Jumat, 18 April 2014 | 18:49:08
Home / Internasional / Asia / Ledakan Bom di Stasiun Lahore, Dua Orang Tewas

Rabu, 25 April 2012 , 17:01:00

RELATED NEWS

LAHORE - Sebuah bom dilaporkan meledak di sebuah stasiun kereta api di kota Lahore, Pakistan Selasa (24/4). Dua orang meninggal dan belasan orang terluka dalam kejadian yang tampaknya ditargetkan untuk mencelakai para pengguna layanan kereta kelas eksekutif yang baru beberapa waktu lalu diresmikan.

“Itu adalah ledakan bom, dua orang tewas ditempat dan 10 lainnya luka-luka,” ucap seorang pejabat polisi bernama Abdul Razzaque Cheema, sebagaimana dikutip AFP Rabu (25/4).

Namun keterangan berbeda diungkapkan seorang tim penyelamat bernama Kiramat Ali, yang menyebut ledakan tersebut sangat besar sehingga membuat setidaknya 35 orang dilarikan ke rumah sakit karena luka-luka.
Saksi di tempat kejadian mengungkapkan ledakan terjadi di dekat ruang tunggu kereta Business Express yang melayani perjalanan kelas satu antara Karachi dan Lahore, dua kota terbesar di Pakistan. Rekaman televisi menunjukkan ruangan tersebut penuh dengan pecahan kaca dan furniture yang terbalik karena kuatannya ledakan.

Polisi mengatakan, bom tersebut disembunyikan di sebuah tas yang ditelantarkan di luar ruangan. Dikatakannya, korban yang tewas adalah seorang porter dan petugas polisi.

Namun polisi memastikan serangan itu tidak ditujukan ke kereta ekspres yang baru mulai beroperasi sejak dua bulan lalu. Sebab, ledakan terjadi setelah kereta berangkar.

 Kepala Kepolisian Lahore Aslam Tarin menyebutkan bom yang digunakan berukuran sekitar 6 sampai 8 kilogram. “Ini merupakan bentuk serangan teroris dan kami saat ini sedang mencari-tahu bagaimana para teroris itu bisa masuk kedalam stasiun,” katanya.

Sampai saat ini belum ada pihak yang mengaku bertanggung-jawab atas bom tersebut. Namun ledakan itu merupakan serangan terbesar di Lahore sejak pemboman yang menewaskan 2 orang di sebuah tempat ibadah kaum Muslim Sunni, Februari 2011 lalu. Meski demikian, pihak yang bertanggung jawab atas serangan tampaknya tidak lain adalah militan Al Qaeda dan Taliban yang telah membunuh ribuan warga sipil.(AFP/ara/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar