Sabtu, 25 Oktober 2014 | 06:53:22
Home / Nasional / E-KTP Cegah Pelaku Poligami Tak Akui Istri

Jumat, 11 Mei 2012 , 17:01:00

BERITA TERKAIT

BANDA ACEH - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi tak henti-hentinya membanggakan proyek KTP elektonik (e-KTP) di kementrian yang dipimpinnya. Menurutnya, e-KTP tidak hanya mampu meminimalisir ancaman teroris yang menyaru dengan berbagai identitas.

Gamawan malah menyebut e-KTP itu juga melindungi kaum ibu dari suami yang doyan kawin. Kok bisa?

Berbicara pada acara pemberian piagam penghargaan dan penyerahan e-ktp kepada pemerintah kabupaten/kota se-Nangroe Aceh Darussaalam (NAD) di pendopo Gubernur NAD, Jumat (11/5), Mendagri mengatakan bahwa dengan pola pengamanan e-KTP yang menggunakan pemindai dan retina mata akan menyulitkan seseorang untuk menggandakan identitas ataupun memiliki KTP lebih dari satu.

"Ini efektif. Sampai yang punya istri tiga pun bisa diketahui karena di mana-mana tercatat dan data sidik jarinya langsung terekam di Kemendagri," kata Gamawan.

Tak berhenti di situ, Gamawan juga mengatakan bahwa sudah menjadi kebiasaan jika dalam formulir kependudukan seorang istri akan mencatatkan nama suaminya. Dengan demikian pria beristri tak bisa mengaku bujangan lagi saat berurusan dengan urusan administrasi pemerintahan.

 "Suami mungkin tidak mengakui, tapi istrinya di formulir pasti mencatatkan nama suaminya. Jadi pasti tahu kalau poligami," kata Gamawan yang ditimpali tawa para kepala daerah, pimpinan DPRD, serta para kepala dinas catatan sipil dan kependudukan se-NAD.

Dipaparkannya pula bahwa sejak  pemberian Nomor Induk Kependudukan (NIK) digalakkan, setidaknya sudah lebih dari 7 juta penduduk yang memiliki KTP ganda. Namun angka itu bisa disisir.

Sementara sejak program perekaman e-KTP dilakukan mulai Agustus 2011 lalu, tercatat lebih dari 90 ribu orang yang mencoba memiliki KTP lebih dari satu. "Tapi itu semua ketahuan. Ada perempuan, ada bapak-bapak. Saya tidak tahu apa motif mereka mau bikin KTP lebih dari satu," ucap mantan Gubernur Sumatera Barat itu.

Dalam kesempatan itu Mendagri juga memuji hasil proses perekaman e-KTP di 23 kabupaten/kota se-NAD. Alasannya,  meski kabupaten/kota di NAD disibukkan dengan Pemilukada termasuk yang masih menyisakan gugatan di MK maupun untuk putaran kedua, namun proses perekaman e-KTP bisa tuntas.

"Aceh itu punya semangat Islam. Dan Islam itu punya semangat kerja. Dan Aceh bisa mencerminkan itu," sambungnya.

Karenanya Mendagri mengaku harus menyempatkan diri untuk memberi apresiasi bagi Pemda di Aceh yang serius menggarap e-KTP. "Kalau saya ditanya kenapa bolak-balik ke aceh, karena saya sayang. Sekarang sudah tenang, ya harus ada perhatian lebih untuk Aceh. Ini semangat memberi dan menerima," ucapnya.

Sedangkan pelaksana tugas (Plt) Gubernur NAD, Tarmizi Karim mengungkapkan, jumlah total penduduk Aceh adalah 2.612.780 jiwa. "Pada 30 April lalu, sudah 90 persen yang mendapat NIK," sebutnya.(jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar