Jumat, 19 September 2014 | 20:54:24
Home / Berita Daerah / Jambi / Beruang Terkam Petani Karet

Sabtu, 05 Mei 2012 , 15:15:00

BERITA TERKAIT

BANGKO – Binatang buas terus saja menyatroni para petani di Kabupaten Merangin, Jambi. Tidak hanya harimau, beruang pun juga mengancam keselamatan warga di Bumi Tali Undang Tambang Teliti tersebut.  Rabu (2/5) lalu, Yanti,  petani karet di daerah itu harus merasakan keganasan Beruang Madu (Helarctos malayanus).
 
Akibat terkaman binatang bertubuh besar itu perempuan yang tinggal di Desa Sungai Aur, Kecamatan Rantau Panjang Tabir tersebut nyaris tewas. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.00, di kebun karet yang berjarak sekitar setengah jam perjalanan dari kediamannya. Tak ayal, kejadian ini membuat korban mengalami luka serius di bagian bibir, hidung, kepala belakang dan leher. Bahkan, batang hidungnya nyaris tidak lagi kelihatan. Karena, batang hidungnya robek dengan lubang besar menganga.

Hidung Yanti tersebut koyak diduga akibat dari cakaran kuku beruang madu itu. Tidak hanya itu saja, di kepala Yanti koyak dan mendapat puluhan jahitan. Informasinya, kejadian ini bermula ketika Yanti bersama dua keponakan (Erni dan Zainal,red) berangkat dari rumah menuju kebun milik H Sawi untuk melakukan rutinitasnya sebagai petani karet.

Sesampainya di kebun, mereka berpisah tiga lokasi, Yanti ke sebelah Barat, Erni ke Utara dan Zainal ke Timur. Tujuannya untuk memotong karet di pohon yang tidak sama alias berjarak cukup jauh. Tanpa ada firasat buruk dan tanda-tanda adanya binatang buas, satu per satu pohon karet lalu disadap, baik itu oleh Yanti, Erni dan Zainal. Dan seperti biasa, mereka menjalankan aktivitasnya seperti hari-hari sebelumnya.

Ternyata, tanpa disadari lokasi tempat Yanti menyadap karet bermukim seekor beruang lapar dan ganas. Saat Yanti tengah menyadap, tiba-tiba ia diserang oleh seekor beruang tersebut. Merasa nyawanya terancam, ia lalu mencoba melarikan diri dan berteriak minta tolong. Namun naas baginya, sebelum ia kabur, beruang itu telah terlebih dahulu menyerang.
 
Selanjutnya secara membabi buta, beruang itu terus melancarkan serangan, baik itu melalui gigitan maupun cakarnya. Bagian kepala menjadi santapan pagi, bagi beruang itu. Tak berdaya, Yanti hanya berusaha melindungi tubuhnya dari amukan dengan harapan beruang itu cepat pergi dari hadapannya. Beruntung nyawanya masih tertolong, karena tidak berapa lama, beruang itu pergi meninggalkan Yanti dengan kondisi kepala bersimbah darah.

Setelah itu, dengan kondisi syok dan luka, ia akhirnya pulang ke pondok yang berjarak sekitar 20 meter dari TKP. Di sanalah, ia dilihat oleh warga dan memberitahukan kepada Zainal yang saat itu berada di sekitar kebun. Dengan kondisi lemah, oleh keluarga, Yanti dilarikan ke RSUD Abunjani Bangko untuk mendapatkan perawatan instensif.

Sementara saat Jambi Independent menemui Yanti di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Abunjani Bangko, Yanti hanya terbaring lemah.

Dengan Kepala dan leher diperban serta hidung yang tampak bolong, ia belum bisa memberi keterangan seputar kejadian serangan beruang itu.

“Kasihan ibu, jangan terlalu dekat, mohon maaf ibu tidak bisa diberikan pertanyaan, rekan-rekan boleh lihat sendiri kondisinya,” tegas Zainal (22) saat melihat awak media yang melihat kondisi Yanti.

Diterangkan Zainal, saat itu dia pergi ke kebun bertiga. Namun dia tidak mengetahui jika Yanti telah diserang beruang, karena lokasi yang berjauhan. “Kejadiannya sekitar pukul 08.00, saat itu tidak ada yang mengetahui ibu diserang beruang, kami baru mengetahuinya setelah ada warga lain yang melaporkan kepada saya,” tambahannya dengan pakaian dipenuhi darah.

Ditegaskan Zainal, Yanti adalah korban ketiga dari keganasan beruang yang berkeliaran di Kecamatan Rantau Panjang dan sekitarnya. “Saya meminta kepada pemerintah agar melakukan penangkapan terhadap beruang yang semakin tidak bersahabat dengan manusia, jangan sampai kembali jatuh korban, apalagi sampai mengakibatkan korban jiwa,” tandasnya, berharap. (usa)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar