Selasa, 22 Juli 2014 | 18:22:07
Home / Nasional / Hukum / Tak Bisa Bersaksi, Anis Matta Surati KPK

Kamis, 26 April 2012 , 23:46:00

BERITA TERKAIT

JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI, Anis Matta, tak memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Anis yang sedianya menjadi saksi dugaan suap terhadap anggota DPR Wa Ode Nurhayati, hari ini tak datang ke KPK karena sedang berada di luar negeri.

Juru bicara KPK, Johan Budi, mengungkapkan bahwa penyidik KPK telah menerima pemberitahuan dari Anis perihal ketidakhadiran itu. "Ada pemberitahuan tadi malam kalau hari ini tidak bisa hadir. Karena yang bersangkutan sedang dinas ke luar negeri," kata Johan di KPK, Kamis (26/4) malam.

Johan menambahkan bahwa Anis  tetap akan diperiksa. Hanya saja jadwal pemeriksaan terhadap politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu masih belum dipastikan. "Nanti kita agendakan lagi," pungkasnya.

Seperti diketahui, awal Desember tahun lalu Wa Ode Nurhayati ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap dana PPID tahun anggaran 2011. Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu diduga menerima "hadiah" sebesar Rp 6 miliar dari seorang pengusaha.  Uang itu diduga sebagai syarat agar Badan Anggaran (Banggar) DPR meloloskan proyek PPID 2011 sebesar Rp40 miliar untuk 3 kabupaten di NAD, yakni Aceh Besar, Bener Meriah dan Pidie.

Namun Nurhayati menyebut dirinya bukan pihak yang bisa secara sendirian memutuskan alokasi dana PPID. Nurhayati menyebut dua pimpinan Banggar yaitu Tamsil Linrung dan Olly Dondokambey pernah mengubah hasil keputusan rapat Banggar. Selanjutnya dua pimpinan Banggar itu membuat surat ke Anis Matta selaku Wakil Ketua DPR.

"Keputusan yang diruntuhkan secara sepihak itulah yang kemudian dilegitimasi oleh Pak Anis Matta. Saya hanya menyampaikan itu,” kata perempuan berjilbab yang dikenal dengan inisial WON itu usai diperiksa KPK beberapa waktu lalu.(ara/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar