20 Ribu Buku untuk Daerah Terpencil

20 Ribu Buku untuk Daerah Terpencil
20 Ribu Buku untuk Daerah Terpencil
JAKARTA – Kurangnya infrastruktur, sarana, dan prasarana pendidikan di daerah terpencil di Indonesia mengundang keprihatinan banyak pihak. PT Kapal Api Global mengadakan aksi sebagai tindak lanjut atas keprihatinan tersebut. Kamis (15/12), produsen kopi terkenal ini memberikan sumbangan 20 ribu buku untuk sekolah-sekolah di daerah terpencil dan pedalaman.

Menurut CEO Kapal Api Global, Ihsan M Putri, luasnya negara Indonesia merupakan tantangan tersendiri dalam bidang pendidikan. “Kurangnya tenaga pengajar, infrastruktur bangunan sekolah yang tidak memadai dan sarana belajar yang minim merupakan masalah utama pendidikan di daerah pelosok Indonesia,” jelasnya.

Ijma Sujiwa, Pengajar Muda dari Yayasan Gerakan Indonesia Mengajar di Desa Belebak, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur menuturkan bahwa di sekolah tempatnya mengajar, buku yang ada merupakan kurikulum 1999. Satu buku dipegang hanya oleh guru selama pelajaran, sedang para murid tidak memiliki buku dan mencatat dari papan tulis.

Dalam kegiatan "Secangkir Semangat untuk Indonesia", Kapal Api bekerja sama dengan Yayasan Gerakan  Indonesia Mengajar - suatu lembaga yang bergerak dalam bidang pendidikan dan banyak berperan dalam mengirimkan pengajar muda ke daerah pelosok Indonesia.

JAKARTA – Kurangnya infrastruktur, sarana, dan prasarana pendidikan di daerah terpencil di Indonesia mengundang keprihatinan banyak pihak.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News