Kamis, 31 Juli 2014 | 18:28:32
Home / Nasional / FDR Diduga Sengaja Disembunyikan

Kamis, 17 Mei 2012 , 07:30:00

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Daryatmo (kanan) menyerahkan Black Box (Kotak Hitam) Sukhoi Superjet 100 kepada Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Tatang Kurniadi (kiri), di saksikan oleh Ketua Tim Evakuasi Rusia Mikhael Chupalenkov (tengah) di Lapangan Pasir Bogor, Cijeruk, Bogor Jawa Barat, Rabu (16/5).

Foto  : Patrarizki//RM
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Daryatmo (kanan) menyerahkan Black Box (Kotak Hitam) Sukhoi Superjet 100 kepada Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Tatang Kurniadi (kiri), di saksikan oleh Ketua Tim Evakuasi Rusia Mikhael Chupalenkov (tengah) di Lapangan Pasir Bogor, Cijeruk, Bogor Jawa Barat, Rabu (16/5). Foto : Patrarizki//RM
BERITA TERKAIT

BOGOR - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) langsung bergerak cepat setelah menerima kabar penemuan black box (kotak hitam) Sukhoi Superjet (SSJ) 100. Namun, black box tersebut ternyata tidak lengkap karena baru Cockpit Voice Recorder (CVR) yang berhasil ditemukan. Sedangkan satu bagian lain yang belum ditemukan adalah Flight Data Recorder (FDR).

VCR berfungsi untuk merekam segala perbincangan antar pilot dan juga pemandu lalulintas udara. Sedangkan FDR yang belum ditemukan, memiliki fungsi yang lebih luas. FDR berfungsi merekam data-data pesawat selama dalam penerbangan, termasuk kecepatan, waktu terbang dan data penting lainnya.
   
Misteri penemuan bagian black box    pun menjadi tanda tanya besar. Informasi yang dihimpun Radar Bogor (JPNN Group),  semua bagian black box sebenarnya sudah ditemukan. Namun, sengaja tidak diekspose ke publik. 

Langkah itu dilakukan untuk mengerjai salah satu kesatuan yang tergabung dalam tim SAR, karena kinerjanya dianggap tidak maksimal dalam melakukan pencarian maupun evakuasi. "Kotak hitam sudah ditemukan. Tapi sengaja disembunyikan supaya mereka yang seharusnya ambil bagian penuh dalam evakuasi ini, pusing,"  tutur anggota tim SAR kepada Radar Bogor, Rabu (16/5).

Dia menyebutkan, black box    biasanya berada di ekor pesawat dan tim SAR sudah melakukan penyisiran di lokasi itu berulang kali. "Anda bayangkan sendirilah. Kalau sudah disisir berulangkali masa belum ditemukan juga,"  katanya seraya tersenyum.  

Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Tatang Kurniadi  memastikan kotak hitam yang diterima dari tim pencari belum lengkap. "Setelah diteliti, benda tersebut adalah VCR," kata Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Tatang Kurniadi di helipad Pasir Pogor, Cijeruk, kemarin.

Tim SAR gabungan, lanjutnya, akan ditugaskan kembali untuk mencari FDR yang belum ditemukan. Dalam investigasinya nanti, KNKT akan dibantu tim Rusia untuk membedah isi CVR."Keduanya sangat penting bagi upaya investigasi jatuhnya Suhkhoi," ungkapnya.(yus/sdk/bac/rid)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar