Hatta Dorong Ekonomi Pasar Berkeadilan

Hatta Dorong Ekonomi Pasar Berkeadilan
Hatta Dorong Ekonomi Pasar Berkeadilan

jpnn.com - PALEMBANG - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengemukakan perlunya mengutamakan ekonomi pasar sosial yang berkeadilan. Dimana setiap warga negara memiliki akses yang sama terhadap sumber-sumber kekayaan alam sambil melindungi yang lemah melalui program-program perlindungan sosial.

Dalam orasi ilmiahnya saat wisuda sarjana dan Pascasarjana Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Candradimuka Palembang, Senin (23/1), Hatta melontarkan pemikirannya bahwa ia tak sependapat dengan sistem yang sangat liberal, pasar bebas, pasalnya cenderung tidak menghadirkan keadilan. "Sebuah mekanisme pasar yang tidak mampu mengontrol sebuah keserakahan.

Pasar bebas tak mampu memperbaiki distorsi pada dirinya kecuali kehadiran visible hand, yakni negara. Kita harus menganut pasar terbuka yang berkeadilan bagi semua," papar dia. Nah mewujudkan ekonomi pasar sosial yang berkeadilan itu pemerintah terus mendorong masyarakat menjadi lebih kreatif, inovatif, dan mampu bersaing. Bukan cuma itu, pemerintah juga menawarkan kaji ulang terhadap cara mengelola kekayaan alam agar lebih berkeadilan tersebut.

:TERKAIT Menurut Hatta, upaya yang perlu dilakukan di antaranya, renegoisasi kontrak haruslah dimaknai sebagai upaya mencapai suatu keseimbangan yang berkeadilan, baik hak negara berupaya royalti, divestasi, dan keikutsertaan peran masyarakat. Pada kesempatan tersebut, Ketua Umum PAN ini mengatakan, bahwa perekonomian Indonesia terus tumbuh dimana pada 2000 pendapatan perkapita sebesar 800 dolar AS dan sekarang telah mencapai 5.500 dolar AS. Begitu pun tingkat kemiskinan 19,1 persen pada 2000 dan sekarang turun menjadi 12,36 persen.

Sementara tingkat pengangguran berhasil diturunkan dari 11,2 persen pada 2005 menjadi 6,56 persen hingga Agustus 2011. "Namun itu semua belum cukup, kita ingin lebih cepat lagi," tegas putera asli Palembang ini. Melalui Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi akan menempatkan Indonesia sebagai negara maju pada 2025 dengan pedapatan perkapita berkisar 14.250 dolar AS hingga 15.500 dolar AS.

Hatta menyebutkan, untuk mencapai itu semua diperlukan pertumbuhan ekonomi riil sebesar 6,4 persen hingga 7,5 persen pada periode 2011-2014. Melalui angka tersebut, maka pada 2025 bangsa Indonesia akan menempatkan diri sebagai kekuatan ekonomi 12 besar dunia melalui pertumbuhan ekonomi tinggi, inklusif dan berkelanjutan. (lum)


PALEMBANG - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengemukakan perlunya mengutamakan ekonomi pasar sosial yang berkeadilan. Dimana


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News