JAKARTA-Tujuan melaksanakan Kongres Luar Biasa (KLB) dan menurunkan Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin sepertinya sudah menjadi harga mati Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI). Ide rekonsiliasi yang ditawarkan Menpora Andi Mallarangeng, dipastikan terganjal dalam implementasinya.
Sebab menggabungkan dua kompetisi, Indonesia Super League (ISL) dan Indonesia Premier League, (IPL) bukanlah sesuatu yang mudah karena terganjal aturan."Dan saat ini sudah terjadi pemutarbalikkan fakta, seolah-olah Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) yang menawarkan rekonsiliasi. Djohar Arifin dan pengurus PSSI hendaknya berhenti melakukan propaganda yang sia-sia," kata Sekretaris Eksekutif KPSI, Budi Setiawan, kepada wartawan kemarin.
Budi mencatat, sebelum Rapat Akbar Sepakbola Nasional (RASN) di Hotel Pullman Jakarta pada Desember 2011, Forum Pengurus Provinsi PSSI (FPP) sudah dua kali berkunjung ke PSSI namun ditolak. Kebuntuan komunikasi itulah yang akhirnya membuat FPP menggagas dan melahirkan KPSI dalam RASN. "Mandat KPSI itu adalah menjalankan KLB sesuai keinginan lebih dari 2/3 anggota PSSI," tegas Budi.
Budi menegaskan bahwa tidak ada mandat kepada KPSI untuk melakukan rekonsiliasi dengan PSSI. Apalagi surat FPP kepada PSSI tidak pernah direspon. Karena itu, KPSI secara tegas dan jelas menolak ide penggabungan dua kompetisi karena hanya kompetisi ISL yang diisi 18 klub yang benar-benar sah.
Bila PSSI mau mengubah kompetisi, lanjut Budi, maka hal itu hanya bisa dilakukan melalui kongres. Kongres merupakan jalan keluar dari semua persoalan PSSI selama ini. Dan segala aturan main yang sudah ditetapkan di Kongres harus diubah melalui kongres juga sebagai forum tertinggi.
"Jadi agar diingat bahwa KPSI mandatnya itu adalah menggelar KLB dan bukan melakukan rekonsiliasi. Posisi tawar KPSI jelas lebih tinggi, karena kongres tahunan pada tanggal 4-6 Februari lalu dihadiri 74 anggota resmi PSSI sesuai dengan list delegates Kongres Solo 2011. Jadi agak ngawur kalau KPSI dianggap mengemis rekonsiliasi. Ide rekonsiliasi itu dari PSSI," demikian Budi.
Sementara itu, mantan ketua umum PSSI Agum Gumelar menyayangkan perombakan kompetisi sepakbola di Indonesia yang dilakukan kepengurusan PSSI. Sebab, katanya, perombakan tersebut memicu penolakan dari klub-klub. Mereka akhirnya menggelar kompetisi dengan melanjutkan Superliga Indonesia (ISL) yang diikuti 18 tim di bawah pengelolaan PT Liga INDonesia (LI).
Seperti diketahui, PSSI memutuskan untuk mengubah kompetisi dengan memasukkan 24 tim di Liga Prima Indonesia (IPL) dengan latar belakang alasan yang tidak jelas di bawah bendera PT Liga Prima Indonsia Sportindo (LPIS). IPL sendiri akhirnya hanya diikuti 12 klub.
“Tidak seluruhnya kebijakan yang dibuat pengurus lama tak benar. Ada juga kebijakan pengurus lama yang relevan untuk dilanjutkan,” ujar Agum. Dia mencontohkan kompetisi yang telah berjalan dengan begitu baik, begitu berbobot, begitu diminati, sehingga rating liga sepakbola kita juga jauh mengalahkan rating sepakbola Eropa. Namun, oleh PSSI justru dirombak. Itu kan sudah bagus,” tambah mantan ketua KONI Pusat itu.
Menurutnya, animo masyarakat yang sudah besar seharusnya dilanjutkan bukan dengan dirombak. “Kalau kita mau membongkar pagar, maka kita harus tahu lebih dahulu, mengapa kita dulu membuat pagar itu. Jangan main asal bongkar saja,” tandasnya.
Sementara itu, Komite Pemilihan (KP) KPSI terus tancap gas. KP telah menerima empat formulir para kandidat calon Ketua Umum, Wakil Ketua Umum dan anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI. Ketua KP, Dhimam Abror mengungkapkan keempat kandidat calon tersebut adalah anggota Komisi X DPR RI Djamal Aziz dan Zulfadli, Adang Ruchiatna serta Irawadi Hanafi.
"Kami telah menerima empat formulir pendaftaran. Keempatnya mendaftarkan diri untuk tiga jabatan sekaligus sebagai Ketum, Waketum dan anggota Exco," terangnya di kantor KPSI belum lama ini. Akan tetapi, khusus untuk Djamal Aziz, Dhimam mengungkapkan adanya berkas-berkas yang belum dipenuhi olehnya. Sehingga, Djamal berencana kembali akan mendatangi kantor KPSI untuk melengkapi syarat-syarat yang perlu dilengkapi.
Lebih lanjut, Dhimam menambahkan, sampai saat ini sedikitnya terdapat 17 orang yang telah mengambil formulir pendaftaran. Namun, hanya empat kandidat calon yang baru mengembalikan formulir itu. Ia mengatakan, siapapun yang ingin mendaftarkan dirinya sebagai kandidat diberi batas waktu pengembalian formulir hingga 15 Februari 2012. "Karena tanggal 16 semua kandidat sudah akan kami umumkan," paparnya. (lis)
wawan s
yang jelas pengurus pssi sakit semua ga ada yang tau bola taunya hanya duit,tolong dong kpd pengurus pssi klo emang mau maju hilangkan egomu.....
21.02.2012, 09:17
agum_ndak_bergelar
wah ponakan mantunya Dali tahir mulai bicara ... pasti ada udang rempeyek ... mancing di air kayaknya, smua udah tahu-lah
Bos Bola
setiap organisai keputusan tertinggi di rapat anggota/kongres karena tiga klub tersebut dikeluarkan melalui kongres ya tak punya hak suara
11.02.2012, 23:18
dendogautama
mengapa baru bicara sekarang konggres meupakan forum tertimggi, terus hak persema, persibo, psm pada waktu konggres bali apa,bagaimana komentator
11.02.2012, 22:28
yadi
kenapa klub-klub memilih ISL tuk bergulir kembali karena di LPI banyak Klub KARBITAN.
budi
orang-orang yang katanya penyelemat sepakbola sebenarnya ingin menyelamatkan dirinya sendiri dari takut akan pengangguran, penjara
11.02.2012, 18:08
ipin upin
agum gumelar, RD, BP, benny dollo, yg tau benar sepak terjang PT LI udah mendukung ISL, kok masih gak percaya?..
11.02.2012, 15:59
Adha D.Moenthe
Untuk mengganti Pengurus PSSI tidak perlu mengadakan KLB, laga aja kes. pegurus PSSI sekarang dengan KPSI, Nah Pemenangnya jadi pengurus baru.
11.02.2012, 14:58
ulah sibotak
lihatlah komentar pro-IPL dibawah, bener2 gak cerdas, terawangan, main vonis tanpa bukti ,, bukti, kalo yg dukung IPL kebanyakan cuman lulusan PAUD
11.02.2012, 14:35
Erlangga
Agum takut tuh! Klo pt.LI di audit dia juga kena,krn dia ikut ngincipi anggaran pssi dr dulu..!! Hidup PSSI,jgn beri kesempatan mafia spkbola menghancurkan tujuan mulia dr pendiri PSSI terdahulu!!!
rakjat indonesia
woi dari pada kalian ribut soal audit,,,,mening kalian pikirkan tu kenapa stadion gbk sepi penonton, bukti bahwa rakjat sepakbola indonesia ngga perlu ngomong tapi mrk emang ga minat nonton timnas amatiran.. ayo secepatnya selamatkan sepakbola kitaaa
11.02.2012, 09:15
edan
emang sulit mengubah suatu yang buruk yang sudah mengakar apalagi dibungkus dengan keindahan, sehingga masayarakat tidak bisa melihat kebaikan yang sebenarnya, ' maju terus PSSI hilangkan mafia dan koruptor di sepakbola dan lanjutkan pembinaan usia muda, buat lapangan bola yang banyak agar anak2 bisa bermain dengan gembira, jangan hanya jadi penonton yang ribut gak tau kalo dibodohin'
11.02.2012, 08:46
koruptor
Gum knapa tdk tanya apa sdh di auditkah PT L I yg slama ini club2 dibwhnya pd netek APBD
11.02.2012, 08:42
Bonek Shalom
Ya ini contoh penjabat di Indonesia (di semua sektor, tdk hanya di PSSI), lebih mementingkan kelompok, daripada musyawarah utk mufakat.
11.02.2012, 08:41
zeep
johar itu penipu,sblm mnjd ktua pssi,janji2ny,,dari club mnpun blh masuk TIMNAS,trnyt AIDIT/UNTUNG.
Didik
Sikap PSSI sudah benar. Sebagai perusahaan yang dimiliki PSSI, dia harus tunduk pada PSSI, kenyataannya tidak mau diaudit sehingga haknya dicabut
11.02.2012, 06:53
Agus
Lah ISL diaudit gak mau. Ya repot dot com kalau sudah begitu.
11.02.2012, 05:59
gama aliantan
bubaarkan pssi..johar hanya mementingkan LPI aja..cuuiihh