JAKARTA - Sambungan internet sekolah dalam rangka Program Jaringan Pendidikan Nasional (Jardiknas) tahun ini sedikit terganggu. Soalnya, anggaran khusus dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk Jardiknas masih ditahan DPR. Selama setahun, anggaran yang dikelola untuk Jardiknas ini mencapai Rp 162 miliar.
Program Jardiknas selama ini dijalankan oleh Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Pusetekom) Kemendikbud. Kapustekom Kemendikbud Ari Santoso mengatakan, pihaknya harus memutar utak dengan keputusan DPR yang menahan duit Jardiknas ini. "Dalam APBN, pos anggaran Jardiknas ini diberi tanda bintang (tanda tidak dicairkan dulu, Red)," ujarnya.
Ari mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan sikap DPR yang menunda dulu pengucuran dana untuk Jardiknas ini. Ketika diputuskan dana Jardiknas ditunda pencairannya, Ari menjelaskan pihaknya langsung putar otak. Dia mengatakan harus mencari alternatif pembiayaan.
Akhirnya, untuk sementara anggaran Jardiknas dipasrahkan ke masing-masing sekolah. Caranya, pihak sekolah diperbolehkan menggunakan dana BOS untuk keperluan Jardiknas. Ari menuturkan, sekolah bisa mengalokasikan dana BOS untuk membeli modem atau membayar langganan internet untuk kepentingan pembelajaran.
Ari menjelaskan, program Jardiknas ini cukup beragam. Diantara manfaat Jardiknas ini adalah, sambungan internet di beberapa sekolah dasar, menengah, hingga tinggi. Menurut Ari, akses internet di sekolah-sekolah yang sebelumnya didanai duit Jardiknas tidak boleh berhenti meski anggaran belum bisa dikucurkan.
Keberadaan akses internet di sekolah-sekolah ini penting karena digunakan untuk akses pendidikan jarak jauh. Seperti mengikuti pelajaran lewat http://belajar.kemdiknas.go.id.
Pemanfaatan internet di sekolah-sekolah yang terhubung dalam sambungan Jardiknas lainnya adalah, untuk men-download buku-buku pelajaran dalam format digital atau Buku Sekolah Elektronik (BSE). "Jika internetnya mandeg, tentu pembelajaran berbasis TIK terhambat," kata dia.
Ari juga mengatakan, keberadaan Jardiknas ini terus dikembangkan. Diantaranya untuk streaming beberapa perguruan tinggi negeri dengan Kemendikbud di Jakarta. Berbagai manfaat bisa diambil dalam streaming ini. Diantaranya untuk memantau pelaksanaan SNMPTN (seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri) serta koreksi Unas (Ujian Nasional) secara real time.
Catatan terakhir, saat ini sudah ada ribuan institusi pendidikan yang sudah terhubung Jardiknas. Rinciannya adalah untuk tingkat SD sebanyak 6.069 unit, MI (569), SMP (7.405), MTs (1.9278), SMA (4.632), SMK (3.404), MA (1.216), PTN (54), dinas pendidikan provinsi (33), dinas pendidikan kabupaten/kota (497), dan UPT Kemendikbud di pusat dan daerah (117). (wan)
Juan
uang rakyat untuk rakyat.... dari rakyat buat rakyat.... rakyat pintar negara pun makmur... tetapi kalau seperti ini .... yang kaya makin kaya
19.02.2012, 17:02
Eri Budiman
kayak nggak tau aja DPR, kalau urusan Pendidikan, banyak alasan dan di persulit,tapi kalau urusan jalan yg pakai duit rakyat ya ok ok aja..
16.02.2012, 11:07
bunga
ganti aja jangan wakil rakyat ganti dengan wakil bangat, klau wakil rakyat kasian rakyat karena segala fasilitas dan hidup mewah cukup diwakili
14.02.2012, 12:07
bedjo
kalau semua anggota dewan yang merasa terhormat tidak bisa membatu program untuk memajukan bangsa, apa mereka semua dah lupa ya jika pernah sekolah ??? dan jangan pernah menyalahkan siapapun apa bila nantinya pada pilih golput..!!!@???
14.02.2012, 10:18
anton
Jika urusan TOILET anggota DPR sangat paham, tp jk urusan INTERNET anggota DPR-kan pd Gaptek
14.02.2012, 10:16
Moharras
baru di nikmati 5 bulan tapi malah dah diputus...sudahlah dapat jatah dynamic ip address eh skarg malah lg tak dinikmati...
13.02.2012, 13:00
ediansyah
sangat disayangkan....program yg sudah berjalan lebih dari 5 thn akan dihentikan karna biaya anggarannya yg diajukan ditahan oleh DPR RI...
11.02.2012, 07:40
DPR ( dewan pemeras rakyat )
Aduh.....Aduh.....Knapa Jadi Ribut Smua Sih.....Ngk Usah Di Urusin Tuh DPR..... Biar Aja Semaunya.... Allah Melihat Semuanya..... Tenang Saja.
07.02.2012, 13:33
aco
wah.... kasian, antemikamma (bagaiman), klo anggaran untuk pembangunan dpr itu cepat sekali di setujui, tapi klo anggaran untuk pendidikan tunggu
06.02.2012, 14:25
muhammad yusuf Ln
jangan salahkan anggota DPRnya salahkan diri sendiri yang nyoblos wakil rakyat yang tidak berakhlak. makanya klo mau pilih wakil pilih yang latar belakanya ORANG JUJUR. dan buat WAKIL RAKYAT yang telah kami pilih Fikirkanlah masa depan anak sekolah (Tunas Bangsa mu) jangan biarkan negara kita tertinggal karena anggarannya kalian tahan untuk pembelajaran.
03.02.2012, 20:47
Henci Ibrahim,S.Pd
DPR sdh slesai menangis didpn Rkyat untuk diplh dgn alasan mewkili rkyat , tapi pd kenyataannya bohong hanya mmras negara memprkaya diri.sdh buta
03.02.2012, 11:44
lilik
Gemana nih pemerintah.. ojo meneng wae.. mangan gaji buta
03.02.2012, 08:55
Santos
tahun depan G-O-L-P-U-T aja, gak ada guna tu anggota DPR dipilih...cuma bisa habisin uang rakyat...sangsi sosial lebih berat bung...
03.02.2012, 00:48
ahmad
uang internet sekolah buat beli kursi di ruang banggar yang satunya 24jt rupiah.jd mereka pengin menikmati kemewahan mumpung masih jd anggota DPR
30.01.2012, 13:53
hasan hidayat
Alhamdulillah saya selalu jadi golput sejak awal bisa memilihh. kalo milih kayanya ikut andil dalam kekacauan dan keculasan para anggota DPR...,
28.01.2012, 16:54
Sugriwo
DPR lagi DPR lagi....., mudah2an cepet di bubarin aja,... amin
26.01.2012, 12:54
Lutfi
DPR tidak mengerti rakyatnya, padahal Internet untuk sekolah sangat bermanfaat sekali... Mengapa ada anggaran untuk membangun TOILET???? Sungguh Keterlaluan, Wakil Rakyat Sekarang... GOLPUT tahun depan.
26.01.2012, 10:16
chaeful
otak dpr itu otak cawet kok, gak pernah namanya mikirin rakyat, perut ente aja para di gedein kaya cut pat kai
26.01.2012, 00:58
imso
mudah mudahan wakil kita tidak tega untuk mengucapkan 'WANI PIRO' sebelum membuat keputusan
25.01.2012, 20:40
EKI
cz zaman mrk skolah dulu blm knal yg namanya internet jd dianggap ga penting,,lbih penting mrk anggarkan utk area parkir,,rehab toilet,n dikanton
25.01.2012, 08:58
Pakne Litta
Mungkin salah kita juga. Pilih wakil rakyat tdk menggunakan 'pertimbangan nalar' tapi 'pertimbangan nakal'. Mis: pilih orang, yg bisa kasih uang.
25.01.2012, 07:59
andex vacha
aneh ya para pejabat di neg ini, buat angg yg dak manfaat bisa cepat cairny kok dana yg bermanfaat bagi masyrkt d pend dl..... why...?????
25.01.2012, 06:51
Darsono Resadikara
Mudah2an karena hal-hal yang masuk akal (bukan akal2an), jangan dialihkan untuk anggaran renov banggar, ruang korupsi/komisi, atau f'litas k'ja
efan
dana skul net ditahan buat membangun kantor DPR,toilet, cetak kalender..n lain lain....ha..ha..ha..
22.01.2012, 18:49
Waji, S.Pd
Sikap DPR yang menahan dana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sangat disayangkan, apalagi menjelang UN.
21.01.2012, 22:47
GUSTAF
Sabarrrrrrrr........ berhenti sejenak... lalu kita pikirkan bersama langkah yang mesti di lakukann.., Pasti ada jalan....
21.01.2012, 21:58
Ahmad
Masya Alllah, benar juga kata orang bahwa dunia politik itu busuk.Akhirnya melahirkan DPR yang mengaku wakil Rakyat, yang memikirkan dirinya saja
21.01.2012, 18:48
ecy
wah, gimana mau mau pendidikan kita kalo internet ga bisa diakses dari sekolah mah atuh..... mana siswa2 mau ikutan snmptn yang daftarnya kan OL
21.01.2012, 17:14
Barakatak
Lieur mikiran DPR mah, mendingan beli obat kuat dari pd buat pendidikan, katanya...
21.01.2012, 12:50
rozi
bubarkan saja dpr kita, gak perlu wakil-wakilan. negara sudah bejat. ini contoh negara tidak mau diteruskan generasi yang mumpuni krn ada internt
21.01.2012, 08:38
adity
jadi nyesel, knapa dulu ikut nyoblos..... Akhirrrrr Zamaaaaaaaan..!
21.01.2012, 07:57
helmi
waah parah.. padahal disekolah kami baru dipasang tanggal 30 Nov 2011, kok udah diputus.. untuk kepentingan yang menjangkau kebutuhan pendidikan masyarakat luas harusnya diprioritaskan, mbokya DPR lebih peka dan tambah cerdas dong..
20.01.2012, 17:00
irman
untuk renovasi aja sampe 20M lah untuk bangsa masa di tahan....emang ga punya OTAK!!!! mikitnya pake TAI AYAM!!!!
20.01.2012, 10:50
Boy
Giliran untuk pendidikan, DPR mempersulit, tp kalo untuk kepentingan pribadi, berapapun duit, lewaaat....udah gak respek sama DPR!!!
20.01.2012, 10:12
febry
bnyk yg msih ngggur tuh pak mhsiswa jardiknas.............
20.01.2012, 10:09
edi
kasihan pendidikan kita,, selalu di anak tirikan ama DPR...
20.01.2012, 09:24
TNT
Emang dasar ANJENK semua tuh anggota DPR...!!!
20.01.2012, 01:57
ujang hape
Bukan hanya Internet (langganan daya dan jasa), tapi hampir semua jenis belanja...kena....bintang ().
Fadli Ghifari
waduh...gmn yach mo maju generasi penerus klo semuanya ditahan,itu kan sangat mendukung sekali memang dasar...pd kemana pikiranya yach...klo utk mereka puluhan milyar koq bisa2 saja...
19.01.2012, 18:25
Dar Al Fadly
Betul-betul parah Negara kita. Para Petinggi kita yang seharusnya benar-benar menjadi wakil rakyat malah perlahan membunuh generasi bangsa.
19.01.2012, 16:43
jusman
wah.... parah betul yang namanya DPR itu, otaknya mereka itu dimanakah. kalau anggaran untuk intern mereka (pembuatan wc, pengharum ruangan, pembelian kursi and pembuatan kalender) itu ada, tapi anggaran untuk pendidikan dihapus.
19.01.2012, 13:01
muhammad makmur hasan
Sedihnya pang, upadahal untuk dunia pendidikan. yah mau diapalah namanya juga pemberian kita,