Kamis, 24 Juli 2014 | 15:26:11
Home / Nasional / Hukum / Polri Janji Tertibkan Senjata Dinas Anggota

Minggu, 06 Mei 2012 , 07:04:00

BERITA TERKAIT

JAKARTA - Mabes Polri berjanji akan lebih menertibkan penggunaan senjata api yang dibawa berdinas oleh para anggotanya. Tes ulang akan segera dilaksakan secara bertahap di semua satuan keilayah seluruh Indonesia.

"Tes itu meliputi keterampilan menembak, pengetahuan perundangan dan juga tes psikologi," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Brigjen Muhammad Taufik di Jakarta kemarin.

Menurut jenderal bintang satu ini, anggota yang memegang senjata api sudah melalui seleksi yang ketat. "Tidak sembarangan, kalau tidak lulus ya tidak boleh pegang," katanya.

Awal pekan lalu, sembilan anggota Polda Sulawesi Utara diperiksa Propam karena membuat keributan di Club Deluxe Bar, Hotel Sintesa, Sulawesi Utara. Salah seorang dari mereka, Briptu HY dilaporkan menodongkan senjata api pada pegawai karaoke.

Taufik menjelaskan, jika ada anggota yang mengumbar atau pamer senjata, masyarakat bisa melapor. "Lihat nama, pangkat atau satuan tempat dia bertugas," katanya.

Anggota yang tidak disiplin menggunakan senjata akan ditarik izin dan senjatanya. "Tidak setiap saat boleh digunakan, hanya pada jam dinas. Itupun pada saat saat tertentu," ujar Taufik.

Secara terpisah, Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta Sanusi Pane menilai polisi lemah dalam mengawasi penggunaan senjata anggota. "Di lapangan, aparat merasa kalau bawa senjata itu bisa seenaknya," katanya.

Padahal, lanjut aktivis asal Medan ini, senjata api yang dibawa polisi dibeli dari dana APBN. "Itu artinya pajak rakyat, jadi seharusnya mereka malu kalau sombong memamerkan senjata di depan warga sipil," kata Neta.

Penulis buku Jangan Bosan Kritik Polisi itu menambahkan, masyarakat sudah semakin cerdas dan bisa menjadi "wartawan" dengan alat sederhana. "Kalau melihat arogansi aparat, rekam saja, lalu diupload ke internet agar atasannya bisa menindak," katanya.

Pekan lalu, di youtube juga ramai digunjingkan soal aksi kapten TNI AD berinisial MA yang konflik dengan pemotor. MA sekarang masih diperiksa di Polisi Militer Kodam Jaya. (rdl)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar