Kamis, 31 Juli 2014 | 14:23:54
Home / Kriminal / Nonton Final EURO Sambil Pesta Miras, Dua Tewas

Kamis, 05 Juli 2012 , 07:02:00

BERITA TERKAIT

BANDUNG - Minuman keras (Miras) oplosan kembali merenggut nyawa. Dua pemuda harus merengangkan nyawa saat pesta Miras bersama temannya saat final EURO Spanyol VS Italy, Senin (1/7) lalu.

Korban tewas Deden,29, warga Kampung Patrol RT 3/8 Desa Sukajadi, Kecamatan Soreang, dan Dadang Kaji,34, warga Kampung Legok Jambu RT 1/3 Desa Sadu, Kecamatan Soreang.

Sementara dua rekannya Ajay, 29, warga Kampung Babakan Rel RT 2/4 Desa Sadu, Kecamatan Soreang dan Arif, 18, warga yang sama, harus masuk  UGD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soreang Kabupaten Bandung.

Ditemui di RSUD Soreang, Arif korban oplosan Miras yang selamat mengaku, menenggak Miras jenis Mc Donald yang dicampur suplemen bersama tiga rekannya saat final EURO sekitar pukul 21.00. 

"Saat minum tidak terasa apa-apa. Tapi malam tadi (kemarin, red), kami merasakan mual dan pusing. Akhirnya kami dibawa ke rumah sakit," katanya.
 
Minuman haram tersebut, kata Arif, dibelinya dari salah satu kios Miras di daerah Soreang oleh rekannya Dadang Kaji. "Satu botol MC Donal itu kami minum berempat. Pada saat minum, tidak apa-apa. Namun, setelah dua hari, kami mengalami mual, muntah, dan pusing-pusing. Akhirnya, kami dibawa ke RSUD Soreang," ujar Arif.
 
Akibat Miras oplosan itu, Deden meregangkan nyawa pada Selasa (3/7) malam sekitar pukul 21.00 WIB. Sedangkan Dadang meregangkan nyawa esok harinya Rabu (4/7) sekitar pukul 10.00 WIB.
 
Kedua jenazah tewas dibawa keluarganya untuk dikebumikan. Sebelumnya, kedua korban Miras oplosan ini diperiksa Tim Identifikasi Polres Bandung dan Polsek Soreang. Sedangkan dua korban selamat yakni Arif dan Ajay, meski telah sadarkan diri, namun masih menjalani  perawatan di Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Soreang.
 
Sementara itu, Kapolres Bandung AKBP Sandri Nugroho mengatakan, sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut atas kejadian tersebut. "Kita sedang menyelidiki kasus ini. Sebab siapa tahu masih ada korban lainnya," jelasnya.
 
Ia mengaku, ke depannya akan lebih intensif menggelar operasi Miras. "Razia peredaran Miras sebenarnya sudah dilaksanakan. Kendati demikian, kita juga perlu bantuan masyarakat agar melaporkan jika terdapat di wilayahnya tempat peredaran Miras," tandas Sandi. (try)

Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar