Selasa, 02 September 2014 | 08:51:04
Home / Ekonomi / Investasi / Indonesia Aman untuk Investasi

Jumat, 11 Mei 2012 , 01:43:00

BERITA TERKAIT

JAKARTA - Ketua Divisi Kajian Lembaga Nasional Lambaga Partisipasi Pembangunan Nasional  (LPPN), Adi Wibowo mengatakan, Investment Grade seperti menjadi hadiah tutup tahun 2011 lalu karena Indonesia mendapat penghargaan dari lembaga pemeringkatan Internasional "Fitch Ratings".

"Dengan mendapatken peringkat  tersebut Indonesia kembali naik kelas setelah krisis 1997/1998 atau 14 tahun lamanya absen dari kelompok negara yang dinyatakan sebagai tujuan investasi yang aman, beresiko relatif  rendah dan mampu memberikan keuntungan yang optimal," kata Adi saat seminar nasional LPPN bertajuk "Qua Vadis Investment Grade:  Peluang dan Tantangan bagi Perekonomian Nasional" di Jakarta, Kamis (10/5).

Ia menambahkan, tentunya peringkat tersebut menjadi angin segar bagi masa depan perekonomian nasional negeri ini. "Pertanyaannya adalah apakah dengan mendapatkan peringkat tersebut jalan mulus di depan perekonomian kita?" ujar dia.

Menurutnya, pemeringkatan oleh lembaga rating (rating agency) seperti moodys, fitch rating atau S&P pada prinsipnya adalah peratingan atas sebuah lembaga atau negara dalam kaitannya dengan kemampuan membayar utang (repayment capacity).

Semakin baik ratingnya berarti diasumsikan negara atau perusahaan tersebut mempunyai kemampuan membayar utang yang lebih baik. Karena kaitannya dengan surat utang (obligasi perusahaan atau surat utang negara) maka peratingan umumnya menjadi referensi pasar uang (money market) tidak berkaitan langsung dengan kondisi perekonomian secara serta merta. Hal ini disebabkan  pemeringkaatan ditujukan kepada investasi pasar uang bukan investasi sektor riil (investasi langsung).

"Tapi bukan berarti tidak ada kaitannya dengan perekonomian secara langsung. Sebab sudah menjadi keyakinan banyak orang (pengamat, pengambil kebijakan  dan pelaku pasar ) bahwa pasar uang yang ramah investor merupakan pintu masuk bagi foreign direct invevestmen," kata dia.

Dengan naiknya peringkat Indonesia ke level investment grade, kata dia, "Akan mengundang banyak investor asing masuk ke pasar uang. Umumnya, mereka berinvestasi dalam instrument keuangan jangka pendek. Meski ada juga investor jangka panjang."

Namun, tambah Adi, biasanya investor jangka pendek ini yang bereaksi cepat dari peningkatan peringkat. Sementara investor jangka panjang masih butuh beberapa tahap lagi.
"Investor jangka pendek ini yang berbahaya karena mereka hanya mencari untung (gain) dalam jangka pendek. Sangat mudah bagi dia untuk menarik investasinya sama mudahnya dengan dia menanamkan investasinya. Inilah yang sering disebut dengan hot money," katanya.

Dengan peringkat yang membaik rangsangan untuk menambah utang juga akan menaik. Baik bagi pemerintah maupun swasta. "Jika kita tidak mempunyai sistem keuangan yang sehat dan kuat dalam artian mampu mengendalikan utang pemerintah dan swasta maka bisa terjadi ledakan utang sama seperti yang terjadi di AS dan Eropa," ujarnya.

Karena itu, investment grade diberikan kepada suatu negara yang memiliki fundamental ekonomi kuat, stabilitas politik dalam jangka panjang solid, dan memiliki manajemen anggaran pemerintah serta kebijakan moneter yang prudent.

Hal ini ditandai dengan defisit anggaran yang rendah, rasio utang rendah, dan inflasi terkendali. Investment grade merupakan peringkat yang masuk kategori layak investasi. Ekonomi tumbuh di atas 6 persen, rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) berada pada angka 26 persen, dan defisit anggaran di bawah 2,5 persen," pungkasnya. (boy/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 06.04.2014,
        01:15
        best money here
        qCEX0C Thanks for the article.Really thank you! Fantastic. From mobile