Senin, 21 Mei 2012  
   
POLITIK - PARPOL
Senin, 06 Februari 2012 , 04:24:00

JOGJAKARTA - Di Jakarta, posisi Anas Urbaningrum sebagai ketua umum Partai Demokrat tengah digoyang menyusul dugaan keterlibatannya dalam kasus wisma atlet. Di Jogjakarta, Anas menanggapi perkembangan tersebut dengan berjanji meninggalkan politik kalau terbukti korup.  
 
"Nuwun sewu (mohon maaf, Red), kalau korupsi, saya akan berhenti dari politik," ujar Anas saat menjadi pembicara dalam Sarasehan Kebangsaan Merawat NKRI yang diselenggarakan Perhimpunan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (PII) Jogjakarta Besar di Hotel Jogjakarta Plaza, Minggu (5/2).
 
Anas mengungkapkan tekad itu saat menjawab seorang peserta yang mengajukan pertanyaan dengan bahasa Jawa halus. "Nopo leres (apa betul, Red) Mas Anas korupsi," tanya seorang peserta dengan nada polos.
 
Mantan ketua umum PB HMI yang datang agak terlambat dari jadwal tersebut tidak bersedia memberikan jawaban yang panjang. Anas hanya menegaskan, bila kasus wisma atlet menyeret namanya atau menjadi tersangka kasus korupsi, dirinya akan pensiun dari dunia politik.

"Jawaban saya singkat dan jelas," tegas menantu KH Atabik Ali, pengasuh Ponpes Ali Maksum, Krapyak, Jogjakarta, itu.

Setelah acara, Anas juga sempat menyinggung perkara yang mendera sejawatnya, Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat Angelina Sondakh yang baru saja ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi wisma atlet oleh KPK.

Menurut Anas, partainya siap memberikan pembelaan hukum bila memang janda Adjie Massaid tersebut meminta. Namun, Anas juga menyatakan bakal menyerahkan kasus Angie -sapaan Angelina Sondakh- kepada proses hukum. "Kami menghormati proses hukum yang sedang berjalan," ucapnya.
 
Mantan komisioner KPU itu berharap agar masyarakat tidak memberikan komentar lebih jauh terkait dengan kasus Angie. Menurut dia, bila perkara hukum dikomentari, dikhawatirkan akan melahirkan opini-opini tertentu.
 
Anas ingin proses hukum kasus wisma atlet yang telah menjerat mantan Bendahara DPP Partai Demokrat M. Nazaruddin sebagai terdakwa dan Angie sebagai tersangka berjalan secara adil dan objektif. "Jangan didorong oleh opini," ucapnya. (kus/jpnn/c10/ttg)

RELATED NEWS


Komentar (5)

Nama :
Email :
Komentar :
  1. 06.02.2012,
    21:44
    sete
    Gaya lama, kalau terbukti nanti akan ini .. itu ..... Tidak ada yg jujur, semua penipu rakyat
  2. 06.02.2012,
    15:16
    dendogautama
    moga- moga aja kuat pertanggung jawabannya diakherat, kalau didunia manusia bisa dbohongi termasuk juragannya
  3. 06.02.2012,
    11:15
    penegak
    PARTAI POLITIK..MANA ADA YG BERSIH...TERMASUK DEMOKRAT ..SEMUA NGAPUSSSSSSSSIII.....
  4. 06.02.2012,
    10:14
    bogel
    gmn gk tinggalkan politik wong nanti jg masuk penjara...dasar MALING !!!
  5. 06.02.2012,
    08:24
    nurani
    Hanya dengan nurani yang jujur semua itu akan terbukti, mudah2an saja yang di omong anas itu benar adanya. dan kita semua hanya bisa menunggu dengan perjalan waktu siapa yang benar dan siapa yang salah akan terlihat.
    Saya berharap kepada KPK mudah2an berjalan dengan JUJUR juga......
Advertisement

 
Dahlan Iskan
Ribut-Ribut Petral dan Prinsip C&C

   
Advertisement
Suryadharma Ali
Demi Jaga Moral, Batalkan Konser Lady ...

Advertisement
Don Kardono
Merangkul Oposisi! Ajak Kerja, Kerja ...

   
Advertisement