Sabtu, 25 Oktober 2014 | 03:32:18
Home / Politik / Pilpres / Usung JK Untungkan Demokrat

Sabtu, 05 Mei 2012 , 06:25:00

BERITA TERKAIT

JAKARTA – Meskipun pilpres masih dua tahun lagi, namun panasnya peta politik pencapresan sudah mulai  terasa. Setelah Ketum Golkar Aburizal Bakrie yang bakal mendekalrasikan diri pada rapimnasus mendatang, kali ini giliran Demokrat yang tiba-tiba saja menyatakan tak menutup pintu bagi mantan Wapres Jusuf Kalla sebagai capres dari Demokrat.

Menanggapi hal ini, pengamat politik dari Universitas Bandar Lampung (Unila) Ariska Warganegara mengatakan, wacana pengusungan Jusuf Kalla (JK) sebagai calon presiden sangat strategis bagi Partai Demokrat.

“Kalau Demokrat mau berpikir survival kekuasaan setelah SBY, maka figur paling memungkinkan memang JK. Sebab dari sisi popularitas, JK adalah tiga besar dalam hal survei-survei selain Megawati dan Prabowo. Nah kalau Mega sudah PDIP dan Prabowo sudah Gerindra, jadi Demokrat tepat memilih JK,” katanya saat dihubungi, Jumat (4/5).

Ariska menambahkan, pilihan pada JK tentu sangat realisis bagi Partai Demokrat jika melihat krisis figur yang dialami hampir semua partai. Demokrat juga sulit memunculkan figur baru yang belum teruji kemampuan kepemimpinannya, maupun elektabilitasnya ketika pemilu. Lebih dari itu, terang dia, JK adalah sosok yang relatif dapat diterima dan bisa merangkul semua kalangan.

“Makanya memunculkan nama JK bagi Partai Demokrtat sangat strategis. Tinggal nanti cari saja pasangan wakilnya dari internal Demokrat. Dari sisi politik pun ini bisa menguntungkan bagi Demokrat. Sebab kekuatan JK ada di mana-mana, tak hanya bertumpu di Golkar,” terangnya.

Ariska sendiri memprediksi suara Partai Golkar bisa pecah jika kelak JK benar-benar diusung Partai Demokrat. Faksi-faksi di Golkar makin meruncing dan banyak, terutama dari kalangan yang bukan pendukung Ical.  “Golkar memang akan semakin pecah jika sistem pencalonan Ical dipaksakan, dan JK kemudian dipinang Partai Demokrat. Ini akan jadi pertaruhan besar bagi Golkar,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Jhony Alen Marbun mengatakan, hingga kini Demokrat belum memutuskan siapa capres yang akan diusung. Namun, kata dia, Demokrat akan memakai mekanisme terbuka dengan mendengar suara masyarakat untuk menetapkan siapa capres 2014.

“Soal capres ini belum dibicarakan secara khusus di Demokrat. Kalau ada misalnya isu atau wacana JK, itu mungkin suara pribadi saja. Sebab Demokrat akan mendengar suara masyarakat, dan ini dilakukan melalui survei,” terangnya.

Jhony juga menegaskan bahwa tidak benar bahwa Partai Demokrat adalah partai elitis yang pengambilan keputusannya ditentukan satu orang saja. Bahkan, kata dia, dulu ketika SBY diusung jadi capres, Demokrat juga mendasarkannya pada suara-suara arus bawah. “Dulu pak SBY diusung berdasarkan suara arus bawah juga, dan Pilpres 2014 juga akan begitu. Yang pasti soal capres ini baru ditetapkan pertengahan 2013 nanti,” ungkapnya.

Sebelumnya, Jusuf Kalla menegaskan bahwa secara pribadi dia siap dan bersedia menjadi capres, baik melalui Golkar maupuan melalui partai lain. Pertimbangan utama dirinya, kata dia, adalah berdasarkan aspirasi dan permintaan masyarakat. “Kalau rakyat membutuhkan saya, maka kenapa tidak. Tapi saya tidak ada ambisi untuk itu,” katanya.

Sayangnya, JK belum menjawab jika kemungkinan akan diusung oleh Partai Demokrat. Sebab sebelumnya JK juga sempat diundang hadir dalam penjabaran visi misi kepemimpinan oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) saat Mukernas di Kediri, beberapa waktu silam.

Menanggapi hal ini, Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung mengatakan, wacana pengusungan JK oleh Partai Demokrat adalah sesuatu yang wajar dan tak perlu dipersoalakan. Sebab semua partai tentu memiliki pertimbangan masing-masing sehingga apa pun keputusan partai adalah hasil penggodokan yang matang.

“Sudah barang tentu ada parameter-parameter bagi setiap partai dalam mengusung capres. Itu sudah pasti. Jadi demikian juga halnya dengan JK kalau memang benar akan diusung Demokrat,” ujar Akbar.

Menurut Akbar, JK memang bukan sosok yang baru bagi Partai Demokrat karena pada Pemilu 2004 adalah pasangan SBY dan berhasil menang pemilu. Selain itu, terang dia, Partai Demokrat juga berposisi sebagai pemenang Pemilihan Umum 2009 dan berhasil menjadikan Ketua Dewan Pembinanya yakni SBY sebagai presiden.

“Jadi menurut saya pasti Demokrat memiliki pertimbangan matang. Kita menghormati pilihan parpol dalam mengusung atau mendukung capres,” terangnya. (dms)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar