Kamis, 30 Juli 2015 | 07:05:55

Jumat, 02 Desember 2011 , 20:00:00

Bupati Kukar, Rita Widyasari. Foto: Dok.Kaltim Pos
Bupati Kukar, Rita Widyasari. Foto: Dok.Kaltim Pos
JEMBATAN Tenggarong ambruk. Kabar tragedi Sabtu (26/11) itu langsung menyebar, mengherankan publik. Bupati Kukar, Rita Widyasari, yang hari itu hendak menghadiri resepsi pernikahan Ibas-Aliya, langsung balik badan, terbang lagi ke Kutai Kartanegara (Kukar), Kaltim.

Hampir sepekan berlalu, banyak misteri yang belum terjawab. Desakan publik agar aparat mengungkap siapa yang bertanggung jawab, direspon polisi dengan menelisik pemicu reotnya Golden Gate-nya Kaltim itu.

Sejumlah pihak dimintai keterangan, termasuk Rita yang juga akan dipanggil polisi. Putri mantan Bupati Kukar HR Syaukani ini pun menyatakan kesiapannya berurusan dengan polisi. Dengan raut wajah santai, perempuan berkerudung itu melayani wawancara singkat wartawan JPNN, Herman, di Jakarta, Jumat (2/12). Berikut petikan wawancara itu.

Anda sudah dengar ada rencana pemeriksaan oleh Polri terhadap Ibu terkait ambruknya Jembatan Tenggarong?
O, sudah. Pada prinsipnya saya siap saja untuk mengungkapkan kebenaran di mata hukum. Tapi harus yang prosedural.

Maksudnya?
Ya, kalau mau periksa saya, terlebih dahulu harus izin dengan Presiden. Karena seperti itu aturannya. Yang jelas saya siap saja.

Apa yang Anda harapkan dari pemeriksaan yang akan dilakukan Polri itu?
Saya hanya minta supaya hukum benar-benar ditegakkan. Pengusutan harus benar-benar mengarah ke siapa pihak yang pantas untuk bertanggung jawab. Jadi keputusannya nanti bisa benar-benar adil. Masalahnya, saya sendiri kan tidak pernah pegang yang namanya baut jembatan dan sebagainya.

Soal rehabilitasi, apakah bukan dilakukan Pemkab Kukar?
Itu kan pekerjaannya pusat. Saya sendiri tidak tahu.

Untuk kelancaran lalu lintas, langkah apa yang sudah dilakukan setelah jembatan itu ambruk?
Alhamdulillah, aktivitas lalu lintas sudah mulai lancar. Berkat bantuan dua buah feri penyeberangan dari Kementerian Perhubungan. Mudah-mudahan, pembangunan jembatan nanti berjalan lancar, biar bisa pulih kembali aktivitas ekonomi warga.

Bagaimana dengan para korban beserta keluarganya? Apa yang dilakukan pemerintah untuk mereka?
Untuk yang meninggal, keluarganya dapat santunan Rp 25 juta. Begitupun yang luka-luka. Luka berat dikasih Rp 10 juta, dan luka ringan Rp 5 juta. Secara keseluruhan ada 20 yang meninggal dan 40 yang berhasil diselamatkan. Mereka semua dibantu. Kami juga sebenarnya banyak membantu. Tapi rasanya tidak perlu diekspose besar-besaran untuk bantuan itu.***

Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar