Sabtu, 20 September 2014 | 02:55:07
Home / Olahraga / Liga Indonesia / Belum Mampu Dongkrak Klasemen

Kamis, 26 April 2012 , 08:25:00

BERITA TERKAIT

MALANG - Arema ISL akhirnya berhasil mewujudkan misinya melakukan revans atas atas Persib Bandung. Dalam pertandingan Indonesia Super League (ISL) di Stadion Kanjuruhan, sore kemarin (25/4), mampu mengalahkan Persib dengan skor 2-1  (1-0).

Dua gol Arema masing-masing dicetak oleh striker barunya,  Herman Dzumafo Epandi, pada menit ke-19 dan mantan pemain Persebaya Arif Arianto pada menit ke-56.
Sedangkan gol tunggal Persib hasil bidikan Airlangga Sucipto pada menit ke-90+3. Bagi Arema ini kemenangan kemenangan perdana pada putaran kedua. Sebelumnya mereka babak belur dalam turnya ke bumi Papua.

Pelatih Arema ISL Joko "Gethuk" Susilo tak henti-henti mensyukuri kemenangan timnya. "Kemenangan ini wajib kita syukuri. Saya bahagia 90 menit," ujar Joko. Namun dia tidak mau terlarut dalam euforia kemenangan tersebut. "Kondisi Arema sendiri masih jauh dari harapan," kata penyerang Arema era 90-an itu.

Dia menyatakan demikian karena karena, tiga poin yang diraih timnya atas Persib belum mampu mendongkrak posisi Arema di klasemen. Arema masih berada di posisi juru kunci, dengan mengemas 17 poin. Mereka masih tertinggal lima poin dari Persidafon Dafonsoro, tim peringkat 14 klasemen sementara, zona aman degradasi. Arema juga masih tertinggal satu poin dari PSAP Sigli yang berada di posisi 17 atau satu tingkat diatas.

Pada pertandingan melawan Persib sore kemarin, Arema memang pantas menjadi pemenang. Joko benar-benar memanfaatkan kecepatan yang dimiliki pemain mudanya, seperti Johan Al Farizie, Hendro Siswanto, dan Dendi Santoso. Di lini depan, duet Herman Dzumafo Epandi dan Alain N"Kong merajalela di area pertahanan Persib.

Mengambil inisiatif menyerang lebih awal, Arema sudah mampu menciptakan peluang emas pada menit ke-5. Sayang, tembakan Ferry Aman Saragih, masih bisa ditepis kiper Persib Jendri Pitoy. Begitu pula peluang Arema pada menit ke-10, lewat tendangan bebas Herman Dzumafo, masih melambung di atas mistar.

Setelah gagal memaksimalkan peluang, Arema sudah bisa unggul pada menit ke-19. Herman Dzumafo mencetak gol pertamanya untuk Arema, setelah menerima umpan sundulan dari Ferry Aman Saragih. Arema pun unggul 1-0.

Dalam posisi tertinggal, Persib juga sesekali melakukan serangan. Tapi beruntung, ketatnya pertahanan Arema ISL yang digawangi oleh Seme Patrick dan Munhar, mampu menyulitkan pemain Persib. Tim berjuluk Maung Bandung sempat memperoleh peluang emas lewat aksi Marcio Souza yang menerobos dari sayap kanan, pada menit ke-43. Tapi arah tembakannya masih bisa dibaca oleh kiper Arema Kurnia Meiga. Skor 1-0 pun bertahan hingga turun minum.

Pada babak kedua, meski sudah unggul, Arema sama sekali tidak mengendurkan intensitas serangannya. Bahkan, peluang emas lebih banyak didapat, di babak ini. Baru dua menit babak dua berjalan, N"Kong nyaris menggandakan keunggulan Arema jika saja sundulannya tidak melebar.

Namun, pada menit ke-56 Arema bisa menambah keunggulan menjadi 2-0. Kali ini lewat aksi pemain pengganti, Arif Ariyanto. Setelah menerima umpan terobosan Johan Al Farizie yang menyisir dari sayap kiri, dengan cepat Arif langsung melepaskan tembakan keras, yang tidak bisa dijangkau oleh kiper Persib Jendri Pitoy.

Sayang, pada menit ke-82, Arema harus bermain dengan sepuluh orang pemain, setelah beknya, Munhar mendapatkan kartu kuning kedua, setelah melanggar Marcio Souza. Sebelumnya, Munhar sudah menerima kartu kuning pada menit ke-70.

Kehilangan satu pemain belakang, jelas menyisakan lubang di jantung pertahanan Arema ISL. Hal itu yang bisa dimanfaatkan oleh Persib untuk memperkecil ketinggalannya pada masa injury time babak kedua. Adalah Airlangga Sucipto, yang mencetak gol, setelah menerima umpan crossing dari Robbie Gaspar. Skor 2-1 pun bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Pelatih Persib, Robby Darwis mengatakan, sekalipun kalah, dia tetap merasa senang. "Setiap kali main diluar, kita pasti menurun. Tapi sekarang ada peningkatan," ujar dia. Hanya, ia mengakui bahwa kekalahan timnya disebabkan lemahnya sektor belakang yang tampil tanpa Abanda Herman. "Terlalu kedodoran. Kita benar-benar harus evaluasi (lini belakang)," tandasnya. (muf/jpnn/ko)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar