Senin, 28 Juli 2014 | 15:19:26
Home / Lifestyle / Pahami Cacat Mata sebelum Operasi

Senin, 14 November 2011 , 13:26:00

BERITA TERKAIT

SEJUMLAH orang mengalami cacat atau kelainan pada mata. Kondisi ini bisa terjadi sejak lahir atau akibat kecelakaan. Nah, salah satu kondisi itu adalah mata juling atau strabismus.

Mata juling ini merupakan kondisi ketika cahaya yang disinarkan ke mata tidak jatuh di tengah kornea. Tetapi meleset tergantung dari derajat strabismus, karena gangguan dari otot-otot yang mempersyarafi pergerakan dari bola mata.

Menurut dr. Aryanti, Sp.M., strabismus dapat disebabkan ketidakseimbangan tarikan otot yang mengendalikan pergerakan mata, kelumpuhan otot, gangguan persyarafan, atau kelainan refraksi yang tidak dikoreksi. Anak-anak yang dilahirkan dari keluarga yang mempunyai riwayat strabismus dalam keluarganya berisiko tinggi menderita strabismus juga.

Gangguan otot-otot dari bola mata atau penyebab mata juling, pertama, gangguan bawaan (keturunan) karena otot-ototnya tidak berfungsi sehingga pergerakannya fokus ke satu arah.

Kedua, karena benturan (pasca kecelakaan). Ketiga, kebutuhan kacamata yang tidak dikoreksi (refaksi) untuk anak-anak yang membutuhkan kacamata min 3 ke atas atau plus 3 ke atas tetapi tidak memakai kacamata atau tak mendapat diagnosis sehingga menyebabkan matanya juling.

Adapun jenis-jenis mata juling yang pertama, satu bola mata memandang lurus ke depan, sementara mata lain ke arah hidung, atau kedua mata melihat ke arah hidung (esotropia). Selanjutnya mata yang satu memandang lurus ke depan, sementara mata lainnya memandang lurus ke arah telinga, atau kedua mata melihat ke arah telinga (eksotropia). Yang ketiga, mata yang satu memandang lurus ke depan, sementara yang lainnya ke arah bawah (hipotropia). Yang keempat, mata yang satu memandang lurus ke depan, sementara yang lainnya ke arah atas (hipertropia).

’’Pada bayi terkadang koordinasi pergerakan bola matanya masih belum bekerja sempurna. Bila ini terjadi pada si kecil, Anda tidak bisa langsung memvonisnya bermata juling. Namun harus terus dipantau apakah ini sementara atau menetap. Bila menetap, harus segera diatasi karena bisa menimbulkan gejala yaitu lazy eyes (amblyopia) atau gangguan penglihatan tanpa didapat kelainan organik pada mata,” kata dokter spesialis mata di ruangan Anggrek RSUD Abdul Moeloek ini.

Ia melanjutkan, penyebab kelainan mata yakni gangguan penglihatan yang signifikan. Misalnya juling, katarak, atau gangguan refraksi. Bila gangguan penglihatan tersebut terjadi pada usia di mana masih terjadi proses pembentukan kualitas tajam penglihatan (di bawah usia 9 tahun), maka tajam penglihatan yang dihasilkan menjadi tidak normal, sehingga penyebabnya harus dicari dan segeraa ditangani.

Lalu, bagaimana penyembuhannya? Tentu dengan operasi. Untuk melakukan operasi, terlebih dahulu harus dipastikan diagnosisnya mata juling disebabkan apa. Solusi untuk mata juling bawaan atau sejak lahir yaitu sedini mungkin diterapi  untuk mendapatkan hasil yang semakin baik. Atau sedini mungkin dilakukan operasi otot lemah yang diperkuat,  atau diperpanjang dan diperpendek dengan pemotongan.

Apabila penyebabnya karena trauma pasca kecelakaan lalu lintas, maka dilakukan observasi selama 3 bulan. Setelah itu barulah dilakukan operasi. ’’Sedangkan pada koreksi refaksi dilakukan pengukuran kacamata. Untuk anak-anak yang melihat kabur, harus sedini mungkin dilakukan pemakaian kacamata sehingga akan membaik,” pungkasnya.  (pen/c1/adi)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar