Kamis, 23 Februari 2012  
   
NASIONAL - HUMANIORA
Senin, 29 Agustus 2011 , 15:43:00

JAKARTA - Kebijakan penghentian sementara (moratorium) rekrutmen CPNS dipastikan bakal memengaruhi usul rekrutmen yang sudah diajukan pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten dan kota. Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN dan RB) Tasdik Kinanto menyatakan bahwa jumlah usul itu bisa anjlok.

Dia mengungkapkan, usul rekrutmen CPNS baru dari semua instansi sudah masuk. Jumlahnya mencapai 700 ribu kursi. "Ada beberapa instansi yang tidak mengusulkan penambahan CPNS baru," urainya.

Dia menyatakan, dalam usul tersebut, sudah diperinci pos-pos tenaga CPNS baru yang diusulkan. Setelah ada moratorium, kata Tasdik, pihaknya akan memilah-milah pos yang diusulkan tersebut. "Sesuai dengan komitmen moratorium, ada pos-pos pekerjaan yang dipertahankan menerima CPNS," katanya.

Pos tersebut, antara lain, tenaga pendidik atau guru, tenaga kesehatan, dan tenaga sipir atau penjaga lembaga pemasyarakatan. Di luar itu, mungkin ada pengurangan sehingga kuota akan ikut anjlok.

Dia juga menuturkan, pihaknya belum menentukan waktu pelaksanaan seleksi CPNS 2011. "Yang jelas, seleksi tetap ada," tegasnya. Diperkirakan, seleksi itu dijalankan pada Oktober atau November mendatang.

Meski tetap ada tes CPNS baru, Tasdik menyatakan alangkah baiknya tahun ini pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, dan kota berfokus menghitung kebutuhan riil aparaturnya. Sementara itu, perekrutan bisa dilakukan sekaligus tahun depan. "Tapi, mekanisme itu usul saya. Kebijakan tetap ada di pimpinan instansi," ujarnya.

Deputi Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur Kemen PAN dan RB Ramli Naibaho menyampaikan Surat Edaran Men PAN dan RB Nomor SE/09/M.PAN-RB/8/2011 yang mengatur masa cuti PNS, Polri, dan TNI dalam Lebaran 1 Syawal 1432 H. Dia menuturkan, cuti bersama sudah ditetapkan pada 29 Agustus dan 1-2 September.

Tahun lalu, masih ada laporan PNS yang membolos setelah Lebaran. "Jumlahnya tidak sampai ratusan ribu secara nasional," katanya.

Meski begitu, Ramli menegaskan bahwa tindakan menambah libur cuti bersama itu adalah indisipliner. Dia berharap inspektorat setempat tetap mem-BAP (berita acara pemeriksaan) PNS yang bolos kerja.

Selain itu, dia mengingatkan seluruh pimpinan instansi pemerintah bahwa ada larangan bagi PNS, anggota TNI, dan Polri untuk menerima dan atau memberikan gratifikasi atau hadiah yang berhubungan dengan jabatan atau pekerjaannya. (wan/c5/nw)

RELATED NEWS


Komentar (4)

Nama :
Email :
Komentar :
  1. 30.08.2011,
    20:51
    Lurie
    Saran saya lebih baik pemerintah mengisi formasi pns dgn tng honorer yg memang sdh trjmin kualitas dan kredibilitasnya drpd mngangkat pns dr jalur umum yg kdng2 tdk tau cara bkerja.itu bnyk terjdi pak!br lu2s trs d angkt jd pns krn ad kolusi dan nepotisme
  2. 30.08.2011,
    00:22
    NKRI
    Banyak PNS yang hanya mengandalkan dapat gaji tanpa kerja yang maksimal (penggangguran terselubung, pintar bodoh tetap dapat gaji.
  3. 30.08.2011,
    00:08
    hilmi setiawan
    persoalanya gmn bos?
  4. 29.08.2011,
    17:17
    bosan jadi pegawai
    pemerintah makin hari makin goblok saja kok masalah jatah cpns dipersoalkan jangan hanya dududk dibelakang meja trus sekali-kali turun ke daerah
Advertisement

 
Dahlan Iskan
Kalau Rapat, Tidak Perlu Lagi Makanan ...

   
Advertisement
Suryadharma Ali
Terkait Jamaah, Perlu Pertimbangan M ...

Don Kardono
Diplomasi ’’Peci’’ Gaya Niam ...

   
Advertisement
Advertisement