Jumat, 19 Desember 2014 | 06:07:52
Home / Nasional / Hukum / Wanita Seksi Desak KPK Bongkar Rekening Gendut Polisi

Senin, 21 Mei 2012 , 18:31:00

Tiga perempuan cantik yang dibawa Garasi dalam aksi di KPK, Senin (21/5).

Foto : M Fathra Nazrul/JPNN
Tiga perempuan cantik yang dibawa Garasi dalam aksi di KPK, Senin (21/5). Foto : M Fathra Nazrul/JPNN
BERITA TERKAIT

JAKARTA - Tiga perempuan cantik berpakaian ketat mencuri perhatian pewarta maupun pengguna jalan yang melintasi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan. Tiga wanita cantik itu tergabung dalam massa yang menamakan diri Gerakan Rakyat Anti-Korupsi (Garasi).

Tiga perempuan yang dibawa Garasi terlihat membawa bunga dan selebaran. Dalam aksinya yang digelar Senin (21/5) siang, Garasi mendesak lembaga pimpinan Abraham Samad itu menuntaskan kasus "rekening gendut" perwira Polri. Koordinator aksi, Kasim Belasa, mengatakan bahwa masyarakat Indonesia terus memantau kinerja KPK. Walaupun belum maksimal, tapi keberhasilan KPK menangkap dan mengadili hakim, jaksa, pegawai pajak sampai kalangan militer patut dipuji.

Sayangnya, sampai hari ini KPK belum menuntaskan nasib "Rekening Gendut Perwira Polisi". Maka Garasi medesak KPK segara mengusut tuntas kasus ini.

"Polisi bukan pengayom koruptor, polisi pengayom masyarakat. Kalau polisi tidak bisa membersihkan oknum-oknumnya dari tindak kriminal, maka kepercayaan masyarakat akan semakin merosot," kata Kasim Belasa.

Kasim juga menyampaikan poin-poin tuntutan ke KPK. Di antaranya meminta KPK menuntaskan kasus rekening gendut perwira polisi dan memberikan perkembangan penanganannya kepada masyarakat.

Garasi juga  meminta KPK bekerjasama dengan PPATK untuk mengungkap adanya aliran dana yang tidak wajar kepada para petinggi polisi. Tunutan lainnya, agar KPK tidak bekerja lamban dalam menangapi perkara korupsi.

Seperti diketahui beberapa waktu lalu beredar informasi tentang adanya 17 Jenderal polisi pemiliki rekening tak wajar. Jumlahnya bervariasi, mulai dari Rp144 miliar hingga Rp1,2 triliun. Namun penanganan kasus itu hingga kini tidak ada kejelasannya.(Fat/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
 
        1. 12.06.2012,
          14:30
          joo
          Hmmmm, From mobile
        2. 05.06.2012,
          16:07
          ririnmanyun
          Beeehhh....itu buah dada bkin laki ngiler From mobile