Sabtu, 01 November 2014 | 15:24:42
Home / Politik / Pilkada / Tuntut Pemilukada DKI Dibatalkan

Kamis, 17 Mei 2012 , 17:48:00

BERITA TERKAIT

JAKARTA-Pusat Pergerakan Pemuda Indonesia (P3I) menyerukan agar pemilihan gubernur DKI Jakarta 2012 dibatalkan. Alasannya, daftar pemilih sementara yang sudah ditetapkan oleh KPU DKI Jakarta masih kacau.

Berdasar temuan tim P3I di 9 kelurahan di Jakarta, ternyata masih banyak pemilih ganda yang terdaftar di dalam daftar pemilih sementara (DPS). P3I memperkirakan ada selisih jumlah pemilih dalam DPS yang seluruhnya mencapai 1,4 juta orang jika dibandingkan dengan data hasil perekaman e-KTP warga Jakarta yang dilansir Kemendagri sekitar 5.644.991.

"Kesalahan tersebut teramat kasat mata dan bodoh karena KPUD sembarangan dalam menetapkan DPS," ujar Direktur Riset P3I,  Aditia Pradipta dalam jumpa pers di Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (17/5).

P3I menuntut pembatalan pemilu karena menilai bahwa KPU DKI tidak mungkin mengkoreksi kesalahan-kesalahan tersebut dalam waktu dekat. Sementara DPT akan segera disahkan dalam beberapa hari lagi.

"Karena penetapan DPT akan berlangsung hanya beberapa hari ke depan dan tidak memungkinkan dilakukan koreksi secara masif terhadap DPS maka kami menyimpulkan agar pilkada DKI dibatalkan," tegas Aditia.

Dewan Pendiri P3I, Ahmad Nur mengatakan bahwa lembaganya akan membawa temuannya ke Panitia Pengawas (Panwas) untuk diproses secara hukum. P3I juga berharap temuannya dapat diteruskan ke Mahkamah Konstitusi (MK) untuk ditindaklanjuti.

"Kami akan sampaikan pada Panwas dan akan meneruskannya kepada Mahkamah Konstitusi untuk ditindaklanjuti sebagai kejahatan demokrasi" ujar Ahmad.

Apabila tuntutan mereka tidak dikabukan, P3I berharap setidaknya KPU DKI menunda pelaksanaan pemungutan suara pada pemilukada DKI. Ia mengingatkan, proses pemilu yang bermasalah akan melahirkan pemimpin yang buruk.

"Solusi selesaikan dulu daftar pemilih. Mari kita investigasi bersama. Kalau dilanjutkan dengan data yang ada, maka jalannya pemerintahan akan sangat buruk," ucap mantan aktivis mahasiswa UI angkatan 1999 itu. (dil/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar