Kamis, 23 Februari 2012  
   
PENDIDIKAN - PENDIDIKAN
Rabu, 18 Januari 2012 , 04:24:00

JAKARTA - Sambungan internet sekolah dalam rangka Program Jaringan Pendidikan Nasional (Jardiknas) tahun ini sedikit terganggu. Soalnya, anggaran khusus dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk Jardiknas masih ditahan DPR. Selama setahun, anggaran yang dikelola untuk Jardiknas ini mencapai Rp 162 miliar.
 
Program Jardiknas selama ini dijalankan oleh Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Pusetekom) Kemendikbud. Kapustekom Kemendikbud Ari Santoso mengatakan, pihaknya harus memutar utak dengan keputusan DPR yang menahan duit Jardiknas ini. "Dalam APBN, pos anggaran Jardiknas ini diberi tanda bintang (tanda tidak dicairkan dulu, Red)," ujarnya.

Ari mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan sikap DPR yang menunda dulu pengucuran dana untuk Jardiknas ini. Ketika diputuskan dana Jardiknas ditunda pencairannya, Ari menjelaskan pihaknya langsung putar otak. Dia mengatakan harus mencari alternatif pembiayaan.

Akhirnya, untuk sementara anggaran Jardiknas dipasrahkan ke masing-masing sekolah. Caranya, pihak sekolah diperbolehkan menggunakan dana BOS untuk keperluan Jardiknas. Ari menuturkan, sekolah bisa mengalokasikan dana BOS untuk membeli modem atau membayar langganan internet untuk kepentingan pembelajaran.

Ari menjelaskan, program Jardiknas ini cukup beragam. Diantara manfaat Jardiknas ini adalah, sambungan internet di beberapa sekolah dasar, menengah, hingga tinggi. Menurut Ari, akses internet di sekolah-sekolah yang sebelumnya didanai duit Jardiknas tidak boleh berhenti meski anggaran belum bisa dikucurkan.

Keberadaan akses internet di sekolah-sekolah ini penting karena digunakan untuk akses pendidikan jarak jauh. Seperti mengikuti pelajaran lewat http://belajar.kemdiknas.go.id.

Pemanfaatan internet di sekolah-sekolah yang terhubung dalam sambungan Jardiknas lainnya adalah, untuk men-download buku-buku pelajaran dalam format digital atau Buku Sekolah Elektronik (BSE). "Jika internetnya mandeg, tentu pembelajaran berbasis TIK terhambat," kata dia.

Ari juga mengatakan, keberadaan Jardiknas ini terus dikembangkan. Diantaranya untuk streaming beberapa perguruan tinggi negeri dengan Kemendikbud di Jakarta. Berbagai manfaat bisa diambil dalam streaming ini. Diantaranya untuk memantau pelaksanaan SNMPTN (seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri) serta koreksi Unas (Ujian Nasional) secara real time.
 
Catatan terakhir, saat ini sudah ada ribuan institusi pendidikan yang sudah terhubung Jardiknas. Rinciannya adalah untuk tingkat SD sebanyak 6.069 unit, MI (569), SMP (7.405), MTs (1.9278), SMA (4.632), SMK (3.404), MA (1.216), PTN (54), dinas pendidikan provinsi (33), dinas pendidikan kabupaten/kota (497), dan UPT Kemendikbud di pusat dan daerah (117). (wan)

RELATED NEWS


Komentar (46)

Nama :
Email :
Komentar :
  1. 22.02.2012,
    17:17
    Juan
    uang rakyat untuk rakyat.... dari rakyat buat rakyat.... rakyat pintar negara pun makmur... tetapi kalau seperti ini .... yang kaya makin kaya
  2. 19.02.2012,
    17:02
    Eri Budiman
    kayak nggak tau aja DPR, kalau urusan Pendidikan, banyak alasan dan di persulit,tapi kalau urusan jalan yg pakai duit rakyat ya ok ok aja..
  3. 16.02.2012,
    11:07
    bunga
    ganti aja jangan wakil rakyat ganti dengan wakil bangat, klau wakil rakyat kasian rakyat karena segala fasilitas dan hidup mewah cukup diwakili
  4. 14.02.2012,
    12:07
    bedjo
    kalau semua anggota dewan yang merasa terhormat tidak bisa membatu program untuk memajukan bangsa, apa mereka semua dah lupa ya jika pernah sekolah ??? dan jangan pernah menyalahkan siapapun apa bila nantinya pada pilih golput..!!!@???
  5. 14.02.2012,
    10:18
    anton
    Jika urusan TOILET anggota DPR sangat paham,
    tp jk urusan INTERNET anggota DPR-kan pd Gaptek
  6. 14.02.2012,
    10:16
    Moharras
    baru di nikmati 5 bulan tapi malah dah diputus...sudahlah dapat jatah dynamic ip address eh skarg malah lg tak dinikmati...
  7. 13.02.2012,
    13:00
    ediansyah
    sangat disayangkan....program yg sudah berjalan lebih dari 5 thn akan dihentikan karna biaya anggarannya yg diajukan ditahan oleh DPR RI...
  8. 11.02.2012,
    07:40
    DPR ( dewan pemeras rakyat )
    Aduh.....Aduh.....Knapa Jadi Ribut Smua Sih.....Ngk Usah Di Urusin Tuh DPR..... Biar Aja Semaunya.... Allah Melihat Semuanya..... Tenang Saja.
  9. 07.02.2012,
    13:33
    aco
    wah.... kasian, antemikamma (bagaiman), klo anggaran untuk pembangunan dpr itu cepat sekali di setujui, tapi klo anggaran untuk pendidikan tunggu
  10. 06.02.2012,
    14:25
    muhammad yusuf Ln
    jangan salahkan anggota DPRnya salahkan diri sendiri yang nyoblos wakil rakyat yang tidak berakhlak. makanya klo mau pilih wakil pilih yang latar belakanya ORANG JUJUR. dan buat WAKIL RAKYAT yang telah kami pilih Fikirkanlah masa depan anak sekolah (Tunas Bangsa mu) jangan biarkan negara kita tertinggal karena anggarannya kalian tahan untuk pembelajaran.
  11. 03.02.2012,
    20:47
    Henci Ibrahim,S.Pd
    DPR sdh slesai menangis didpn Rkyat untuk diplh dgn alasan mewkili rkyat , tapi pd kenyataannya bohong hanya mmras negara memprkaya diri.sdh buta
  12. 03.02.2012,
    11:44
    lilik
    Gemana nih pemerintah.. ojo meneng wae.. mangan gaji buta
  13. 03.02.2012,
    08:55
    Santos
    tahun depan G-O-L-P-U-T aja, gak ada guna tu anggota DPR dipilih...cuma bisa habisin uang rakyat...sangsi sosial lebih berat bung...
  14. 03.02.2012,
    00:48
    ahmad
    uang internet sekolah buat beli kursi di ruang banggar yang satunya 24jt rupiah.jd mereka pengin menikmati kemewahan mumpung masih jd anggota DPR
  15. 30.01.2012,
    13:53
    hasan hidayat
    Alhamdulillah saya selalu jadi golput sejak awal bisa memilihh. kalo milih kayanya ikut andil dalam kekacauan dan keculasan para anggota DPR...,
  16. 28.01.2012,
    16:54
    Sugriwo
    DPR lagi DPR lagi.....,
    mudah2an cepet di bubarin aja,...
    amin
  17. 26.01.2012,
    12:54
    Lutfi
    DPR tidak mengerti rakyatnya, padahal Internet untuk sekolah sangat bermanfaat sekali...
    Mengapa ada anggaran untuk membangun TOILET????
    Sungguh Keterlaluan, Wakil Rakyat Sekarang... GOLPUT tahun depan.
  18. 26.01.2012,
    10:16
    chaeful
    otak dpr itu otak cawet kok, gak pernah namanya mikirin rakyat, perut ente aja para di gedein kaya cut pat kai
  19. 26.01.2012,
    00:58
    imso
    mudah mudahan wakil kita tidak tega untuk mengucapkan 'WANI PIRO' sebelum membuat keputusan
  20. 25.01.2012,
    20:40
    EKI
    cz zaman mrk skolah dulu blm knal yg namanya internet jd dianggap ga penting,,lbih penting mrk anggarkan utk area parkir,,rehab toilet,n dikanton
  21. 25.01.2012,
    08:58
    Pakne Litta
    Mungkin salah kita juga. Pilih wakil rakyat tdk menggunakan 'pertimbangan nalar' tapi 'pertimbangan nakal'. Mis: pilih orang, yg bisa kasih uang.
  22. 25.01.2012,
    07:59
    andex vacha
    aneh ya para pejabat di neg ini, buat angg yg dak manfaat bisa cepat cairny kok dana yg bermanfaat bagi masyrkt d pend dl..... why...?????
  23. 25.01.2012,
    06:51
    Darsono Resadikara
    Mudah2an karena hal-hal yang masuk akal (bukan akal2an), jangan dialihkan untuk anggaran renov banggar, ruang korupsi/komisi, atau f'litas k'ja
  24. 24.01.2012,
    16:19
    adinaari
    itulah DPR kita (=Dewan Perampok Rakyat)
  25. 24.01.2012,
    16:19
    adinaari
    itulah DPR kita (=Dewan Perampok Rakyat)
  26. 24.01.2012,
    07:56
    MARZUKI-GALI
    DPR ngakunya sih wakil rakyat, taunya wakil BANGSAT
  27. 22.01.2012,
    20:01
    efan
    dana skul net ditahan buat membangun kantor DPR,toilet, cetak kalender..n lain lain....ha..ha..ha..
  28. 22.01.2012,
    18:49
    Waji, S.Pd
    Sikap DPR yang menahan dana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sangat disayangkan, apalagi menjelang UN.
  29. 21.01.2012,
    22:47
    GUSTAF
    Sabarrrrrrrr........ berhenti sejenak... lalu kita pikirkan bersama langkah yang mesti di lakukann.., Pasti ada jalan....
  30. 21.01.2012,
    21:58
    Ahmad
    Masya Alllah, benar juga kata orang bahwa dunia politik itu busuk.Akhirnya melahirkan DPR yang mengaku wakil Rakyat, yang memikirkan dirinya saja
  31. 21.01.2012,
    18:48
    ecy
    wah, gimana mau mau pendidikan kita kalo internet ga bisa diakses dari sekolah mah atuh..... mana siswa2 mau ikutan snmptn yang daftarnya kan OL
  32. 21.01.2012,
    17:14
    Barakatak
    Lieur mikiran DPR mah, mendingan beli obat kuat dari pd buat pendidikan, katanya...
  33. 21.01.2012,
    12:50
    rozi
    bubarkan saja dpr kita, gak perlu wakil-wakilan. negara sudah bejat. ini contoh negara tidak mau diteruskan generasi yang mumpuni krn ada internt
  34. 21.01.2012,
    08:38
    adity
    jadi nyesel, knapa dulu ikut nyoblos..... Akhirrrrr Zamaaaaaaaan..!
  35. 21.01.2012,
    07:57
    helmi
    waah parah.. padahal disekolah kami baru dipasang tanggal 30 Nov 2011, kok udah diputus.. untuk kepentingan yang menjangkau kebutuhan pendidikan masyarakat luas harusnya diprioritaskan, mbokya DPR lebih peka dan tambah cerdas dong..
  36. 20.01.2012,
    17:00
    irman
    untuk renovasi aja sampe 20M lah untuk bangsa masa di tahan....emang ga punya OTAK!!!! mikitnya pake TAI AYAM!!!!
  37. 20.01.2012,
    10:50
    Boy
    Giliran untuk pendidikan, DPR mempersulit, tp kalo untuk kepentingan pribadi, berapapun duit, lewaaat....udah gak respek sama DPR!!!
  38. 20.01.2012,
    10:12
    febry
    bnyk yg msih ngggur tuh pak mhsiswa jardiknas.............
  39. 20.01.2012,
    10:09
    edi
    kasihan pendidikan kita,, selalu di anak tirikan ama DPR...
  40. 20.01.2012,
    09:24
    TNT
    Emang dasar ANJENK semua tuh anggota DPR...!!!
  41. 20.01.2012,
    01:57
    ujang hape
    Bukan hanya Internet (langganan daya dan jasa), tapi hampir semua jenis belanja...kena....bintang ().
  42. 19.01.2012,
    21:05
    sira
    semogabaik
  43. 19.01.2012,
    19:04
    Fadli Ghifari
    waduh...gmn yach mo maju generasi penerus klo semuanya ditahan,itu kan sangat mendukung sekali memang dasar...pd kemana pikiranya yach...klo utk mereka puluhan milyar koq bisa2 saja...
  44. 19.01.2012,
    18:25
    Dar Al Fadly
    Betul-betul parah Negara kita.
    Para Petinggi kita yang seharusnya benar-benar menjadi wakil rakyat malah perlahan membunuh generasi bangsa.
  45. 19.01.2012,
    16:43
    jusman
    wah.... parah betul yang namanya DPR itu, otaknya mereka itu dimanakah. kalau anggaran untuk intern mereka (pembuatan wc, pengharum ruangan, pembelian kursi and pembuatan kalender) itu ada, tapi anggaran untuk pendidikan dihapus.
  46. 19.01.2012,
    13:01
    muhammad makmur hasan
    Sedihnya pang, upadahal untuk dunia pendidikan. yah mau diapalah namanya juga pemberian kita,
Advertisement

 
Dahlan Iskan
Kalau Rapat, Tidak Perlu Lagi Makanan ...

   
Advertisement
Suryadharma Ali
Terkait Jamaah, Perlu Pertimbangan M ...

Don Kardono
Diplomasi ’’Peci’’ Gaya Niam ...

   
Advertisement
Advertisement