Minggu, 20 April 2014 | 22:54:58
Home / Entertainment / Seleb / Ajak Sadar sejak Dini

Rabu, 09 Mei 2012 , 06:59:00

Andien. Foto: Fedrik Tarigan/Jawa Pos
Andien. Foto: Fedrik Tarigan/Jawa Pos
RELATED NEWS

JAKARTA - Penyanyi solo Andien ternyata punya pengalaman dengan tumor payudara. Ketika masih berusia 16 tahun, pelantun lagu Pulang itu terdeteksi terkena penyakit tersebut. Meski sekarang sudah terbebas, bukan berarti dia tidak peduli lagi dengan kesehatannya.

Pengalaman itu justru membuat Andien lebih waspada. Malah, dia mengajak para perempuan untuk mulai menjaga kesehatan payudara. Andien sekarang bergabung di gerakan Delapan, yaitu deteksi berkala payudara Anda.

Kemarin saat ditemui di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan, perempuan berusia 26 tahun itu menceritakan pengalamannya. "Dulu saya enggak kepikiran kalau ada tumor. Usia saya juga masih 16 tahun waktu itu. Gaya hidup saya sehat. Saya juga enggak ada keturunan. Saya pikir itu hanya masalah hormon," curhatnya.

Kalau saja saat itu tidak terkena usus buntu, mungkin dia juga tidak akan bilang ke dokter bahwa di payudaranya ada benjolan. Setelah diperiksa, ternyata itu merupakan tumor dan segera diangkat. "Saya sih enggak takut sama sekali ya. Justru orang tua saya yang khawatir. Sekali operasi, dua penyakit sekaligus," lanjutnya.

Andien menginap di rumah sakit memang karena penyakit usus buntu. Orang tuanya pun tidak tahu bahwa di payudaranya ada benjolan. Sejak itu Andien mengaku sangat concern dengan kesehatan payudara. Dia juga sering ikut acara yang berkenaan dengan kanker payudara. "Saya mau bergabung dengan gerakan ini karena ingin mengajak masyarakat waspada dan peduli dengan kesehatan payudara sendiri," ujarnya.

Pemeriksaan lebih dini bisa menyelamatkan penderitanya. "Kan bisa cepat diketahui dan cepat diobati. Pokoknya, kalau merasakan ada benjolan, buruan deh periksa ke dokter. Jangan nunggu-nunggu seperti saya," imbuhnya.

Penyanyi yang sudah membuat empat album itu mengakui bahwa dulu pengetahuannya tentang penyakit tersebut minim. Apalagi, saat itu masih remaja. Dulu yang dia tahu, usia remaja belum rentan terkena penyakit ini. "Ternyata, faktanya tidak begitu. Ketika saya masih 16 tahun kena juga. Banyak faktor yang menyebabkan hal tersebut," tegasnya.

Sekarang, selain rajin memeriksa sendiri, Andien semakin sadar untuk menjalani hidup sehat. Makan sehat dan berolahraga teratur. "Pengobatan lebih lanjut cuma pemeriksaan berkala. Kata dokter, kalau sudah pernah kena, rentan untuk balik lagi," urainya. (jan/c2/tia)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar