Senin, 22 Desember 2014 | 21:54:06
Home / Ekonomi / GM Traktor Optimis Penuhi Kebutuhan Alat Berat Indonesia

Minggu, 06 Mei 2012 , 00:44:00

BERITA TERKAIT

JAKARTA  - Direktur Utama GM Traktor, Tjandi Mulyono menegaskan pihaknya optimis mampu memenuhi kebutuhan alat-alat berat konstruksi yang dibutuhkan untuk pembangunan infrastruktur di Indonesia hingga 2014.

Hal tersebut dikatakan Tjandi Mulyono kepada wartawan disela-sela pameran alat berat di Jakarta Exspo, Kemayoran, Jakarta, Sabtu (5/5).

Menurut Tjandi, Kementerian Pekerjaan Umum memperkirakan kenaikan kebutuhan alat berat konstruksi hingga 2014 mencapai 20 persen menyusul meningkatnya rencana pembangunan infrastruktur nasional dalam dua tahun ke depan.

"Ketersediaan alat-alat berat saat ini sekitar 150 ribu unit memang belum mampu memenuhi kebutuhan untuk mengejar target pertumbuhan infrastruktur nasional karena kebutuhan primer mencapai 210.000 unit di akhir tahun 2012 mendatang," ujarnya.

Tjandi merinci, sebanyak 168.000 unit untuk kebutuhan non infrastruktur dan infrastruktur sebesar 42.000 unit. "Jika kenaikan diperkirakan mencapai 20 persen, maka kebutuhan alat berat diprediksi mencapai 252.000 unit pada 2014," ujarnya.

Tingginya kebutuhan akan alat berat tersebut telah membuat produsen alat-alat berat memaksimalkan penetrasi produk mereka di Indonesia, imbuhnya.

Tjandi Mulyono menegaskan, pihaknya siap mengisi kekosongan kebutuhan alat-alat berat itu dan salah satunya adalah "Writgen", produk alat berat buatan Jerman untuk pembangunan dan perawatan jalan.

"Writgen akan memboyong sejumlah produk unggulan mereka ke Indonesia dengan konsentrasi pada alat berat pembangunan dan perawatan jalan," ujarnya.

Selama ini alat berat yang dibutuhkan untuk pengerjaan konstruksi di tanah air lebih banyak diimpor dari negara-negara seperti Jepang, Jerman, Singapura, Swedia dan India.

Ke depan, pemerintah juga akan mengundang perusahaan leasing asing lainnya untuk memasok berbagai peralatan berat yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan alat berat, terutama terkait masterplan proyek percepatan pembangunan ekonomi Indonesia (MP3EI) di wilayah Timur, kata Tjandi Mulyono. (fas/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar