Rabu, 03 September 2014 | 06:46:37
Home / Nasional / Humaniora / Mayoritas Honorer Tertinggal Gagal jadi CPNS

Senin, 03 Oktober 2011 , 01:58:00

Para peserta seleksi tes tertulis CPNS beberapa waktu lalu. Foto: Dok.JPNN
Para peserta seleksi tes tertulis CPNS beberapa waktu lalu. Foto: Dok.JPNN
BERITA TERKAIT

JAKARTA--Lebih dari 70 persen honorer tertinggal kategori satu gagal diangkat CPNS tahun ini. Penyebabnya karena syarat-syarat yang ditetapkan dalam Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) EE Mangindaan No 5 Tahun 2010, tidak terpenuhi.

Menurut Kepala Bagian Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Tumpak Hutabarat, gugurnya honorer tertinggal itu disebabkan karena tidak memenuhi kriteria. Paling banyak adalah syarat pembayaran gaji yang harus berasal dari APBN/APBD. Disusul SK pengangkatan yang  tidak sesuai ketentuan minimal satu tahun bekerja sampai 31 Desember 2005 dan sampai sekarang masih bekerja.

"Kebanyakan yang gugur karena tidak dibayar oleh APBN/APBD. Sementara syarat utama gajinya dibiayai APBN/APBD," kata Tumpak yang dihubungi, Minggu (2/10).

Seperti diketahui, dari data honorer tertinggal kategori satu yang masuk sekitar 152 ribuan, yang dinyatakan memenuhi kriteria hanya 67 ribu. Sebanyak 67 ribu honorer inilah yang akan diangkat CPNS tahun ini tanpa tes.

Terhadap honorer kategori satu yang tidak memenuhi syarat sumber pembayaran gaji, lanjut Tumpak, akan diarahkan ke kategori dua. Dengan demikian mereka bisa mengikuti tes sesama honorer. Itupun dengan syarat tambahan, SK pengangkatannya minimal 1 Januari 2005.

Lebih lanjut dijelaskan, kebijakan pengangkatan tenaga honorer harus berdasarkan pada Peraturan Pemerintah (PP). Untuk tenaga honorer yang masuk dalam kategori satu dan memenuhi kriteria masih menunggu regulasi PP tentang penangkatan honorer menjadi CPNS, yang rencananya terbit bulan ini.

Sedangkan kategori dua, juga menunggu kebijakan pemerintah apakah akan diangkat sebagian, keseluruhan, atau akan tetap menggunakan seleksi sesama tenaga honorer.

"Pengangkatan tenaga honorer ini tidak termasuk atau dikecualikan dalam kebijakan surat keputusan bersama (SKB) tiga menteri tentang moratorium penerimaan PNS  yang telah ada," tandasnya. (esy/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 24.06.2014,
        19:12
        deden,Sos
        Mudah2han k2 yg kurang bulan per januari 2005,bisa didata kembali,karena tidak ada yg murni per januari 2005,manipulasi data karna kedekatan.
      2. 29.10.2011,
        14:19
        YAYUK RATU SEXY DAARI PONOROGO
        AKU BENAR-BENAR KECDEWA DENGAN PEMERINTAH YANG HANYA MEMENTINGKAN UDELE DEWE ! EDAN TENAAAAAAAAAAN
      3. 29.10.2011,
        14:19
        YAYUK RATU SEXY DAARI PONOROGO
        AKU BENAR-BENAR KECDEWA DENGAN PEMERINTAH YANG HANYA MEMENTINGKAN UDELE DEWE ! EDAN TENAAAAAAAAAAN
      4. 15.10.2011,
        21:32
        septian eka putra
        ass.. kepada yth/bapak presiden tolong segera honorer di lampung tengah yg sudah lama bertahun2, tlong segera di angkat trimaksh..wasalam
      5. 11.10.2011,
        10:59
        manduro
        mbok ra usah kakean rengkek to bos lek sir ngangkat ptt-gtt....
        selak keju ngenteni...
        capek capek..
      6. 06.10.2011,
        20:52
        surya indra
        pemerintah harus memperhatikan tenaga honorer yang ada di wilayah perbatasan.khususnya kami di wilayah perbatasan yang slama ini rela kerja meski gaji yang sangt sedikit sekali.tolong diperhatikan
      7. 04.10.2011,
        11:16
        rifairnandi
        klaw misalnya kya gitu terus, kpan tenaga honorer dianggkat jadi pns, sudah bosan nunggu nih.........
      8. 03.10.2011,
        21:03
        bosan jadi pegawai
        hai pak menteri kita ini sudah hbs dengan janji manis jangan sampai kami selaku honorer mogok massal
      9. 03.10.2011,
        19:37
        abdinegara99
        ayo trs diobok' diundur diulur lagi dan lagi, capek hati ngikuti'y honorer dari dulu hingga skrg konstan Indonesia siap jadi Mexico tuan.
      10. 03.10.2011,
        15:33
        anak bangsa
        pada prinsip nya BKN segera terbitkan PP honorer agar kalau pun nama nya TMK harus cari batu loncatan jangan molooooooooor moloooooooooor mulu,,,,,,,uuuuuuuuu