh dengan karir. Beliau tentara dari letnan yang rendah sampai ke letnan yang tinggi Letnan Jenderal berarti delapan kali naik pangkat," kata mantan Ketua Umum Partai Golkar itu.

Kedua, beliau itu orang pemerintah, luar biasa dari gubernur, menteri dan menteri koordinator. "Tapi di pemerintahan saya sedikit menang satu tingkat di atas Pak Azwar karena saya pernah jadi wakil presiden tapi berasal dari satu korp yaitu dari Menko Kesra," kata JK.

Selain itu, Azwar Anas politisi penasihat tinggi Golkar, sampai sekarang pun beliau kampanye bahkan sampai ikut kampanye Pilkada.

"Yang lebih penting beliau entrepreneur. Pindad yang susah dikasih baik, Semen Padang susah dikasih baik timbul semangat Padangnya di situ. Banyak orang bisa mengurus orang Padang tapi tak bisa urus tentara, bapak Azwar bisa urus dua-duanya," puji JK.

Beliau urus sepak bola, tidak banyak orang urus olahraga di sini, cuma ada tiga di sini Azwar Anas, Agum Gumelar dan juga hadir Ketua Umum PSSI yang baru. Kalau saya cuma Ketua PSM. Kalau urusan bola, saya tentu kalah dari bapak Azwar Anas," ungkap JK.

Ditambahkan JK, Azwar Anas juga sebagai pendidik, beliau Insinyur saya baca bukunya juga mengajar. Beliau juga ustad, tadi ayatnya panjang. Beliau juga urus sosial karena pernah jadi Ketua Umum Tarbiyah. Dan saya pernah masuk ke pelosok-pelosok mengurus masjid dengan beliau. Beliau juga seniman karena piawai memainkan biola hingga dalam acara ini Idris Sardi yang datang memainkan Biola.

"Jadi ada sembilan profesi. Jadi bapak teladan tapi susah diteladani," tegas JK lagi.

Terakhir JK menjelaskan Azwar Anas ini khas pemuka Minang. "Saya sering ke Padang dan lihat foto-foto pejuang Minang tidak ada yang bawa pedang. Kalau di Sulawesi pahlawannya bawa senjata. Semua pahlawan Minang orang pintar isinya, Pak Hatta, Syahrir, Yamin, Natsier dan sebagainya itu semuanya orang pintar. Mereka hebat bukan karena senjata. Bapak tentara tapi lebih terlihat sipil," puji JK lagi.

JK juga menambahkan, kalau kita ingin menghabisi orang Minang, harus dengan cara merusak pasarnya dan merobohkan pendidikannya. "Maka dengan begitu habis itu orang Minang. Jadi beliau asli kelihatan Minangnya," tukas rang sumando Minang itu. (fas/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar