Senin, 21 Mei 2012  
   
SURYADHARMA ALI
Rabu, 08 Februari 2012 , 00:04:00

JAKARTA – Panjangnya waiting list calon jamaah haji mulai dirisaukan masyarakat. Daftar tunggu  terlalu lama itu dianggap tak memiliki kepastian. Hingga perlu dituntaskan melalui wacana moratorium jamaah haji. Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali menegaskan, wacana moratorium itu dilontarkan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) yang belum sampai pada tingkat pemerintah. Tetapi wacana tersebut juga sudah didiskusikan di Kementerian Agama (Kemenag). ’’Masih harus dibahas. Tidak bisa tiba-tiba perlu moratorium tersebut. Harus dipertimbangkan matang-matang, karena sangat berkaitan dengan kepentingan jamaah,” ujar Suryadharma Ali di kantor Kemenag, Jakarta, Senin (6/2).

Sampai saat ini, lanjut dia, memang daftar tunggu jamaah haji terbilang cukup panjang. Ada sekitar 1,5 juta calon jamaah yang berminat. Sedangkan kuota yang diberikan Pemerintah Arab Saudi hanya 200 ribu lebih. Dengan fakta tersebut, jumlah calon jamaah haji di Indonesia terbilang sangat banyak. Sedangkan kuota yang diberikan kepada Indonesia tak bisa meningkat tajam. Karena kuota itu memiliki hitungan tertentu.

Akibatnya, kata Menag menimbulkan tumpukan calon jamaah haji. Jumlah yang masuk daftar tunggu pun melimpah. Tetapi tetap harus dilayani pemerintah. ’’Pokoknya pemerintah terus memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah,” ucapnya.

Lebih lanjut dia memastikan fokus Kemenag lebih ditekankan terhadap pemberian pelayanan haji yang optimal. Mulai mekanisme pendaftaran, pembiayaan, pemondokan sampai pemberangkatan hingga kembali ke Indonesia lagi. Semua itu harus dilakukan secara baik. Jamaah haji tak boleh mendapatkan perlakuan buruk selama berada di Tanah Suci maupun di Indonesia. ”Sekarang fokuskan saja pada pelayanan. Kalau pelayanan baik, secara perlahan jamaah itu pun tuntas,” terangnya.

Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia Kurdi Mustofa  meminta pemerintah dapat segera mengeluarkan moratorium haji. Langkah ini sebagai upaya memutus tumpukan jamaah haji yang jumlahnya sangat banyak. Moratorum jamaah tersebut, menurut dia dapat membuat beban pemerintah lebih terkurangi. Pemerintah dapat fokus pada jamaah haji yang diberangkatkan saja. Tak perlu lagi memikirkan calon jamaah haji yang masih dalam daftar tunggu. "Iya saya minta pemerintah moratorum pendaftaran. Jadi haji yang berangkat itu yang sudah jelas waktunya. Tak perlu lagi membuka pendaftaran sampai kurun waktu tertentu,” ucapnya.

Lebih detil dia menilai kebijakan moratorium haji itu dapat pula memberikan rasa kepercayaan dari calon jamaah. Karena mereka (calon jamaah) dapat langsung berangkat pada waktu yang ditetapkan, tanpa harus menunggu. Dia melihat panjangnya daftar tunggu tersebut membuat jamaah merasa was-was. Kepastian berangkat terhalang oleh waktu yang lama. Ditambah lagi  hambatan usia yang tidak diketahui. (rko)


RELATED NEWS


Komentar (5)

Nama :
Email :
Komentar :
  1. 09.03.2012,
    08:41
    Faizun
    Kenapa masih ada berangkat haji yang ke-2,3,4................. Apa kalau lebih dari satu itu 'dijamin masuk surga???????????? Pemerintah harus te
  2. 29.02.2012,
    15:30
    TAXORxAqrDW
    sampai saat ini untuk masuk saoelkh ditingkat SMA maupun SMP Negri di Bantul belum ada aturan yang pasti kemarin yang baru ada regulasinya baru dalam proses PPDB dan pengadaan seragam semua diatur dalam Peraturan Bupati. From mobile
  3. 28.02.2012,
    09:16
    Allauddin
    Moratorium Pendaftaran Haji ? Weleh, sebentar lagi akan ada fenomena, Penghentian sementara orang sholat, Karena masjidnya sudah PENUH
  4. 17.02.2012,
    07:46
    sakira LSM
    memang benar,pemeritah memprioritaskan yang tertua yg brangkat lebih awal da melarang yg sudah berhaji kecuali petugas haji/pemimpin jmaah.lanjut
  5. 15.02.2012,
    14:54
    figo salenkeh
    tolong Pemerintah jangan lagi memberangkatkn orang yg sudah haji, usahakan umrah saja !.
Advertisement

 
Dahlan Iskan
Ribut-Ribut Petral dan Prinsip C&C

   
Advertisement
Suryadharma Ali
Demi Jaga Moral, Batalkan Konser Lady ...

Advertisement
Don Kardono
Merangkul Oposisi! Ajak Kerja, Kerja ...

   
Advertisement