Kamis, 17 April 2014 | 08:53:49
Home / Berita Daerah / Papua Barat / Tak Perlu Lagi Papua Bermimpi Merdeka

Selasa, 29 Mei 2012 , 23:11:00

RELATED NEWS

MANOKWARI - Pada awal tahun 2012 ini, sudah dua kali Sekretaris I Kedutaan Besar Amerika Serikat maupun Dubes Belanda berkunjung ke Manokwari dan bertemu dengan sejumlah pihak termasuk pimpinan MRPB (Majelis Rakyat  Papua Provinsi Papua Barat). Ketua MRPB,Vitalis Yumthe mengatakan, ada tiga hal yang menjadi perhatian pada Dubes, yakni, soal pelaksanaan Otonomi Khusus Papua, posisi UP4B (Unit Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Papua Barat).
 
‘’Lalu yang ketiga itu, mereka tanyakan tentang rencana dialog (penyelesaian masalah Papua). Jadi, tiga hal itu yang ditanyakan,’’ jelas Vitalis Yumthe kepada wartawan.
 
Dikatakan pula, dari kunjungan Dubes Belanda dan Sekretaris I Kedubes AS, ada dua hal yang perlu diperhatian oleh pemerintah maupun aktifis Papua merdeka, bahwa, Kedubes AS maupun Belanda ini mendorong bagaimana kesejahteraan rakyat dapat diwujudkan, bukan mendukung atau tidak mendukung perjuangan Papua merdeka.‘’Nah, pada kesempatan ini, saya mau sampaikan, kita tidak menaruh harapan untuk kemerdekaan Papua, tapi tidak perlu lagi mencari-cari lagi, tapi memanfaatkan kesempatan untuk bangun masyarakat Papua,’’ tukasnya.
 
Ketua MRPB juga menghimbau kepada Dewan Adat Papua (DAP), Presidium Papua, agar tidak lagi menaruh harapan pada perjuangan kemerdekaan Papua,tapi menuntut kemerdekaan dalam bentuk kesejahteraan.
 
‘’Dengan kunjungan-kunjungan tamu dari beberapa negara, kita tidak berharap ada dukungan soal Papua merdeka.Saya tahu, Papua pasti merdeka,tapi bukan dengan cara-cara seperti itu. Lalu yang kedua, kita minta hak konstitusi yang mengatur tentang kesejahteraan  untuk membuat kebijakan, pelayanan untuk orang asli Papua. Kita jangan bermimpi lagi untuk kemerdekaan Papua karena akan membuat orang Papua tidak akan berusaha, tapi akan memunculkan konflik,’’ imbuhnya.
 
Pada kedatangan yang terakhir, pertengahan Mei lalu, Ketua MRPB menjelaskan bahwa, soal pelaksanaan UU Otsus, berbagai kebijakan telah dilakukan pemerintahan. Namun dalam pelaksanaannya, pola penanganan orang Papua belum konkrit.
 
Menurut Ketua MRPB, yang diharapkan dengan adanya Otsus dan kini UP4B, kebijakan atau kewenangan dapat ditindaklanjuti secara konkrit. Seperti, kalau berbicara masalah pendidikan, maka bagaimana pola penataan pendidikan.
 
Setiap kepala daerah yang juga orang asli Papua punya harus bertanggung jawab untuk kesejahteraan, sehingga tidak perlu dipermasalahkan lagi pemerintah pusat. Perlu keseriusan dari gubernur, bupati/walikota bukan saling menyalahkan.
 
‘’Ada kesempatan bagi orang asli Papua untuk mengenyam pendidikan secara baik di semua jenjang pendidikan dan mendapatkan kemudahan. Demikian pula di bidang kesehatan, bagaimana dengan Otsus Dinas Kesehatan menyediakan biaya bagi anak-anak Papua untuk sekolah di kedokteran maupun tenaga-tenaga medis,'’ tandanya.
 
