Rabu, 30 Juli 2014 | 07:58:05
Home / Pendidikan / Pendidikan / Takut Diuji, Guru Dinilai Tak Profesional

Senin, 02 Januari 2012 , 22:33:00

BERITA TERKAIT

JAKARTA — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh menilai bahwa guru yang takut mengikuti ujian kompetensi berarti adalah guru yang tidak profesional. Menurutnya, ketakutan para guru tersebut sangat tidak mendasar.

“Kalau diuji takut begitu, malah kami curiga ada apa sebenarnya? Kalau gurunya takut ikut ujian, lantas bagaimana kualitas muridnya? Kalau guru takut diuji berarti tidak professional,” ungkap Nuh kepada JPNN di Jakarta, Senin (2/1).

Mantan Rektor ITS ini mengatakan, soal yang akan diujikan di dalam uji kompetensi tersebut tentunya akan disesuaikan dengan keahlian dan jenjang pendidikan di mana guru itu mengajar. Selain itu, bahan-bahan materi ujian yang diujikan pun juga disesuaikan dengan mata pelajaran yang sering diajarkan sang guru di sekolah.

“Jangan takut yang berlebihan seperti itu. Nanti kan ujiannya juga disesuaikan. Kalau guru SD, yang diujikan adalah pelajaran-pelajaran yang ada di SD. Kalau guru SMP juga demikian. Tidak mungkin guru SD nanti diuji dengan soal SMA,” jelasnya.

Lebih jauh Nuh menambahkan, guru-guru yang sudah mengajar lebih dari 30 tahun juga tetap wajib mengikuti uji kompetensi jika ingin mendapat sertifiat profesi guru. “Kalau guru yang tua dan sudah mengajar 30 tahunan, ya harus tetap ikut ujian. Kalau dia tidak berkompeten, berarti selama ini ngapain aja? Hak guru pasti akan dipenuhi pemerintah, tapi harus balance dengan kewajibannya,” seru Nuh.

Dengan demikian, Nuh menyampaikan bahwa pentingnya uji kompetensi ini bukan untuk proses mengajar selama satu atau dua tahun saja. Akan tetapi, untuk belasan atau puluhan tahun ke depan. “Kalau gurunya tidak berkompeten, yang kasihan itu bukan gurunya, tapi kasihan muridnya. Guru kalau tidak lulus ujian hanya memikirkan dirinya. Nah, dampaknya terhadap muridnya yang segitu banyak apa tidak lebih kasihan?” tandas Nuh. (cha/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 06.04.2014,
        13:39
        check this out now
        YZtNYR Very good post.Much thanks again. Fantastic. From mobile
      2. 16.08.2012,
        11:13
        SETOSETO
        mari kita merekaferi ingatan kita tentang rekrutmen tenaga pendidik
      3. 11.01.2012,
        22:08
        Harmaji
        Uji kompetensi untuk mengukur kualitas guru, tetapi sebaiknya bagi guru yang sudah lulus jalur portofolio sebaiknya juga ada uji kompetensi.
      4. 09.01.2012,
        10:48
        raden dhamar besari
        Dana TPP guru mencair dengan gak jelas, ada yang di Bank BRI, BNI 46, Mandiri dll, ini maksdunya apa, memang ini money politik, jadi uang tak ber
      5. 08.01.2012,
        08:40
        Addy BS
        Ujian Kompetensi ibarat jala yg harus segera disebarkan dlm lautan sekolah,sehingga betul2 mendapatkan hasil(guru)yg berkualitas dan menjamin outputnya(siswa) mampu bersaing dlm dunia kerja nanti.Ujian Kompetensi utk Sertifikasi guru adlh Strategi yg bagus dr bapak menteri pendidikan. Proficiat bpk menteri.
      6. 06.01.2012,
        19:49
        wendy
        Tentara dapat tambahan gaji remunerasi tidak ada ujian, nggak ada yg usil.
      7. 06.01.2012,
        10:27
        Wimar
        setuju. asal pelaks n alatnya trbukti jga valid. so hasilnya bner2 mencerminkan kemampuan sesungguhnya. N ngga merugikan pserta yg bnr2 kompten
      8. 06.01.2012,
        07:19
        Kamal
        Pantas saja timbul keresahan karena tidak ada sosialisasi tentang ujian kompetensi guru. Muncul diberita-berita dengan berbagai penafsiran masing-masing. Contoh; anak sd ada ujian diakhir sekolah (waktunya 6 thn sekali), smp waktunya 3 thn sekali nah kalau guru apa setiap tahun.
      9. 06.01.2012,
        07:19
        Kamal
        Pantas saja timbul keresahan karena tidak ada sosialisasi tentang ujian kompetensi guru. Muncul diberita-berita dengan berbagai penafsiran masing-masing. Contoh; anak sd ada ujian diakhir sekolah (waktunya 6 thn sekali), smp waktunya 3 thn sekali nah kalau guru apa setiap tahun.
      10. 06.01.2012,
        02:09
        arif
        setujuu...
        setuju...