Kamis, 30 Oktober 2014 | 22:13:04
Home / Berita Daerah / Kalsel / Ditabrak Tongkang, Fender Jembatan Rumpiang Miring

Selasa, 06 Desember 2011 , 11:17:00

BERITA TERKAIT

BANJARMASIN - Fender (peredam tabrakan) jembatan Rumpiang di Kabupaten Batola  dilaporkan dalam kondisi miring akibat ditabrak tongkang batubara. Temuan ini terungkap saat Komisi III DPRD Kalsel melakukan kunjungan ke jembatan tersebut.

Sekdaprov Kalsel HM Muchlis Gafuri tak menepis temuan itu. Ia berjanji melakukan koordinasi dengan dinas terkait untuk pengaturan lalu lintas tongkang.

Menurutnya, hal ini  perlu dilakukan untuk mengantisipasi tiang jembatan tak tertabrak tongkang lagi. Masalahnya, saat ini fender jembatan Barito dan Rumpiang sudah mulai rusak, bahkan miring.  Jika fender tak segera diganti, tiang jembatan bisa rusak.

“Kita akan berkoordinasi dengan Dishub dan Adpel Banjarmasin. Bagaimana caranya tongkang batubara ini bisa diatur. Kalau kita lihat, kebanyakan tongkang hanya menggunakan satu kapal pandu di depan,” ungkapnya kepada Radar Banjarmasin, baru-baru ini.

Tongkang yang hanya ditarik satu kapal pandu memang agak susah dikontrol, apalagi jika aliran sungai sedang deras dan pengaruh angin. Tongkang bisa miring dan menabrak fender tiang jembatan. Seperti yang terlihat di Jembatan Rumpiang, fender sudah rusak dan harus segera diganti.
 
“Sebenarnya ini juga jadi perhatian Pemkab Batola. Mereka juga ingin tongkang batu bara ini bisa diatur. Bahkan mereka sedang membahas usulan perda untuk tongkang batubara ini,” imbuhnya.
 
Muchlis juga meminta kepada masyarakat agar tak mengambil baut jembatan. Sebab, jika baut jembatan banyak yang hilang, bisa menurunkan kekuatan jembatan.

“Saya harap masyarakat juga bisa menjaga dan turut memelihara jembatan kita ini. Jangan sampai ada yang usil mengambil baut jembatan, itu membahayakan keamanan pengguna jembatan lain,” harapnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi III DPRD Kalsel, Puar Junaidi meminta fender tersebut segera diperbaiki. “Kita lihat kondisi fender sudah miring, kalau mendengar penjelasan dari pihak Balai Besar, itu dikarenakan tongkang yang menabrak tiang jembatan,” ucapnya.

Ia juga meminta kepada Pemerintah Kabupaten Batola untuk menertibkan pedagang yang berjualan di atas jembatan Barito, terutama pada Sabtu dan Minggu. Jika menimbulkan kemacetan, ini bisa menambah beban jembatan dan mempengaruhi kekuatan konstruksi jembatan katanya. (sip/fuz/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar