Minggu, 21 Desember 2014 | 08:10:42
Home / Politik / Legislatif / Komisi I DPR Jembatani Dialog Papua-Jakarta

Senin, 11 Juni 2012 , 06:51:00

JAYAPURA - Komisi I DPR RI akan menjembatani dialog konstruktif antara Papua dan Jakarta untuk mencari solusi dan mengurai serta menyelesaikan segala masalah yang ada di Papua. Salah satunya menyelesaikan konflik di Papua dan juga teror penembakan yang terjadi akhir-akhir ini.

Ketua Komisi I Drs. Mahfudz Siddiq mengatakan menyelesaikan persoalan Papua tidak dengan pendekatan keamanan seperti yang terjadi saat ini.  "Saya menilai pendekatan keamanan tidak akan pernah menuntaskan persoalan, malah akan memunculkan masalah baru, bahkan juga bisa menghancurkan kemanusiaan. Dan saya rasa kita harus mengubah sistem ini bila berniat membawa Papua ke yang baik," ungkapnya, seperti diberitakan Cenderawasih Post (Grup JPNN).

Sementara anggota Komisi I lainnya, Lili Wahid mengatakan, dialog konstruktif merupakan jalan keluar menyelesaikan segala persoalan di Papua.  "Komisi kami akan proaktif mengawal dan mewujudkan dialog Papua-Jakarta, guna menuntaskan masalah Papua. Sebab saya menilai cara ini akan menjadi tempat kita mencari solusi atau formula baru membawa Papua ke zona damai," katanya.

Sedangkan Meutya Hafid yang juga anggota Komisi I DPR RI memberikan komentar bahwa pertemuan dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat membawa pencerahan baru dalam menyelesaikan persoalan Papua. 

"Kami datang ke sini untuk menjaring masukan. Dari masukan ini  tugas kami komisi I sekarang adalah mewujudkan terlaksananya dialog Papua-Jakarta secepatnya," tuturnya.

Menurutnya, penambahan pasukan ke Papua dan banyaknya intelijen yang dikirim ke Papua nyatanya bukan malah menghentikan kekerasan tapi membuat Papua semakin tidak tenang.

"Saya melihat ada banyak intelijen dan pasukan yang ditambah ke Papua, yang kenyataannya tugas mereka hanya membawa Papua pada kondisi yang tidak kondusif, dan Komisi I akan mengkaji ini secepatnya," katanya.

Sementara Yorris Raweyai yang juga anggota Komisi I berasal dari Papua memberikan penegasan bahwa Papua sudah lelah dalam belenggu konflik, dan sudah seharusnya pemerintah pusat membuka ruang dialog, agar bisa mencari solusi penyelesaian.

"Saya mendukung pendapat teman-teman di Komisi I untuk secepatnya digelar Dialog Papua-Jakarta agar harus segera diwujudkan untuk menciptakan kedamaian di Papua. Ini akan menjadi terobosan baru dalam menciptakan suasana aman dan tentram di Papua," paparnya.

Sementara itu, Pater Neles Tebay yang merupakan salah satu Tokoh Agama di Papua mengucapkan persolan Papua hanya bisa dituntaskan melalui dialog yang bermartabat antara pemerintah pusat dan seluruh elemen masyarakat Papua, guna mengetahui secara tepat apa yang sebenarnya diinginkan orang Papua.

"Saya percaya dengan dialog, akan menciptakan komunikasi yang intens, dengan harapan dapat mengurai segala persoalan untuk kemudian mencari format solusi penyelesaian. Hanya saja sebelum dialog dilakukan harus dibentuk tim yang mencoba memformulasikan tujuan dialog, format dialog dan agenda dialog," ungkapnya.

Dalam pertemuan ini, Pater Neles Tebay optimis Komisi I mampu mendorong pemerintah pusat untuk segera menyelenggarakan dialog Papua- Jakarta secepatnya. "Dari kedatangan Komisi I kami tanpak mereka mendukung terselengaranya dialog tanpa takut dicap pendukung Papua merdeka, sebab persoalan Papua hanya bisa diselesaikan dengan dialog," katanya.

Sementara Pendeta Herman Awom yang juga anggota Presidium Dewan Papua, menyampaikan dalam menyelesaikan persoalan hanya melalui dialog Papua-Jakarta yang difasilitasi pihak ketiga yakni negara luar.

Herman juga mengatakan, Presiden SBY tidak konsisten menyelesaikan persoalan Papua , sehingga konflik berkepanjangan terus terjadi di Papua. "Dialog bermartabat adalah solusi yang tepat untuk menyelesaikan segala masalah di Papua, tapi kalau pemerintah pusat tidak ingin dialog sebaiknya segera laksakan referendum untuk mengkaji ulang keinginan rakyat Papua yang sebenarnya," tukasnya.

Komisi I DPR RI dalam kunjungannya ke Jayapura bukan saja mencari masukan dari sejumlah elemen masyarakat Papua, namun Komisi I juga mengadakan pertemuan dengan kalangan jurnalis Papua untuk mencari masukan terkait eskalasi kekerasan di Papua, dan bagaimana menyelesaikan persoalan Papua secara bermartabat.

Komisi I juga langsung meninjau kondisi Kota Jayapura pada malam hari, dan menemui aparat keamanan yang melakukan penjagaan mengantisipasi kembali terjadinya aksi teror penembakan.

Mereka juga bertemu langsung dengan Kapolda Papua Irjen Pol BL Tobing dan Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen Erwin Safitri serta Penjabat Gubernur Papua Syamsul Arief Rivai.

Untuk diketahui rombongan komisi I DPR RI ke Kota Jayapura, Papua ini antara lain: Mahfudz Siddiq, Lily Wahid, Roy Suryo, Yoris Raweyai, Salim Mengga, Meutya Hafid, Trie Tamtomo dan sejumlah staf sekretariat. (ro/fud)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
 
        1. 26.03.2014,
          12:48
          seo for cheap
          NCvAPN Enjoyed every bit of your blog post.Much thanks again. Really Cool. From mobile
        2. 25.03.2014,
          21:22
          stunning service
          x3rAmz I think this is a real great blog.Thanks Again. Keep writing. From mobile
        3. 24.06.2012,
          17:10
          frengki
          Dialog itu buang waktu panjang..kl bsa langsung ke intinya ......!-,,@, From mobile
        4. 24.06.2012,
          17:03
          pepuho
          Kl dialog harus semua orang papua di ajak utk menyampaikan isi hati dan pemikiran mereka..-,, From mobile
        5. 24.06.2012,
          16:58
          habel
          Papua butuh pengakuan dr indonesia bahwa papua sd Merdeka From mobile
        6. 11.06.2012,
          16:59
          suriani
          lebih baik mediasi dgn pihak ketiga yg netral...segera laksanakan pak,koordinasi dulu dgn pihak terkait supaya gak ada kesalahpahaman...
        7. 11.06.2012,
          15:08
          WPLO
          DIALOG PERTAMA KALI DI ISTANA PRESIDEN RI BERSAMA PRESIDEN B.J. HABIBIE TELAH DILAKUKAN TETAPI HASILNYA DIBLOCK OLEH MILITER DAN POLISI
        8. 11.06.2012,
          12:13
          ernard
          solusi dialog harus ada pihak netral. dialog biasa tak akan menyelesaikan persoalan papua. persoalan papua ini bermotif politik. bukan kriminal.