Senin, 21 Mei 2012  
   
NASIONAL - HUKUM
Kamis, 23 Februari 2012 , 05:56:00

JAKARTA - Polda Metro Jaya terus berupaya memecahkan misteri motif pembunuhan terhadap bos PT Sanex Steel Indonesia Tan Harry Tanoto alias Ayung dengan tersangka pembunuhan John Kei. Mereka tidak mau begitu saja percaya dengan alibi kubu John Kei bahwa pembunuhan dilakukan anak buah lelaki asal Maluku itu di luar kendalinya.
   
Penyidik saat ini mendalami plot bahwa John Kei bermain di dua kaki alias menjadi double agent. Dia mengenal baik Ayung tapi juga kongkalikong dengan pengusaha yang punya utang dengan pengusaha asal Surabaya itu. Sebab, tidak mungkin hanya karena ongkos tagih utang kurang dia sampai tega membunuh Ayung secara keji. Apalagi, menurut klaim pengacaranya, John Kei adalah teman dekat Ayung.
   
"Itu kemungkinan yang kami dalami. Penyidik masih mengumpulkan data," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto saat dihubungi, Rabu (22/2). Bisa jadi saat John Kei hendak menagih utang pengusaha tersebut, dia menerima tawaran yang lebih menggiurkan. Apalagi jika ternyata persoalan pengusaha tersebut dengan Ayung tidak hanya soal utang.
   
Sejumlah kemungkinan motif, kata Rikwanto, masih sangat terbuka. Kunci untuk mengungkap kebenaran plot tersebut ada pada pengusaha yang berutang kepada Ayung. Jika ternyata dia juga terlibat dalam upaya melenyapkan Ayung, akan terjawab misteri siapa di balik John Kei.

Karena itu, Polda Metro Jaya saat ini sedang fokus mengejar pengusaha tersebut. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Toni Harmanto menambahkan, pihaknya sudah mengantongi identitas pengusaha yang bersangkutan. Namun, Toni menolak menyebutkan siapa pengusaha yang bersangkutan itu. "Tidak bisa kami ungkap sebelum ketemu orangnya," katanya.

Pengacara John Kei, Djamal Kedoeboen, menampik anggapan itu. Dia menegaskan bahwa kliennya tidak pernah bekerjasama dengan pengusaha yang berutang pada Ayung. Mereka bahkan tidak saling kenal.

"Bagaimana bisa begitu. John Kei tidak kenal pengusaha itu. Yang tahu kan lima orang adik-adik itu (lima orang anak buah Kei yang jadi tersangka pembunuhan Ayung, Red.)," katanya.

Djamal menegaskan bahwa upaya untuk menghubungkan pengusaha tersebut dengan John Kei hanyalah akal-akalan. Sebab, mereka berdua tidak saling bersinggungan. "Itu semua tidak benar. Kasus itu murni karena adik-adik ada persoalan soal honor dengan Ayung," tegasnya.
   
Di bagian lain, Mabes Polri tetap akan memproses laporan istri John Kei, Yulianti, secara profesional. Seperti diketahui, sejumlah penyidik dilaporkan oleh Yulianti ke Divisi Propam Mabes Polri karena dianggap salah prosedur dalam menangkap bos jasa penagihan utang Angkatan Muda Kei (Amkei) itu. Mereka dituding menembak kaki John Kei padahal dia sudah mengangkat tangan.
   
"Tim dari Propam Mabes Polri bersama Propam Polda Metro Jaya akan mengecek di lapangan. Apakah benar seperti itu yang dilaporkan keluarga Jhon Kei. Kami tetap akan melihat pelaksaan penindakan hukumnya," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Saud Usman Nasution di Mabes Polri kemarin (22/2). (aga)

RELATED NEWS


Komentar (8)

Nama :
Email :
Komentar :
  1. 13.03.2012,
    21:05
    lemon
    gimana mau aman negeri ini...semua dilindungi,gak menyalahkan preman klo sampai sajauh itu...
  2. 29.02.2012,
    14:34
    preman juga
    preman gak mungkin berani klo gak ada jaminan dari aparat....yang perlu di tebas palanya yak aparat penjamin tersebut....klo ada kepentingan politik mereka jadi anak baik, bisa disuruh-suruh..klo lagi nganggur ya kayak gitu kerjanya tukang nagih n nyulik keluarga yang di tagih....kill them @ll........
  3. 29.02.2012,
    11:03
    penegak
    PETRUSKAN !!!!
  4. 29.02.2012,
    08:43
    sri
    Negeri ini berhak untuk aman dari ulah para preman! Tangkap dan langsung di-DOR aja mereka. Hidup POLISI ! Proses pengadilan MAHHHAL!
  5. 25.02.2012,
    19:11
    arjuna
    Harusnya ada pengecualian tersendiri, untuk meringkus Preman yang sudah nyata-nyata Preman, tidak diperlukan lagi surat tetek bengek. Aparat tinggal ringkus dan bila perlu langsung Dooooor saja. tidak usah repot-repot dipusingkan dengan pengecere-pengecere atau Pra peradilan segala, ingat preman adalah dosa patent, yang mau bela-bela berarti kelompok yang tidak ingin NKRI aman dan tentram. terima kasih Arjuna Kei
  6. 24.02.2012,
    16:28
    reyfan
    Coment yang baik' aja . jangan memancing masalah semakin rumit dan memakan korban baru./;////
  7. 23.02.2012,
    23:15
    igo
    masih mending di tembak kakix dr pada palax, apa gak sdr kalau slah anda merenggut nyawa org. berpikir sebelum bertindak.
  8. 23.02.2012,
    11:07
    sedih
    CARILAH RIZKI DENGAN CARA YANG HALAL ,HIDUP HANYA SEKALI ...WASPADALAH.....
Advertisement

 
Dahlan Iskan
Ribut-Ribut Petral dan Prinsip C&C

   
Advertisement
Suryadharma Ali
Demi Jaga Moral, Batalkan Konser Lady ...

Advertisement
Don Kardono
Merangkul Oposisi! Ajak Kerja, Kerja ...

   
Advertisement