Senin, 28 Juli 2014 | 13:16:55
Home / Nasional / KNKT Jangan Sampai Didikte Rusia

Rabu, 16 Mei 2012 , 02:02:00

Anggota Tim SAR dari Kopassus TNI AD, LettuM Taufik membawa kotak hitam Sukhoi Superjet 100 yang ditemukannya di dasar jurang Gunung Salak, Selasa (15/5).

Foto : Arundono W/JPNN
Anggota Tim SAR dari Kopassus TNI AD, LettuM Taufik membawa kotak hitam Sukhoi Superjet 100 yang ditemukannya di dasar jurang Gunung Salak, Selasa (15/5). Foto : Arundono W/JPNN
BERITA TERKAIT

JAKARTA - Anggota Komisi I DPR yang membidangi pertahanan dan hubungan luar negeri, Tjahjo Kumolo, meminta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) agar tetap menjadi leader dalam melakukan analisa dan penyelidikan atas black box Sukhoi SuperJet (SSJ) 100 yang sudah ditemukan Selasa (15/5) kemarin. Menurut Tjahjo, asas kedaulatan harus tetap dikedepankan.

"Saya tidak begitu paham mekanisme atau aturan dalam dunia penerbangan. Saya kira, karena kecelakaan di Indonesia, sangatlah wajar kalau pihak KNKT Indonesia juga mempunyai kewenangan untuk mengetahui dan melakukan penelitian soal black box tersebut. Agar,  dapat diketahui pasti masalahnya apa yang  mengakibatkan musibah pesawat tersebut," kata Tjahjo kepada JPNN, Rabu (16/5) dini hari.

Mantan Ketua FPDIP DPr itu menambahkan, sah-sah saja jika KNKT bekerjasama dengan pihak Rusia dalam menangani black box Sukhoi jenis komersil yang naas di Gunung Salak itu. Meski demikian masing-masing pihak tetap harus saling menghormati. "Saya kira kedua negara melalui lembaga yang berwenang sudah ada deal atau sudah sesuai aturan mainnya," kata dia.

Sementara terkait proses evakuasi korban maupun investigasi tentang penyebab kecelakaan, Tjahjo menegaskan bahwa keterlibatan Rusia sifatnya hanya membantu saja. "Tim Rusia sifatnya membantu melakukan dukungan, leadernya tetap Tim Basarnas terpadu dari Indonesia," kata Sekjen PDI Perjuangan itu.

Namun yang tak kalah penting, kata Tjahjo, semua pihak lebih baik tidak sembarangan mengumbar pernyataan tentang penyebab kecelakaan sebelum ada hasil resmi dari penelitian black box. "Hindari spekulasi. Tuntaskan evakuasi para korbanterlebih dulu dan lakukan identifikasi penumpang. Ini yang utama agar keluarga yang kehilangan mendapatkan kejelasan," cetusnya. (boy/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar