Minggu, 26 Oktober 2014 | 01:16:09
Home / Bisnis / Juni, Astra Bagi Dividen

Sabtu, 28 April 2012 , 06:18:00

BERITA TERKAIT

JAKARTA - PT Astra International Tbk (ASII), dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 8,01 triliun atau sebesar Rp 1.980 per lembar saham.

Presiden Direktur Astra Priyono Sugiarto mengatakan, untuk dividen interim Rp 600 per saham telah dibayarkan pada 14 November 2011.  ‘’Sisanya Rp 1.380 akan dibayar pada 16 Juni mendatang kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham pada 23 Mei pukul 16.00 WIB," katanya saat konferensi pers, di Hotel Four Season, Jumat (27/4).

Selain itu, sisa laba bersih yang sebesar Rp 9,7 triliun akan dibukukan sebagai laba ditahan perseroan. Sebagaimana diketahui, laba bersih Astra sepanjang 2011 sebesar Rp17,78 triliun.

RUPST juga menetapkan seluruh anggota Dewan Komisaris Perseroan, pemberian honorarium maksimum Rp1 miliar gross per bulan yang dibayarkan sebanyak 13 kali dalam setahun.  "Pemberian honorarium mulai berlaku sejak 1 Mei hingga penutupan RUPST 2013," akunya.

Selain itu, RUPST juga menyepakati pengangkatan dewan komisaris yaitu Presiden Komisaris Budi Setiadharma, Komisaris Independen yaitu Djunaedi Hadisumarto, M Chatib Basri, Soemadi Djoko Moerdjono Brotodiningrat, Erry Firmansyah, Kyoichi Tanda.

Komisaris Anthony John Liddell Nightingale, Benjamin william Keswick, Mark Spencer Greenberg, Chiew Sin Cheok, Jonathan Chang dan David Alexander Newbigging. "Masa jabatan sejak ditutup RUPST hingga penutupan RUPST pada 2014," tandasnya.

Di samping itu  Astra juga menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp16,7 triliun. Capex tersebut akan didistribusikan untuk anak usaha perseroan.
Presiden Direktur Astra, Priyono Sugiarto, mengungkapkan perseroan saat ini akan terus mengembangkan sektor otomotif dan non otomotif dengan porsi yang sama 50:50. "Capex untuk sektor agribisnis Rp2 triliun, Alat berat dan pertambangan Rp5,5 triliun, dan sektor infrastruktur RpRp5,8 triliun," tambahnya.

Sebelumnya, anggaran ASII akan dimanfaatkan oleh sektor otomotif, namun tidak termasuk perusahaan afiliasi yang tidak terkonsolidasi. "Kami fokus diinfrastruktur, pertambangan, dan agrobisnis. Automotif 50 persen dan nonautomotif 50 persen. 10 tahun lalu automotif 80 persen. Tapi tahun ini fokus utama di automotif," jelas dia.

Sekadar informasi, kuartal I-2012, pendapatan Astra mencapai Rp46,4 triliun meningkat 20 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp38,7 triliun. Perseroan juga mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar delapan persen menjadi Rp4,6 triliun pada kuartal I-2012 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp4,3 triliun. (ari)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar