Jumat, 19 Desember 2014 | 20:41:02
Home / Ekonomi / Tahan Kenaikan Harga Bibit Jagung Meski BBM Naik

Selasa, 27 Maret 2012 , 09:58:00

SURABAYA - Tak ingin menimbulkan beban bagi kalangan petani jagung di tanah air, Pioneer Hi-Bred International, Inc belum berencana menyesuaikan harga juga produk mereka menjelang rencana kenaikan bahan bakar minyak (BBM). Upaya tersebut diharapkan bisa mendongkrak daya saing petani tanah air dengan produk impor yang terus banjiri pasar dosmetik.
   
Anak perusahaan PT. DuPont Indonesia tersebut pada akhir 2011 lalu memperkenalkan satu varietas bibit jagung baru. Hibrida P27 diharapkan menjadi jawaban atas persoalan cuaca yang mengganggu produksi jagung nasional. Sebab akibat cuaca ekstrim sepanjang 2010, Indonesia terpaksa impor jagung dengan volume yang cukup besar di 2011. Menurut Marketing Manager Pioneer Hi-Bred International, Inc., Danindra R Manungka, vairetas hibrida baru tersebut memiliki karakteristik batang dan buah yang besar dan perakaran kokoh sehingga tetap dapat berproduksi baik di kondisi cuaca ekstrim dan lahan yang kurang subur," ujar dia.
   
Problem saat ini, rendahnya tingkat kesuburan lahan produktif dan cuaca yang ekstrim menjadi kendala petani dalam meningkatkan produksi jagung. Bahkan, pola tanam yang tanpa diimbangi penambahan unsur hara yang sesuai, membuat kesuburan lahan semakin berkurang. Akibatnya, produksi semakin menurun. Dengan varietas baru P27, mereka mengklaim rata-rata produksi untuk Jagung Hibrida P27 ini berkisar antara 8 ton hingga 10 ton per hektar pipil kering. Menurut Danindra, jika dibandingkan dengan dengan bibit lokal, jagung yang dihasilkan sekitar 3,5 ton per hektar pipil kering.
   
"Dengan bibit baru ini, Pioneer tidak hanya memproduksi dan menjual benih semata. Tapi juga berkomitmen agar petani jagung mempunyai nilai tawar yang lebih baik," tandasnya
   
Karena itulah mereka berkomitmen belum meniakan harga jual produk. Yang saat ini diharga Ep 65 ribuan per kilogram. "Produk ini kami jual di Jatim, Jateng, dan Lampung melalui 25 distributor kami," jelas Danindra. (aan)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
 
        1. 11.06.2012,
          12:44
          karjonoo
          kami konsumen jagung p21 sejak tahun 2010 kenapa tahun ini p21 tidak seperti tahun kemarin semakin lama semakin tidak akrab dgn petani yg kami maksud harga benih di kalangan petani sampai 70.000 per kilo,,,,, gila From mobile