Sabtu, 29 Agustus 2015 | 16:22:20

Jumat, 23 Desember 2011 , 16:35:00

BOGOR—Penghentian sementara atau moratorium penerimaan CPNS diterapkan hingga 2013.  Selama proses moratorium ini, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, mengingatkan masyarakat untuk tidak tertipu calo PNS.

‘’Tidak akan bisa (peluang jadi PNS selama moratorium). Karena salah satu agenda yang dibahas Presiden, beliau ingin penertiban birokrasi, sogok menyogok dan urusan yang berbelit-belit,’’ tegas Gamawan usai rapat kabinet di Istana Bogor, Jumat (23/12).

Jika ada yang tertipu calo PNS, Gamawan menyerukan untuk diselesaikan melalui jalur hukum.’’Itu penipuan. Kami mendorong selesaikan secara hukum saja,’’ katanya.

Gamawan kembali menjelaskan, moratorium PNS diharapkan dapat mengatur kembali kebutuhan aparatur di tingkat daerah. Karena selama ini, banyak daerah yang tidak memiliki konsep yang jelas.  Idealnya, belanja aparatur di daerah hanya sekitar 35-40 persen dari APBD. Namun ada daerah yang belanja aparaturnya di atas 50 persen.

‘’Karena itu kita minta daerah mendata kebutuhan data aparaturnya dan mengirimkannya paling lambat akhir tahun ini. Resikonya, kalau tidak mengajukan maka tidak akan diberikan (kuota CPNS),’’ ungkap Gamawan.

Selain itu Gamawan juga mengkritisi Pemda yang masih saja menerima tenaga honorer. Padahal rekruitmen tenaga honorer sudah ditutup sejak akhir tahun 2005 dengan keluarnya peraturan presiden (Perpres).

‘’Akibatnya ini (honorer) menjadi beban pemerintah pusat. Padahal sudah dilarang. Kita minta stop tidak ada perekrutan (honorer) lagi, karena kita ingin menata birokrasi,’’ tegasnya.(afz/jpnn)

Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar