Sabtu, 25 Oktober 2014 | 18:56:34
Home / Bisnis / BEI Kebut 2 Juta Investor

Senin, 07 Mei 2012 , 01:26:00

BERITA TERKAIT

JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) membidik penambahan 200 ribu sub rekening efek baru tahun ini. Apabila hajatan itu terealisasi maka hingga pengujung 2012 koleksi sub rekening efek menyentuh level 560 ribu alias setengah juta.

Kalkukasi itu didapat dari jumlah sub rekening efek saat ini di kisaran 363.094 ribu investor. ”Ini jumlah investor domestik. Kami memang fokus dan terus menggenjot pelaku pasar lokal,” tukas Friderica Widyasari Dewi, Direktur Pengembangan BEI, di Jakarta, akhir pekan lalu.

Sejatinya sebut Friderica, jumlah subrekening efek pada 2009 silam sudah bertengger di level 350 ribu investor. Tetapi, setelah melalui revisi ada sejumlah rekening yang tereleminasi. Penghapusan terhadap rekening liar dilakukan menyusul sub rekening efek tersebut tidak ada isinya. “Karena itu, sepanjang 2010 lalu Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menghapus jumlah sub account yang tidak ada dananya,” tukas Friderica.

Nah, melalui pembersihan jumlah investor mulai diatur dengan saksama. Jumlahnya pun terus bertambah meski gerak pertambahannya relatif lambat. Dan, hingga saat ini jumlah sub account sudah hampir mendekati angka 400 ribu investor. ”Kami percaya jumlahnya akan terus melaju,” ujarnya yakin.

Secara keseluruhan sambung Friderica, jumlah investor di pasar modal Indonesia sudah berada di kisaran satu juta. Jumlah itu dari investor saham, reksadana, sukuk dan obligasi. Manajemen bursa yakin hingga pengujung tahun jumlah itu bakal bertambah menjadi dua juta investor.

Guna mewujudkan impian itu, bursa bakal terus melakukan serangkaian sosialisasi, khususnya kepada calon investor pasar modal di luar pulau Jawa. Nah, sebelumnya manajemen Trimegah Securities Tbk (TRIM), mengklaim pada 2016 memerkirakan jumlah sub rekening investor khusus saham akan bertambah menjadi 2,4 juta investor.

Dengan begitu, total pendapatan untuk seluruh anggota bursa meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi Rp 14,5 triliun. Rinciannya pendapatan dari jasa online trading seluruh sekuritas Rp 1 triliun, asset management Rp 5,8 triliun, bisnis IPO Rp 667 miliar, bond underwriting Rp 442 miliar dan bond trading Rp 3,3 triliun. (far)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar