Parasut Tak Mengembang, Prajurit Kritis

Parasut Tak Mengembang, Prajurit Kritis
Parasut Tak Mengembang, Prajurit Kritis
DUMAI-Aksi terjun payung TNI dalam rangka latihan gabungan di Kota Dumai diwarnai insiden. Parasut salah seorang prajurit, Praka Hendrik  tidak mengembang saat terjun di ketinggian lebih dari 5.000 kaki.

Beruntung sebelum meluncur ke tanah Hendrik bertabrakan dengan Bimto penerjun sebelumnya yang juga dari Batalion 503. Namun demikian tetap saja Hendrik mendapatkan luka serius setelah meluncur kencang di tanah kosong tanpa payung yang mengembang.

Dan hari itu juga  langsung dirujuk ke Rumah Sakit di Jakarta karena mengalami retak pada tulang ekor. Sementara itu Praka Bimto tidak mendapatkan cidera yang berarti. Kejadian  mengerikan itu terjadi pada Sabtu Pagi (10/12), sekitar pukul 06.00 di areal Lapangan Udara Pinang Kampai Dumai.

Ditemui Dumai Pos (Group JPNN) di ruang perawatan Instalasi Gawat Darurat RSUD Dumai, Praka Bimto menyebutkan tidak mengetahui secara persis kenapa sampai payung Hendrik yang juga seniornya di Batalion 503 Bhayangkara Jatim tersebut tidak mengembang. Bimto adalah penerjun ke 12 sementara Hendrik adalah penerjun ke 13.

DUMAI-Aksi terjun payung TNI dalam rangka latihan gabungan di Kota Dumai diwarnai insiden. Parasut salah seorang prajurit, Praka Hendrik  tidak

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News