Selasa, 23 September 2014 | 05:21:11
Home / Internasional / Banjir Bandang Sapu Dua Desa di Nepal

Minggu, 06 Mei 2012 , 23:03:00

BERITA TERKAIT

KATHMANDU - Banjir bandang menyapu dua desa yang berada di sekitar aliran sungai di barat Nepal, Sabtu (5/5) kemarin. Sedikitnya 13 orang tewas dan 17 lainnya hilang akibat hanyut terseret air. Di antara para korban yang masih belum ditemukan adalah 3 warga Rusia yang sedang berwisata.

Banjir deras yang berasal dari luapan Sungai Seti itu menghancurkan dua bangunan dan beberapa gubuk di desa Kharapani yang berada di lereng Gunung Annapurna yang dikenal sebagai salah satu tempat tujuan wisata paling popular di Nepal.

“Korban tewas mencapai 13 orang dan yang masih hilang 17, termasuk 3 warga Rusia. Diantara yang hilang juga ada 2 siswa yang sedang berkemah,” kata juru bicara Angkatan Darat Nepal Ramindra Chhetri seperti dikutip AFP, Minggu (6/5).

“Dua helikopter militer dan sebuah pesawat sipil sedang menyisir lokasi. Kami juga telah mengirim tim penyelamat untuk mencari para korban di 5 desa yang berdekatan dengan lokasi kejadian,” imbuhnya.

Banjir bandang kemarin juga merobohkan dua bangunan di desa Machhapuchre. Seorang petugas Area Konservasi Annapurna mengatakan, desa tersebut banyak dikunjungi turis karena memiliki pemandian air panas. “Di daerah ini tidak dilaporkan banyak hujan akhir-akhir ini sehingga kami sangat terkejut ketika banjir tiba-tiba datang sekitar pukul 09:30 pagi,” kata petugas bernama Paudel itu.

Merespon insiden tersebut, Perdana Menteri Baburam Bhattarai telah memerintahkan pihak berwenang untuk segera melakukan operasi penyelamatan. “Bhattarai sedang memonitor insiden ini dengan seksama. Dia juga telah memerintahkan pengiriman helikopter militer berisi para ahli bencana,” kata juru bicara kantor Perdana Menteri Bishwadeep Pandey.

Seorang ahli glesyer bernama Pradeep Mool dari Pusat Internasional Pengembangan Gunung di Kathmandu mengatakan, banjir bandang ini diduga dipicu kombinasi antara longsor salju dan tanah. “Kemungkinan material longsor menutup aliran sungai selama akhirnya pecah dan menyebabkan banjir,” katanya. (ara/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar