Senin, 20 Oktober 2014 | 20:06:05
Home / Nasional / Sosial / Ancaman Kemacetan Masih Menghantui

Jumat, 05 Agustus 2011 , 04:27:00

Macet. Foto: Ukon Furkon Sukanda/Indopos
Macet. Foto: Ukon Furkon Sukanda/Indopos
BERITA TERKAIT

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) tidak begitu khawatir tentang kondisi jalan di jalur-jalur utama angkutan lebaran 2011. Tapi, mereka belum berani menggaransi arus mudik dan balik tahun ini bebas dari macet. Meskipun konstruksi jalan sudah mulus, kemacetan diprediksi terjadi di beberapa titik.

Perkembangan kesiapan infrastruktur jalan menghadapi angkutan lebaran 2011 dipaparkan Dirjen Bina Marga Kemen PU Djoko Murjanto. Dalam diskusi di komplek Kemen PU kemarin (4/8), persiapan infrastruktur meliputi jalur pantai utara (pantura) sepanjang 1.182 km, jalur lintas tengah (1.056 km), jalur lintas selatan (1.270 km), dan jaringan jalan tol (668 km).

Djoko menjelaskan, perbaikan infrastruktur jalan di jalur pantura dimulai dari Merak. Di titik ini, sudah difungsikan fly over Merak. "Sudah mulai fungsional Maret lalu," kata dia. Selain itu, juga ada fly over Balaraja.

Sementara perbaikan jalan di Provinsi Jawa Barat dilakukan di Sewo-Lohbener (Indramayu), perbatasan Indramayu-Cirebon, perbatasan Kota Cirebon-Losari, Lingkar Nagrek, perbatasan Kota Banjar-Kalipucang, dan perbatasan Majalengka-Cikijing.

Sedangkan pengerjaan lainnya, juga dilakukan di jalur pantura mulai dari Pemalang hingga Kendal. Selain mengerjakan peninggian jalan, juga dikebut pengerjaan jembatan. Seperti di ruas Pejagan-Brebes pengerjaan jembatan Balekambang yang sudah beres. Masih di ruas yang sama, dikebut perbaikan jembatan Pemali yang diperkirakan rampung pertengahan Ramadan.

Di jalur selatan, pengerjaan konstruksi jalan diantaranya dilakukan di Provinsi DIY. Di provinsi ini ada sepuluh titik pengerjaan konstruksi. Diantaranya pembangunan fly over Jombor, pelebaran jalan perbatasan Kota Wates-Milir, dan peningkatan struktur jalan arteri selatan Yogyakarta.

Sementara di Provinsi Jawa Timur, Djoko menuturkan juga ada sepuluh penanganan jalan. "Jika ada yang belum selesai, selama angkutan lebaran proyek dihentikan dulu," katanya. Kesepuluh penanganan jalan tersebut adalah, ruas Caruban-Nganjuk, pelebaran jalan sepanjang 5 km di Widang (Lamongan), pelabaran juga dilakukan di ruas Bulu-Kota Tuban sepanjang 10 km.

Pengerjaan konstruksi lainnya di Jawa Timur adalah, pembangunan Fly Over Pasar Kembang (Surabaya), pengerjaan jalur arteri Porong untuk antisipasi kepadatan di jalur Porong-Gempol. Selanjutnya, pelabaran ruas jalan Gempol hingga perbatasan Bangil, peningkatan struktur jalan Pasuruan-Pilang, pembangunan jembatan Jeruk di Situbondo, serta pembangunan jembatan Kalimujur di Lumajang.

Djoko menjelaskan, secara umum jalan yang bakal dilalui dalam angkutan lebaran secara fungsional sudah siap. Menurutnya, pemerintah tidak menganggarkan secara khusus uang untuk perbaikan jalan menjelang lebaran. "Anggaran didapat dari alokasi uang pemeliharaan jalan setiap tahun, dan proyek-proyek baru," kata dia.

Menurut Djoko, meskipun ada beberapa proyek yang belum rampung, proyek tersebut bakal dihentikan. Jika terkait proyek pembangunan jembatan, bakal diatasi secara darurat sehingga bisa dilalui kendaraan.

Kemen PU belum berani menegaskan jika selama angkutan lebaran, baik arus mudik atau balik, terbebas dari kemacetan. Dia mengatakan, kemacetan tidak melulu disebabkan karena kondisi konstruksi jalan yang buruk. "Kemacetan ini banyak sebabnya. Untuk itu melibatkan berbagai sektor," terang Djoko.

Diantara penyebab kemacetan yang sulit diatasi adalah munculnya pasar tumpah di beberapa titik. Pasar tumpah ini diantaranya muncul disepanjang jalur pantura di Provinsi Jawa Barat. Penangan pasar tumpah ini, berada di tangan pemerintah daerah.

Selain itu kemacetan juga diprediksi muncul di exit tol yang langsung mengalirkan kendaraan ke jalan nasional. Kasus ini diprediksi bakal terjadi di ruas tol Kanci-Pejagan. Untuk kasus kemacetan di pintu keluar jalan tol ini, bakal ditangani intensif oleh polisi. Pengaturan polisi diperlukan juga untuk mengatur kendaraan di beberapa persimpangan di Cikampek.

Djoko menghimbau kepada calon pemudik untuk berhati-hati saat melewati jalan yang rawan macet tersebut. "Jika capek, jangan dipaksakan. Lebih baik istirahat dulu," ujar dia. Selain menghimbau berhati-hati di jalur rawan kemacetan, Djoko juga menghimbau pemudik untuk waspada saat melintas di jalan yang rawan longsor dan banjir. Dia berharap, selama angkutan lebaran nanti cuaca kering alias tidak hujan. (wan)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar