Minggu, 23 November 2014 | 14:20:32
Home / Politik / Legislatif / DPR Persoalkan Siaran Langsung Resepsi Anang-Ashanty

Selasa, 22 Mei 2012 , 00:42:00

BERITA TERKAIT

JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI, Effendy Choirie menyatakan bahwa dirinya akan mengusulkan ke komisi DPR yang membidangi media itu memanggil Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan stasiun RCTI terkait siaran langsung resepsi pernikahan Anang-Ashanty selama kurang lebih tiga jam, Minggu (20/5) malam. Pemanggilan itu dirasa perlu karena RCTI tidak berwenang menggunakan frekuensi penyiaran publik untuk kepentingan yang tidak terukur.
 
“Saya akan usulkan kepada Komisi I DPR agar memanggil KPI dan pihak RCTI untuk meminta klarifikasi penggunaan frekuensi publik untuk hal yang tidak terukur seperti siaran resepsi pernikahan Anang-Ashanty itu," kata Effendy kepada wartawan di gedung DPR, Senayan Jakarta, Senin (21/5).

Politisi yang akrab disapa dengan nama Gus Choi itu menjelaskan, frekuensi yang sifatnya milik publik harusnya digunakan untuk kepentingan publik. Karenanya, stasiun televisi juga tidak boleh sembarangan menggunakannya.

Dia justru mempersoalkan KPI karena tidak menindak stasiun televisi yang seenaknya menggunakan frekuensi.  “Kita akan meminta KPI untuk tegas menjaga hak-hak publik terhadap kualitas siaran. Jelas resepsi perkawinan bukanlah hal yang patut disiarkan secara khusus selama tiga jam. Lagi pula siapa memangnya Anas-Ashanty sehingga harus seperti itu?” tanya politisi PKB itu.

Lebih lanjut Gus Choi mengaku risih jika selama ini DPR yang terus-terusan dituding hedonis. Parahnya, media yang selama ini menyudutkan DPR dengan gaya hidup hedonisnya justru menyiarkan resepsi pernikahan yang tak nyata-nyata mewah.

“Saya ini heran, anggota DPR diberitakan hedonis dan dikritik habis oleh media massa termasuk televisi yang menyiarkan resepsi ini. Lah tapi di lain sisi RCTI justru menyebarkan gaya hidup hedonis,” tegasnya.

Penyiaran sebuah pesta perkawinan mewah di tengah banyaknya warga miskin jelas sangat disayangkan. “Coba tolong jelaskan pada saya di mana pentingnya menyiarkan resepsi Anang-Ashanty buat masyarakat? Masyarakat dipaksa menonton acara yang tidak penting,” tegasnya. (fas/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 30.05.2012,
        11:08
        basar
        mending nonton pernikahan anang ashnty,dari pada dengerin komentar basi anggota DPR bisa nya cuma ngomong doang ,molor doang kayak soang.
      2. 28.05.2012,
        19:36
        KOMARUDIN
        seharusnya kawinan si effendi yg disiarkan.. ayo effendi lo kawin aja lagi nanti saya usulkan RCTI menyiarkan acara kawinan anda 3,5 jam..
      3. 28.05.2012,
        10:23
        firdaus
        saya bukan membela yang bersangkutan,wajarlah kalo anggota DPR dikritik, lha wong gajinya uang rakyat, lain dengan orang yang memakai uang hasil keringat sendiri
      4. 24.05.2012,
        15:07
        Nissa
        Lebih baik saya menonton pernikahan ini daripada menonton sidang DPR yang kerjanya molor mulu, sama sekali tdk berguna. Hanya memakan uang rakyat
      5. 23.05.2012,
        00:32
        chen
        cari sensasi...memangnya udah ngak ada kerjaan.artis banyak duitdan bikin pesta besar wajarlah..anggota DPR bikin pesta wah.. ngak wajarlah.
      6. 22.05.2012,
        21:56
        Jayanegara
        Sirik ya..Urus aja anggota DPR koruptor makan uang haram..lebih baik nonton Ashanty yang cantik, muntah nonton anggota DPR makan uang rakyat.
      7. 22.05.2012,
        14:55
        davied
        Maaf gus choi,makin pinter kok makin lebay to.masyarakat suka acara itu,lagian pesta pake uang sendiri bukan uang rakyat.gaya hedonis masyarakat sekarang pelopornya kan anggota dewan yth. UϪh gak ada yang lebih penting dari pesta anang to gus utk dibahas.mbok ya kritisi temen anda yang di dewan yang banyak maling2nya.
        From mobile
      8. 22.05.2012,
        14:40
        markum
        lebih baik tayangan dakwah agama jamnya ditambah
      9. 22.05.2012,
        13:14
        Noe
        Saya juga sebetulnya eneg nonton siaran langsung itu selama itu, tapi saya lebih mual komentar politisi DPR itu, orang selebritis digaji bukan pakai duit rakyat, gitu aja kok repot. Logika apa yang kau pakai???
      10. 22.05.2012,
        12:56
        Anto
        Kalo anang ashanti bikin pesta karena mereka pakai uang jerih payah kerja mrk, la kalo DPR kan dah byk kasus korupsi? pemirsa jd brtnya uang drmn