Dengan perhatian yang baik dan terkonsep, maka pemberdayaan orang Papua pun bisa terarah. ‘’Kebutuhan orang Papua akan terpenuhi dan menjawab keberpihakan seperti dimaksudkan dalam undang-undang Otsus itu. Juga dalam pemberdayaan ekonomi kerakyatan, pemerintah harus bertanggung jawab. Nah, ini yang ditanyakan tamu dari Kedubes Amerika,’’imbuhnya.(lm)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 21.11.2012,
        09:53
        Fandesar
        Kedatangan DUBES hanya menambah kebodohan orang papua , Ngaca dulu d panci ommm From mobile
      2. 16.09.2012,
        15:21
        suara hati anak negeri
        MRPB haruslah intropeksi diri dulu,teket orang papua adalah hati nurani, skali 'M' tetap 'M' dan adalah sebuah harga Mati...
      3. 01.06.2012,
        19:31
        dias
        Afin Dias siapa pun dia seorang kepala pemerintahan ataupun utusansuatu negara pasti akan bicara seperti itu, karena mereka akan menjaga hubungan diplomasi antara negara..dan itu tdk perlu kaget kwn... yang menentukan itu hanya rakyat Papua dan masyarakat Internasional bukan seorang kepala pemerintahan atau seorang utusan negara kwn...hormat
      4. 01.06.2012,
        17:03
        Nafi
        Aneh.....kunjungan kedubes tdk ada pemberitaan di sejumlah media.... klo pemuat berita ini merasa tdk ingin Papua terlepas dr nkri bilang saja anda menghendaki demikian. Yang berjuang dan hendak merdeka itu orang Papua dan bukan kedua negara tersebut. Jadi anda siap siap2 menyimpan sudah jgn lama lgi....
      5. 31.05.2012,
        23:33
        Bintang Tujuh
        lucu baca tulisan, berita ini sumbernya dari mana, sudah dua kali Sekretaris I Kedutaan Besar Amerika Serikat maupun Dubes Belanda berkunjung ke Manokwari dan bertemu dengan sejumlah pihak termasuk pimpinan MRPB (Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Barat). Ketua MRPB,Vitalis Yumthe mengatakan, ada tiga hal yang menjadi perhatian pada Dubes, yakni, soal pelaksanaan Otonomi Khusus Papua, posisi UP4B (Unit Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Papua Barat). ini ketemunya tanggal berapa dan ketemunya dmn?

        masa tiga hal yg menanggapi baru dalam berita itu cuma dua hal yaitu otonomi daerah dan up4b.
        ha ha ha ha ha
      6. 30.05.2012,
        16:18
        papua.meto
        supaya semua harus tahu

        rakyat papua tidak meminta apa2
        perjuangan untuk pembebasan nasional bangsa papua barat adalah harga mati.untuk itu per
      7. 30.05.2012,
        15:16
        abi
        Kami rakyat Papua tidak perlu mengaharapkan kepada siapa-siapa karena kemerdekaan adalah sebuah inisiatif yang lahir dari orang Papua itu sendiri
      8. 30.05.2012,
        15:11
        MANCAW
        sy pikir tulisan di atas itu betul, papua tidk usah lg bermimpi untuk M krn membuat orang Papua tidak akan berusaha, tp akan memunculkn konflik.
      9. 30.05.2012,
        12:13
        rudy
        Lebih penting memikirkan kemerdekaan di bidang pendidikan, kesehatan, peningkatan ekonomi rakyat, serta membangun infrastruktus yg baik dari pada menghabiskan energi utk hal yg tdk mingkin akan digapai, yg masih memikirkan M itu hanya segelintir anak muda yg tdk memahami sejarah tentang papua. From mobile
      10. 30.05.2012,
        08:47
        ernard
        saya pikir tulisan ini tak mempengaruhi orang Papua menetukan nasip sendiri. yang tetukan bukan DUBES itu. orang papua yg menetukan