Senin, 21 Mei 2012  
   
PENDIDIKAN - PENDIDIKAN
Rabu, 15 Februari 2012 , 12:21:00

JAMBI – Menghadapi Ujian Nasional (UN) mendatang, pemerintah daerah di provinsi Jambi sepertinya cukup percaya diri (Pede). Meski secara nasional ada 20 ribu honorer yang mengancam pemboikotan UN, tapi di provinsi Jambi mereka tak begitu mengkhawatikan. Bahkan, mereka percaya untuk kondisi pendidikan di Jambi ini masih baik. Guru honorer yang mencapai ribuan orang di Kota Jambi akan dilibatkan dalam pelaksanaan UN tahun 2012 ini. Hal ini ditegaskan langsung oleh Jumisar, Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi kepada Jambi Ekspres (Group JPNN).

Menurutnya, semua guru akan diberdayakan dalam pelaksanaan UN 2012 ini, termasuk juga tenaga honorer. “Tenaga guru honorer juga akan kita libatkan dalam pelaksanaan UN tahun 2012 ini nantinya,” katanya ketika dikonfirmasi kemarin.

Ditanyakan mengenai jumlah guru honorer yang ada di Kota Jambi, dirinya mengatakan jumlahnya mencapai ribuan orang. Sayangnya, ia tak mengetahui pasti berapa jumlah tenaga honorer tersebut. “Jumlah banyak. Guru honorer yang ada di Kota Jambi dan terdata masuk dalam database serta mengantongi NUPTK, jumlahnya mencapai ribuan orang. Namun jumlah pastinya saya kurang tahu pasti,” tegasnya.

Lalu, bagaimana keterlibatan guru honorer dalam pelaksanaan UN tahun 2012 ini" Jumisar menjelaskan, guru honorer akan ikut serta menjadi pengawas ujian. “Ada yang jadi pengawas, ada juga yang menyiapkan bahan untuk ujian dan mungkin juga untuk tenaga tekhnis nantinya,” jelasnya.

Disebutkannya, jadwal UN akan dilaksanakan mulai 16 April mendatang. “Untuk tingkat SMA sederajat pelaksanaan ujiannya akan berlangsung pada 16 April mendatang. Begitu pula juga untuk tingkatan SMP sederajat juga akan berlangsung mulai tanggal 16 April,” bebernya.

Akan tetapi, untuk tingkatan SD sederajat, UN kemungkinan akan dilaksanakan pada tanggal 8 atau 9 Mei 2012. “Untuk menyambut UN ini, semua persiapan sudah kita lakukan dengan maksimal. Kepada anak-anak kita sudah mencoba memberikan bekal yang lebih baik,” sebutnya.

Disamping itu, sambungnya, pihaknya juga sudah mempersiapkan bahan-bahan untuk anak-anak dalam melaksanakan try out. “Kita sudah mempersiapkan bahan untuk melakukan try out. Soal untuk try out sudah kita bagikan kepada siswa,” ungkapnya.

Apakah ada kekhawatiran Dinas Pendidikan, jika guru honorer bisa saja melakukan boikot terhadap pelaksanaan UN mendatang" Dirinya dengan mantap mengatakan, tak ada kekhawatiran sama sekali.

“Itu tidak ada. Tidak mungkin ada pemboikotan. Guru kita di Kota Jambi ini kan semuanya baik-baik. Jadi tidak mungkin ada pemboikotan pelaksanaan UN,” ujarnya.

Sementara itu, Novi Irwan, salah seorang tenaga honorer yang mengajar di MTs Tarbiyah Mazniyah, yang sudah mengajar kurang lebih 4 tahun di sekolah tersebut mengatakan, biasanya terlibat dalam pelaksanaan UN sebagai pengawas.

“Biasanya mengawas di sekolah. Bukan di sekolah tempat saya mengajar. Karena itu tergantung penempatan. Karena sistimnya pakai sistim silang,” ujarnya.

Dirinya mengaku, setiap tahun memang selalu dilibatkan. Dalam pelaksanaan ujian nasional. Namun, pada tahun 2011 lalu, dirinya mengaku tak dilibatkan dalam pelaksanaan UN. “Tahun ini kita mengharapkan dilibatkan dalam pelaksanaan ujian nasional ini,” ungkapnya.

Untuk mengawas, sambungnya, memang ada insentif yang diberikan dari sekolah. “Rp 25 ribu perhari untuk mengawas 2 mata pelajaran. Yang membayar dari sekolah,” pungkasnya. (wsn)

RELATED NEWS


Komentar (19)

Nama :
Email :
Komentar :
  1. 19.02.2012,
    21:14
    cuang
    kalau emang pemerintah tegas dan bijak..pasti bisa untuk mengangkat guru sukwan...eh malah pemerintah gak mau memikirkan guru tanpa tanda jasa...seandainya gak ada guru...siapa yang mau memajukan bangsanya...
  2. 18.02.2012,
    23:17
    pey2
    jangan berfikir kerdil,ingat pertama saat anda mau bertugas, kalian mau dibayar berapa saja oleh pimpinan,kenapa sekarang jadi banyak tuntutan.
  3. 18.02.2012,
    13:42
    CINT
    TERNYATA VIVI JUGA MAU JADI HONORER.. HEM MEMALUKAN!! TERNYATA ADA MAUNYA.. mknya gausah komentar ttg honorer bro..preettt
  4. 18.02.2012,
    09:22
    vivi
    emang betul honorer itu malingkundang.anak kecil saja tau....
  5. 17.02.2012,
    21:07
    PAK RADEN
    E...ndok vivi, kamu anak kecil ndak usah ikut omomg honorer blm waktunya, kencng aja masih minta diwawik'i......
  6. 17.02.2012,
    17:15
    djenar
    apa perlu diuji pak akan kekuatan para honorer buat boikot UAN nih.vivi cbalah kau berfikir realistis
  7. 17.02.2012,
    16:33
    Ayooo
    AYO KALIAN PARA HONORER SILUMAN DAN PALSU SILAHKAN DEMO ATAU MOGOK MASSAL!!!
  8. 17.02.2012,
    11:36
    dj
    VIVI....Guoblok amat kau. . . . .
  9. 17.02.2012,
    07:59
    HONORER ABADI
    aku g mau jadi PNS, karena PNS makan uang rakyat tetapi g diimbangi dengan kinerja. HIDUP HONORER, HIDUP PEGAWAI MULIA, HIDUP PENGHUNI SYURGA
  10. 16.02.2012,
    16:48
    SEPTIAWAN
    honorer jangan jadi malin kundang dulu kt nya pengabdian sekarang bayak tuntutan he..he..he
  11. 16.02.2012,
    12:07
    FKTU KOTA BEKASI
    REVOLUSI HONORER TANGGAL 12 MARET 2012, SIAP BERJUANG KAWAN.
    http://fktukotabekasi.b logspot.com/2012/02/r-e-v-o-l- u-s-i-menutup-kuburan-untuk.ht m
  12. 16.02.2012,
    09:36
    indra
    BIAR TAMBAH BANYAK PENGANGGURAN.HIDUP PENGANGGURAN,,,,,,,,,,,,,,,,HI DUP PENGANGGURAN
  13. 16.02.2012,
    05:13
    TUNGGU SAJA NANTI PADA PESTA UNAS 2012
    Saalah sendiri kowe Menpan...kamu olor2 sendiri. ini sdh gak ada toleransi lagi, kalao bln Maret tdk ada pengumuman dari BKN, kami akan baikot UN
  14. 15.02.2012,
    20:23
    kodo
    Mau diganti tenaga baru yang berdedikasi tinggi sepert kamu tapi tanpa dibayar sepeserpun apa kamu mau begitu vivi? kalo kamu sdh jd honorer dan sudah lama kerja dan dibuang begitu saja apa kamu mau?
  15. 15.02.2012,
    20:03
    pego
    sombong lu..... PNS !!!!!!
  16. 15.02.2012,
    19:22
    honorer
    Pak Jumisar, ndak usah berikan komentar yang tdk penting ! Honorer ini urusan pemerintah pusat, kami tetap boikot UNAS 2012.
  17. 15.02.2012,
    17:22
    Tetap sesuai dengan Komitmen kami untuk Boikot Unas
    Karena Pemerintah Pusat Sudah Memepermainkan Nasib atau Masa Depan Tenga Honorer Terutama Guru.. Kita tetap lanjutkan Untuk Mogok Kerja Pada Unas
  18. 15.02.2012,
    16:32
    vivi
    Jangankan boikot,kalau berani keluar saja dari honorer biar diganti tenaga2 yng berdedikasi tinggi,banyak loooh yg mau.
  19. 15.02.2012,
    13:12
    dendi
    klo benaran dibaikot baru tau rasa.........kan sekolah swasta yang semuanya honorer
Advertisement

 
Dahlan Iskan
Ribut-Ribut Petral dan Prinsip C&C

   
Advertisement
Suryadharma Ali
Demi Jaga Moral, Batalkan Konser Lady ...

Advertisement
Don Kardono
Merangkul Oposisi! Ajak Kerja, Kerja ...

   
Advertisement