Sabtu, 25 Mei 2013 | 11:50:04
Home / Pendidikan / Pendidikan / Takut Diuji, Guru Dinilai Tak Profesional

Senin, 02 Januari 2012 , 22:33:00

RELATED NEWS

JAKARTA — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh menilai bahwa guru yang takut mengikuti ujian kompetensi berarti adalah guru yang tidak profesional. Menurutnya, ketakutan para guru tersebut sangat tidak mendasar.

“Kalau diuji takut begitu, malah kami curiga ada apa sebenarnya? Kalau gurunya takut ikut ujian, lantas bagaimana kualitas muridnya? Kalau guru takut diuji berarti tidak professional,” ungkap Nuh kepada JPNN di Jakarta, Senin (2/1).

Mantan Rektor ITS ini mengatakan, soal yang akan diujikan di dalam uji kompetensi tersebut tentunya akan disesuaikan dengan keahlian dan jenjang pendidikan di mana guru itu mengajar. Selain itu, bahan-bahan materi ujian yang diujikan pun juga disesuaikan dengan mata pelajaran yang sering diajarkan sang guru di sekolah.

“Jangan takut yang berlebihan seperti itu. Nanti kan ujiannya juga disesuaikan. Kalau guru SD, yang diujikan adalah pelajaran-pelajaran yang ada di SD. Kalau guru SMP juga demikian. Tidak mungkin guru SD nanti diuji dengan soal SMA,” jelasnya.

Lebih jauh Nuh menambahkan, guru-guru yang sudah mengajar lebih dari 30 tahun juga tetap wajib mengikuti uji kompetensi jika ingin mendapat sertifiat profesi guru. “Kalau guru yang tua dan sudah mengajar 30 tahunan, ya harus tetap ikut ujian. Kalau dia tidak berkompeten, berarti selama ini ngapain aja? Hak guru pasti akan dipenuhi pemerintah, tapi harus balance dengan kewajibannya,” seru Nuh.

Dengan demikian, Nuh menyampaikan bahwa pentingnya uji kompetensi ini bukan untuk proses mengajar selama satu atau dua tahun saja. Akan tetapi, untuk belasan atau puluhan tahun ke depan. “Kalau gurunya tidak berkompeten, yang kasihan itu bukan gurunya, tapi kasihan muridnya. Guru kalau tidak lulus ujian hanya memikirkan dirinya. Nah, dampaknya terhadap muridnya yang segitu banyak apa tidak lebih kasihan?” tandas Nuh. (cha/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
    1. 16.08.2012,
      11:13
      SETOSETO
      mari kita merekaferi ingatan kita tentang rekrutmen tenaga pendidik
    2. 11.01.2012,
      22:08
      Harmaji
      Uji kompetensi untuk mengukur kualitas guru, tetapi sebaiknya bagi guru yang sudah lulus jalur portofolio sebaiknya juga ada uji kompetensi.
    3. 09.01.2012,
      10:48
      raden dhamar besari
      Dana TPP guru mencair dengan gak jelas, ada yang di Bank BRI, BNI 46, Mandiri dll, ini maksdunya apa, memang ini money politik, jadi uang tak ber
    4. 08.01.2012,
      08:40
      Addy BS
      Ujian Kompetensi ibarat jala yg harus segera disebarkan dlm lautan sekolah,sehingga betul2 mendapatkan hasil(guru)yg berkualitas dan menjamin outputnya(siswa) mampu bersaing dlm dunia kerja nanti.Ujian Kompetensi utk Sertifikasi guru adlh Strategi yg bagus dr bapak menteri pendidikan. Proficiat bpk menteri.
    5. 06.01.2012,
      19:49
      wendy
      Tentara dapat tambahan gaji remunerasi tidak ada ujian, nggak ada yg usil.
    6. 06.01.2012,
      10:27
      Wimar
      setuju. asal pelaks n alatnya trbukti jga valid. so hasilnya bner2 mencerminkan kemampuan sesungguhnya. N ngga merugikan pserta yg bnr2 kompten
    7. 06.01.2012,
      07:19
      Kamal
      Pantas saja timbul keresahan karena tidak ada sosialisasi tentang ujian kompetensi guru. Muncul diberita-berita dengan berbagai penafsiran masing-masing. Contoh; anak sd ada ujian diakhir sekolah (waktunya 6 thn sekali), smp waktunya 3 thn sekali nah kalau guru apa setiap tahun.
    8. 06.01.2012,
      07:19
      Kamal
      Pantas saja timbul keresahan karena tidak ada sosialisasi tentang ujian kompetensi guru. Muncul diberita-berita dengan berbagai penafsiran masing-masing. Contoh; anak sd ada ujian diakhir sekolah (waktunya 6 thn sekali), smp waktunya 3 thn sekali nah kalau guru apa setiap tahun.
    9. 06.01.2012,
      02:09
      arif
      setujuu...
      setuju...
    10. 05.01.2012,
      21:51
      Murni
      Apapun alasannya Uji Kompetensi adalah jalan terbaik untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Guru berkualitas pasti tidak takut.
    11. 05.01.2012,
      15:50
      miyambow
      saya setuju sekali jika guru hrs ikut ujian sertifikasi, yang nggak ikut sangat diragukan dgn ijazahnya apakah dia seorang guru atau bukan..hehe
    12. 05.01.2012,
      09:04
      Nonon
      Guru yang sudah lulus sertifikasi masih banyak jg yg cara mengajarnya ga berkualitas..Gaji tambah besar kinerja tetap aja ga ada kenaikan kualitas, ttp santa2 sj..prlu dites kompetensi lg..ga lulus ya dihentikan sj tunjangan profesionalnya..buang2 duit sj..
    13. 04.01.2012,
      21:32
      pecat aja
      guru yg penting moralnya baik,jujur,disiplin,nggak usah pinter2 nanti ujung2nya duit.
    14. 04.01.2012,
      13:20
      EDI PURWANTO
      Betul Bapak menteri, guru hanya jangan dominan di depan siswanya seperti diktator. Guru yang berkualitas pasti bilang siapa takut
    15. 04.01.2012,
      11:42
      muntaha
      guru tidak harus terima enaknya saja, harus punya kualitas yang mumpuni agar anak didiknya bisa berkualitas.
    16. 04.01.2012,
      11:16
      suroso
      Uji kompetensi sangatlah perlu bagi guru-guru, untuk mengetahui sejauh mana keprofesional guru tersebut dalam meningkat keilmuannya.
    17. 03.01.2012,
      20:45
      ketut surnadarmaja
      Seorang guru sudah umur lima puluhan apalagi bergelut dengan anak-anak saya kira pantas diuji, namun ujian haruslah selektif jangan hanya melihat ujian tulis saja perhatikan yang lain. Supaya jangan kayak sertifikasi guru yang ikut plpg termasuk ikut paraktek mengajar dan hasil baik tidak lulus, sedangkan yang tidak ikut karena masuk rumah sakit bisa lulus, apa itu yang harus jadi tauladan, terima kasih.
    18. 03.01.2012,
      20:43
      mas abaz
      seharusnya menterinya diuji kopetensi lebih dahulu
    19. 03.01.2012,
      19:58
      ga takut pa mntri, ga adakh yg lebih penting ?
      Para pjabt yg skrg pinter2 dulu sekolah gurunya ga diuji kompetnsi...tapi bpak2 pjbt bisa pintr, skrg dah pintr lupa sjrhnya
    20. 03.01.2012,
      18:57
      Rahmat Permana, S.Pd
      Kenapa mesti takut Pak mentri? Guru yang profesional kan harus selalu diuji tentu saja yang berhubungan dengan kompetensinya kan....
    21. 03.01.2012,
      18:39
      belitut ngurah
      Abrakadaba Pak menteri,uji kompetensi....siapa takut?lanjutkan rencana Pak menteri kami guru sioh okey okey aja
    22. 03.01.2012,
      17:57
      Abdul Kadir,S.Pd, M.Pd
      Teman2 guru sebaiknya tidak perlu takut untuk mengikuti uij kompetensi. Dengan uji kompetensi tersebut kita dapat mengukur kualitas diri kita.
    23. 03.01.2012,
      09:15
      karmani S.Pd
      guru yang takut diuji berarti tidak siap jadi guru yang profesional ya ndak perlu terima jatah sertiifikasi
    24. 03.01.2012,
      01:50
      Wina
      Jengkel juga Lihat Guru yg Bersertifikasi Ngajarnya tetap Kamoungan.... Gak Pantes blaasss....