Minggu, 26 Oktober 2014 | 16:31:54
Home / Pendidikan / Pendidikan / Jam Mengajar Guru Ditambah

Minggu, 28 Agustus 2011 , 08:29:00

BERITA TERKAIT

JAKARTA – Pejabat Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN dan RB) gerah setiap mendengar laporan ada oknum PNS yang kluyuran saat jam kerja. Tidak terkecuali PNS guru. Mereka kini sedang mematangkan menambah jam mengajar guru untuk satu pekan.

Perkembangan aturan baru tersebut, diutarakan oleh Deputi Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur Kemen PAN dan RB Ramli Naibaho. Dia menjelaskan, aturan baru jam kerja ini terus dimatangkan antara pihaknya dengan Kementerian Pendidikan Nasional. ’’Kita dalam satu semangat. Untuk mendongkrak kinerja aparatur,’’ jelas Ramli.

Dia lantas menjabarkan opsi penambahan beban mengajar guru itu. Saat ini, aturan yang berlaku adalah para guru PNS secara umum memiliki jam mengajar sebanyak 24 jam pelajaran dalam satu pekan. Dimana setiap satu jam pelajaran, berdurasi 45 menit. Nah, untuk menggenjot kinerja para guru itu, beban mengajar bakal ditingkatnya menjadi 27,5 jam per minggu.

’’Dengan penambahan ini, tidak ada alasan lagi PNS guru yang tidak ada kerjaan,’’ kata Ramli. Seperti yang sering dijumpai para guru duduk-duduk di ruang kantor, atau di kantin sekolah. Bahkan, juga ditemukan laporan guru yang shopping di jam kerja.

Selain itu, Ramli juga menjelaskan penambahan beban mengajar guru ini masih sejalan dengan semangat reformasi birokrasi. Jika proses efisiensi dan efektifitas kinerja ini bisa dijalankan, Kemendiknas bisa menjalankan reformasi birokrasi. Dimana ujung-ujungnya memperoler tunjangan kinerja atau remunerasi. ’’Jangan sebaliknya. Selalu berpikiri remunerasi dulu tetapi tidak mau merubah semangat bekerja,’’ celetuk Ramli.

Penambahan jam mengjaran ini juga diharapkan bisa menjadi solusi jika kebijakan moratorium PNS mengganggu regenarasi aparatur PNS Guru. Meskipun pemerintah sudah menggaransi masih merekrut CPNS guru baru selama moratorium, tidak menutup kemungkinan bisa membuat stok guru menipis. Terutama di daerah-daerah yang selama ini kekurangan guru. (wan)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 25.06.2014,
        06:27
        cheap seo services
        wEgIt2 Really enjoyed this post.Much thanks again. Fantastic. From mobile
      2. 02.10.2011,
        10:41
        Rahardian
        Kemendiknas perlu tahu juga,tunjngan profesi utk enam bulan hanya diberikan yg lima bulan.alasan sih macem macem.sungguh tidak ngada ada.
      3. 21.09.2011,
        20:18
        Dap napit
        Pejabat yang budiman! Tuk apa buat peraturan baru kalau peraturan lama bagus.
        Yang perlu pelaksanaan dan pengawasan.
        Contoh kasus
        Menteri saja menutupi keburukan
        siswa sd yang disurabaya.
        Soalnya kenapa tak diuji ulang dgn soal yg sama? Dgn catatan hrs seperti saya pengawasnya.
      4. 21.09.2011,
        20:18
        Dap napit
        Pejabat yang budiman! Tuk apa buat peraturan baru kalau peraturan lama bagus.
        Yang perlu pelaksanaan dan pengawasan.
        Contoh kasus
        Menteri saja menutupi keburukan
        siswa sd yang disurabaya.
        Soalnya kenapa tak diuji ulang dgn soal yg sama? Dgn catatan hrs seperti saya pengawasnya.
      5. 21.09.2011,
        20:17
        Dap napit
        Pejabat yang budiman! Tuk apa buat peraturan baru kalau peraturan lama bagus.
        Yang perlu pelaksanaan dan pengawasan.
        Contoh kasus
        Menteri saja menutupi keburukan
        siswa sd yang disurabaya.
        Soalnya kenapa tak diuji ulang dgn soal yg sama? Dgn catatan hrs seperti saya pengawasnya.
      6. 14.09.2011,
        14:00
        arum
        mau dibuat 50jp/minggu pun, klo pemerataan guru diabaikn, ttp aja akn bnyak guru kluyuran di mall pd jam kerja. Smentara di dsa bnyak guru kwalahn mnyelesaikn tgsnya. Baru kluar dr 1kls, blm smpat mnm dah dpanggil murid untk masuk ke kls lain.
        Apalgi dg program pemerinth yg ga jls (asal proyek cair), mndirikn sklh tanpa memperhitungkn jlh penduduk di t4 tsb. Akhirnya ada sklh yg baru b'diri langsung mau ditutup lantaran ga ada murid. Pdhl gurunya dah lengkp. Mau ngajar apa mreka? Jangan bsanya mnyalahkn PNS!
      7. 09.09.2011,
        20:17
        amris
        Enak aja ngomong, emangnya kerja guru hanya ngajar. Membuat perencanaan, meriksa ujian, memeriksa tugas siswa, melakukan analisis, piket, wali kelas dan jenis tugas tambahan lain ngak dihitung jamnya. Pikir dulu deh sebelum membuat aturan atau tinjau ke lapangan dulu. From mobile
      8. 05.09.2011,
        16:44
        Muhamad tamam za
        semua aturan atau kebijakan saya harap jangan sampai simpang siur dan lihat Amdal dulu yang Pasti saya yakin para guru bisa menjalankannya
      9. 05.09.2011,
        14:12
        akbar
        klo ga mau disalahkan para guru, tolong berikan arahan kepada temannya yg keluyuran jangan mentingin diri sendiri.dasar guru peaaa,
      10. 04.09.2011,
        19:45
        Sulis
        Masalahnya dg kewajiban mengajar 24 jam per minggu ada guru yg cukup mengajar 6 kelas @4 jampel, ada jg guru yg dirugikan karena bobot jampelnya sedikit, shg hrs mengajar banyak kelas bisa, lebih dr 20 kelas. Kalau bukan guru lebih baik nggak usah kasih komentar, tidak tahu kondisi guru yg beraneka-ragam di lapangan.