Minggu, 20 April 2014 | 15:17:19

Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get Adobe Flash player

Home / Pendidikan / Pendidikan di Kalbar Belum Penuhi Standar Minimum

Rabu, 05 Oktober 2011 , 12:35:00

RELATED NEWS

PONTIANAK - Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Kalimantan Barat (Kalbar) menggelar Evaluasi Diri Sekolah/Madrasah (EDS/M) di tiga daerah, yakni Sambas, Sanggau dan Kota Pontianak. Hasilnya, pendidik dan tenaga kependidikan belum memenuhi standar pelayanan minimum.

”Hasil analisis terhadap capaian 8 standar nasional pendidikan di Kota Pontianak untuk jenjang Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah berada pada kategori memenuhi Standar Pelayanan Minimal. Tetapi standar pendidik dan tenaga kependidikan belum memenuhi standar pelayanan minimum,” kata Kepala LPMP Kalbar, Suhartono Arham di Pontianak.

Pada jenjang sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah, sebagian besar sekolah telah memenuhi standar pelayanan minimum. Sementara hasil analisis terhadap Kabupaten Sanggau untuk jenjang SD/MI, pada 4 standar yakni isi, proses, kompetensi lulusan dan penilaian, sebagian besar sekolah telah memenuhi Standar Pelayanan Minimum. Tetapi 4 standar lainnya belum memenuhi standar pelayanan miminum.

Pada jenjang SMP/MTs, dari 8 standar yang ada, terdapat 7 standar yang sebagian besar sekolah memenuhi standar pelayanan minimum. Sedangkan 1 standar yaitu pendidik dan tenaga kependidikan, sebagian besar belum memenuhi standar pelayanan minimum.

Pada Kabupaten Sambas, menunjukkan hasil yang sama dengan kabupaten lain yaitu memenuhi standar pelayanan minimum. Namun pada standar pendidik dan tenaga kependidikan belum memenuhi standar pelayanan minimum.
 
Menurut Suhartono, hasil EDS/M ini harus menjadi acuan sekolah dan pemerintah dalam membuat kebijakan peningkatan mutu pendidikan di daerahnya. Hasil dari EDS/M juga menjadi alat evaluasi bermanfaat untuk menilai kinerja sekolah secara internal berdasarkan standar pelayanan minimal dan standar nasional pendidikan.

Kepala Bidang Penjaminan Mutu Pendidikan Menengah dan Tinggi di Pusat Menjaminan Mutu Pendidikan, Reni Yunus mengatakan uji coba pelaksanaan EDS/M di seluruh Indonesia dilaksanakan oleh 29 ribu sekolah. Tetapi hingga Agustus 2011 baru 23.900 sekolah yang menyerahkan hasil EDS/M.
 
Tujuan dari EDS/M ini, lanjut Reni, meningkatkan peran pemerintah membantu sekolah dalam perbaikan mutu pendidikannya. Pemerintah kabupaten/kota harus mendukung perencanaan yang dilakukan sekolah dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan.

“Perencanaan peningkatan mutu pendidikan harus dilakukan bersama-sama antara sekolah, Dinas Pendidikan dan pemerintah daerah,” katanya. (uni)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 06.10.2011,
        01:31
        putra borneo
        Baru nyadar ya... selama ini pada kemana atau pura-pura tidak tahu. data sih sdh bejibun, perbaikannya yg ga ada yg beres. semua pandai hanya pandai bicara, tp ga bs kerja. semua pandai buat proyek. selama msh berorientasi proyek ga akan ada perubahan..data kan sdh banyak, coba duit yg anda pake utk keg yg tdk berguna ini dipakai utk bangun fasilitas sklh atau apa, pasti lbh berguna...

      此页面上的内容需要较新版本的 Adobe Flash Player。

      获取 Adobe Flash Player