Minggu, 21 Desember 2014 | 09:37:15
Home / Nasional / Humaniora / KNKT Butuh Seminggu Teliti CVR Sukhoi

Rabu, 16 Mei 2012 , 15:29:00

JAKARTA - Black box berisi cockpit voice recorder (CVR) milik Sukhoi Superjet 100 sudah diterima oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Tim dari KNKT membutuhkan waktu sekitar satu minggu untuk membaca rekaman pembicaraan di cockpit pesawat Sukhoi nahas tersebut.
 
"Seperti yang tadi dibicarakan, sekitar seminggu lah kita bisa," kata Kepala Tim Laboratorium KNKT, Budi Nugroho dalam jumpa pers di kantor KNKT Jalan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Rabu (16/5).
 
Budi memastikan, black box yang gosong tidak merusak perangkat memori elektronik CVR di dalamnya. Untuk membaca CVR, perangkat memori dalam black box akan dilepaskan dari black box dan kemudian data suaranya diunduh. Tim KNKT butuh penterjermah dari Rusia untuk membaca CVR.
 
"Karena ini menggunakan pesawat Sukhoi yang menggunakan bahasa mereka, kita butuh bantuan KNKT rusia untuk menerjemahkannya. Nah yang bisa kita tangkap adalah komunikasi pilot dengan tower yang menggunakan bahasa Inggris," ujar Budi.
 
Menurut Budi, transkrip pembicaraan dalam cockpit pesawat Sukhoi yang jatuh di Gunung Salak, Bogor tak akan dipublikasikan. Hal tersebut sesuai dengan aturan internasional mengenai penanganan kecelakaan pesawat udara.
 
"Tidak boleh di publish karena sudah aturan internasional. Jadi tolong digarisbawahi bahwa kecelakaan pesawat tidak sama dengan kecelakaan motor, mobil, dan kereta," tegas Budi.
 
Kepala Tim Investigasi KNKT, Soemarjono mengatakan bahwa penelitian CVR Sukhoi akan dilakukan di Indonesia. Ia juga mengatakan, penelitian black box Sukhoi Super Jet 100 dipimpin oleh KNKT Indonesia.
 
"Jadi kami berkerjasama dengan KNKT Rusia, kami yang pimpin dan mereka yang bantu.  Yang jelas kalau misalnya ini bisa langsung dibaca ya mereka bisa bantu terjemahkan, kami berharap bisa dibaca langsung di sini," ucap Soemarjono. (dil/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar